
nanti jam 16 sore ibu operasi.tapi wirda tidak bisa pulang karena kesepakatan yang sudah dibuat tapi dia selalu pantau ibunya trus lewat doni.raka...besok kmu sudah mulai donor ya...iya jawab wirda... sebenarnya hati wirda remuk redam.tapi dia berkorban demi ibu..dia sudah rela meskipun hati hancur.tapi suatu hal yang berat baginya.dia harus hamil trus anak yang dikandung nya harus diambil sama orang.hamil tanpa suami lagi... sungguh berat bebanya.tapi dilakukan semua buat ibu wirda rela.wirda pun sudah menelepon mery untuk buat surat., pengunduran diri dari kafe.wirda beralasan tak lanjut kerja karena rawat ibu yang sedang sakit.setelah itu wirda juga dapat telpon dari doni..hallo kak ibu sudah siap operasi.ibu juga sudah keruangan rawat..tapi ruang rawat vip apa kakk yg pesan.oo iya kka ada rizki sedikit biar saja ibu dirawat lebih baik...dalam hati pasti ini raka yang atur.keesokan harinya mulailah mereka transfer sprema..tiga kali mereka lakukan transfer itu akhirnya wirda dinyatakan positif hamil.rakapun menberi informasi ini kepada riko..dan rikopun sangat senang dan gembira. tapi riko tak sedikit pun mau mengenal wirda wanita cantik yg mengandung anaknya.kalo dia sudah hamil..tolong kamu kasih satu apartemen untuk dia.jga seorang pembantu untuk mengurus dia.dan kasih aja yang terbaik untuk wanita itu.iya jawab raka...satu lagi cari dokter kandungan yang baik.lalu riko kasih kamar ini kesiska...siska pun langsung ber ekting kasih tau mertua kalau dia lagi hamil.tentu saja bapak dan ibu riko percaya dan sangat senang.ibu sudah pulang dari rumah sakit doni juga sudah sekolah lagi..semua itu raka yang lakukan perintah riko.tapi ibu wirda berpikir pasti wirda sudah mendapatkan perkerjaan yang lebih layak juga lebih banyak menghasilkan uang.makanya dia sudah bisa renovasi rumah.ditempat lain wirda sudah mulai merasa pening pening.juga mual dipagi hari seperti wanita hamil umumnya.dia sudah tinggal di apartemen yang lebih layak dia juga difalitas dengan barang barang mewah.dia juga disediakan seorang pembantu rumah tangga.disaat waktu kontrol diselalu ditemani desi dan raka.desi juga raka merasa sedih dan kasian melihat wirda mengadung sediri tanpa suami.padahal saat saat seperti ini dia sangat membutuhkan seorang suami disamping nya.tapi ini jalan hidupnya mereka tau wirda sangat berat menjalani hidup seperti ini.tapi dia tidak pernah mengeluh.kandungan wirda sudah memasuki minggu ketiga.wirda jga masih merasa mual dan muntah.tapi wirda ada bik saudah yg menjaga wirda..tapi meskipun wirda sudah ada pembantu dirumah..tapi wirda selalu melakukan perkerjaan nya sendiri.nyapu masak tetap bantu bik saudah kecuali dia lagi pening akibat kehamilan nya.ditempat lain tante sandra sedikit curiga dengan wirda..karena wirda sudah agak susah ditemui.kalau dia berkomunikasi paling lewat hp....ditempat lain wirda berpikir tante sandra...tante terus menelpon.apa sebaiknya aku jujur sama tante biar nanti mereka tidak curiga macam-macam tentang kehamilan aku ini.kalau suatu saat tante tau kalau aku hamil tapi tidak suami.lebih baik aku ceritakan dan jujur saja.setelah itu wirda menelpon desi dia mulai minta izin untuk menemui tante sandra.wirda jga minta agar dia tidak di antar sopir.tapi desi tak mengizinkan wirda sendiri.wir kamu tidak boleh pergi sendiri.kita pergi bareng saja ya..tapi mbak desi tidak merepotkan mbak..tidak wir sekalian aku bantuin kamu jelaskan sama tante kmu masalah kmu.iya mbak desi terimakasih.jadi kapan kita pergi kata desi gimana kalau nanti siang.ok boleh jadi nanti siang aku jemput kamu kata desi.siang hari mereka pun berangkat kerumah tante sandra yang tidak terlalu jauh dari apartemen wirda sekitar 50 kilo meter.setelah tiba dirumah tante wirda mencoba jelasin keadaannya dibantu desi..tante kaget dan merasa chok seolah-olah ini mimpi dan tidak percaya.tapi semua nyata usia kehamilan wirda sudah memasuki 6 Minggu.lalu desi berkata lagi..tante sandra tidak usah khawatir wirda.wirda aman.disisi lain tante sandra sangat menyesal kan keputusan wirda tapi apa yang harus dikata semua sudah terjadi...wirda juga meminta agar tante tidak membocorkan rahasia ini sama siapa pun termasuk ibu dan doni.wirda khawatir itu drop lagi karena baru sembuh.... setelah menjelaskan smua wirda dan desi pamit pulng.