
Pada suatu hari, raja youdis sedang di dalam arena pertempuran dan sedang menyusun srategi pasukan naya aggar tidak lengah di dalam medan perperang nya bersama raja tang.
demi kejayaan kerajan nya dia meniggal kan selir nya ratu wong, yang sedang mengandung anak nya.
Bahkan kandungan nya suda memasuki hamil tua yang menanda kan bahwa ratu wong suda dekat waktu persalinan nya.
lapor raja. Kata sala satu prajurit istana yunwan, ada apa ? Apa kah banteng pertahanan kita baik baik saja ?
"maaf raja semua pasukan penyerangan kita tela di blokir oleh pasukan raja tang, bahkan dia suda berasil memasuki gerbang pertama.
Mendengar itu raja youdis sangat hawatir, karena takut wilaya nya di kuasai oleh raja tang. raja youdis pun sangat pusing karena di sisi lain istri nya sedang mengandung, jika aku pergi dan memasuki arena pertempuran bagai mana dengan istri ku dan juga calon baby ku yang ke dua. Aku takut ratu wong tiba tiba kesakitan dan terus melahir kan baby nya malam ini, aku tidak mukin menigal kan nya sendirian tapi jika aku tidak memasuki arena pertempuran maka wilaya ku di kota velus akan di rebut oleh nya.
Dan rakyat ku di kota velus akan menderita di bawa perinta raja tang. Aku harus bagai mana, raja youdis pun pusing memikir kan nya hinga dia tidak sadar suda mondar mandir di tempat selama satu jam.
Tak sengaja ratu wong melihat dan mendengar percakapan prajurit itu yang sedang melapor, melihat suami nya sedang pusing memikir kan hal laporan dari prajurit nya, ratu pun datang menghampiri nya dengan membawa perut yang besar.
perlahan mendekati raja youdis suami nya itu, "maaf kelancanagn ku yahmulia yang tidak sengaja mendengar percakapan yahmulia. Jika aku bisa memberi saran, lebi baik yahmulia menghadiri lokasi pertempuran itu dan memenang kan perperangan dan juga merebut kembali kota velus. Jika kota itu jatu di tangan raja tang maka rakyat di kota velus akan menderita sensara di dalam gegaman raja tang.
Mendengar itu raja youdis sangat binggung, tapi ratu ku kau sedang hamil tua, kita tidak tau kapan kau akan melahir kan anak kita ini. Jika aku tidak di samping mu dan menani mu siapa yanag akan menjaga mu dan juga calaon baby kita yang ke dua. Aku bisa saja pergi sekarang ke tempat itu tapi bagai mana dengan mu ?
__ADS_1
Mendengar itu ratu wong tersenyum manis. Yamulia aku tau betapa engkau mencintai ku dan juga anak kita bersama calon baby kita, tapi tidak ada pilihan selain yahmulia turun tangan. Aku yakin suami ku raja youdis akan pulang membawa berita kemenangan nya demi rakyat velus, dan juga putra kita yoris bersama calon baby kita.
Ratu pun mengambil pedang pusaka nya dari keturunan yulani wong cay. Di mana ayah handa ratu wong bernama raja cay yang terkenal sakti, namun karena ke dua orang tua nya yang di bantai di saat perjamuan, raja cay dan ratu lung cay di racuni hingga mati tampa jejek.
Ratu wong pun mengakat tangan nya dan memangil pedang yang bernama pedang nagga emas. Semua di dalam istana gempar akan kilat tan berwarna ke emasan yang berasal dari ujung pedang nagga emas itu, hinga perperangan pun terhenti sebentar karena melihat cahaya dari langit menjadi merah bercampur kuning mas.
Setela ratu berasil memanggil nya, ratu pun melukai ibu jari nya sedikit hinga mengeluar kan dara nya dan mengores kan nya di pedang nagga emas itu dari ujung ke ujung. Setela selesai dia pun memberi kan nya ke pada raja youdis dan berkata.
Pergi lah yahmulia berkat ku selalu ada di pedang ini, yang akan membantu mu hingga raja tang akan tau siapa diri mu.
Mendengar itu raja youdis pun mengangguk dan berkata. Baik lah istri ku aku akan pergi dan membantu pasukan kita aggar melawan raja tang dan menyuru nya untuk mundur.
ratu wong pun memakai kan baju perlengkapan raja youdis, dan berkata berhati hati lah yahmulia aku akan menuggu mu. Dan pulang lah dengan ke menangan dan juga keslamatan mu, untuk bisa memimpin rakyat mu yang selalu mendukung mu.
Baik ratu ku, dan aku harap kau jaga diri di sini jika ada sesuatu yang terjadi di sini lari lah selamat kan diri kalian.
Baik yahmulia kata ratu wong. Prajurut kata kan perinta ku ke pada pengeran bahwa aku menyuru nya mundur dari arena nya, biar aku yang akan menganti posisi nya. Dia harus berada di samping ibunda nya, aggar dia bisa menjaga ibunda nya berserta kalian di sini pergi lah sekarang juga dan sampai kan titah ku.
Baik raja kata prajurit itu, prajurut itu pun pergi ke jalan rahasia aggar tidak ada yang tau jika raja sedang keluar dan mengikuti perperangan itu. Raja youdis yang suda bersip siap akan pergi menigal kan istana yunwan, ratu wong pun mengantar nya di depan pintu bawa tana rahasia nya dan berkata jaga diri mu.
__ADS_1
Raja youdis pun membalas, kau juga jaga diri mu dan jangan hawatir putra kita bisa melindungi mu di sini. Kau tetap lah di dalam istana karena diri mula ke kuatan ku.
Ratu wong yang mendengar nya pun tersenyum manis. Baik lah yahmulia hati hati di sana.
Raja youdis pun pergi menuju arena pertempuran, dan di temani pengawal kesetiaan nya. Setela ke pergian nya raja youdis, ratu pun memberi perlindungan di guwah itu. Dengan sihir menutup mata aggar tidak seorang pun yang dapat melihat nya, terkecuali angota keluargga nya.
Setela menutup guwah itu, ratu wong pun menigal kan tempat itu dan juga jendral ke dua istana yang selalu menemani ratu wong, yang bernama jendral fang.
Tida perlu waktu lama raja pun hakir nya sampai di lokasi pertempuran itu. Dan para prajurit di situ yang melihat akan ke hadiran raja mereka, mereka pun memberi hormat.
salam raja. Mereka semua mengucap kan nya bersamaan, raja youdis pun langsung menaya kan ke sala satu prajurit nya bagai mana serategi mereka bisa di blokir oleh raja tang.
"ampun raja kami tela lalai dengan ke amanan tenda biru, di mana tempat itu para jendral dan pasukan berkompromi tentang serategi penyerangan kita, dan juga benteng pertahanan.
karena malam itu turun hujan lebat dan sala satu pasukan raja tang, datang menyamar menjadi pasukan istana yunwan hingga kami tidak sadar peta yang kita buat tela di curi oleh nya.
Dan kami pun mengejar nya namun yang kami kejar bukan lah prajurit membawa peta serategi itu, ternyata kami tela di bodohi.
dan prajurit itu hanya menjadi umpanan aggar kami mengejar dan meningal kan tenda biru itu yang seharus nya kami jaga. Dan hakir nya sala satu teman prajurit itu berasil lolos, dan teman nya yang kami kejar berasil kami tangkap, kami aman kan di tenda mera.
__ADS_1