Aku Mengagumi Kamu

Aku Mengagumi Kamu
sekolah


__ADS_3

sekolah yang selalu di impikan murid-murid adalah sekolah yang bisa mewujudkan cita-cita mereka dan juga tempat mencurahkan emosi mereka. bukan hanya sekedar tempat berbagi cerita dan tawa dengan teman-teman,dan itu sangat penting bagi lisa .dengan berada di sekolah dia bisa bercanda tawa dengan teman-temannnya.


hari ini lisa pergi ke sekolah dengan naik angkutan umum. biasanya lisa berangkat sekolah bersama sean berboncengan motor, tapi karena sean masih marah,jadi sean berangkat lebih duluan.


duduk diam dalam angkutan umum , pikiran lisa tidak menentu , sambil melihat keluar jendela banyak yang di pikirkannya .


ya,sean pasti masih marah dengan ku , karena masalah kemarin, tapi jika tidak aku jelaskan sean akan semakin tersakiti,dan kenapa dia tidak mau mengerti dan memahami nya.


"permisi pak boleh aku duduk di sini ? tanya seorang gadis berseragam sekolah yang sama dengan lisa ."ooh !silahkan "jawab seorang bapak separuh baya yang berdiri di samping kursi lisa.


"lisa..? gadis itu berkata ,sambil menatap lisa yang sedang melihat keluar jendela . lisa pun menoleh ke arah suara itu berasal.


"riri..! lisa tersenyum lebar." riri pun duduk di sebelah lisa . riri adalah teman sekelas lisa walau bukan sahabat, tapi masih bisa di bilang mereka teman akrab.


"tumben kamu naik angkutan umum ? tanya riri dengan tersenyum . "iya..!aku hari ini ingin naik angkutan umum saja"jawab lisa . "dimana kekasihmu itu ? yang selalu lengket dengan mu"tanya riri dengan sedikit ketus.


"dia sudah berangkat lebih dulu"jelas lisa dengan kepala tertunduk lesu.

__ADS_1


melihat respon lisa yang berbeda dari biasanya riri kembali bertanya. "apa yang terjadi dengan kalian berdua ? tanya riri, dengan penasaran akan jawaban yang di beri lisa . " kami sedang tidak baik,dia marah padaku ". jelas lisa masih tertunduk lesu.


angkutan umum itu melaju di keramaian kota dengan stabil,tidak akan lama lagi sampai tujuan , dimana sekolah lisa dan riri berada. "kenapa dia marah padamu ? riri kembali bertanya . tapi riri tidak mendapat jawaban dari lisa karena angkutan umum yang mereka naiki berhenti dan sudah sampai sekolahan .


mereka pun turun dan menuju kelas , rasa penasaran riri masih cukup tinggi dengan apa yang terjadi dengan lisa dan sean . "nanti saja aku ceritakan , kita masuk kelas dulu". lisa menjelaskan pada riri yang masih bertanya-tanya.


"ayolah lisa ! ceritakan apa yang terjadi dengan kalian, kita kan sudah lama berteman " pinta riri dengan sedikit paksaan . "iya..! aku ceritakan padamu tapi kamu harus janji ,tidak boleh ceritakan kepada teman yang lain "jelas lisa . riri bingung


kenapa tidak boleh aku ceritakan pada yang lain ? aku tambah penasaran .


"aku tidak bisa memaksakan perasaanku, aku juga sakit dan merasa bersalah pada sean, dan aku ingin sean mengerti kalau aku hanya menganggap dia saudara, tidak lebih ".lisa menjelaskan dengan panjang lebar .


tidak lama bel pun berbunyi , semua murid masuk kelas masing-masing. pelajaran di mulai para murid belajar dengan serius dan fokus. karena ini semester terakhir bagi mereka, jadi di harus kan bagi mereka lebih fokus dalam belajar.


bel pun berbunyi menandakan waktu pulang sekolah, lisa bergegas merapikan buku-bukunya dan do'a pun di mulai. lisa beranjak keluar kelas. tapi lisa terhenti di depan pintu, lisa melihat seorang pria yang bersandar di motor tepat di depan teras kelasnya.


lisa tau itu adalah sean yang biasa menunggu dia pulang sekolah . kenapa dia menungguku? apa dia tidak marah lagi ? aku harus cepat pergi ,aku tidak mau terlalu tergantung padanya dan membuatnya salah paham.

__ADS_1


lisa mempercepat langkahnya, tapi sean mengikutinya di belakang. lisa ingin lari tapi tangannya di tahan sean . mereka pun terdiam . "ayo..! pulang bersama ". ajak sean sambil menggenggam tangan lisa."tapi aku tidak bisa sean "lisa dengan nada rendah.


"ada apa lagi lisa? aku hanya ingin mengajak kamu pulang bersama, apa tidak boleh? tanya sean sedikit kesal dan melepas tangan lisa. "bukan begitu sean, aku hanya tidak ingin kesalah pahaman ini berlanjut, aku tidak ingin terlalu dalam menyakiti mu,aku juga sakit jika kamu tidak mau mengerti". jelas lisa dengan panjang lebar.


lisa duduk di kursi yang tidak jauh dari mereka,sean pun ikut menduduki kursi.


"iya..!aku memang terlalu sering tersakiti, setiap kali aku mengungkapkan isi hatiku setiap kali pula kamu menolak ku, tapi yang lebih menyakitkan jika kamu tidak di samping ku lisa". sean menjelaskan dengan sakit di dadanya.


"sean , maka dari itu kita tidak seharusnya melakukan ini,kita harus menjaga jarak,jadi kita tidak akan tersakiti lagi". lisa menjelaskan dengan raut sedih."tidak lisa! aku tidak mau kita menjauh, jika kita tidak bisa menjadi kekasih ,apa kita tidak boleh menjadi saudara? tanya sean dengan penuh harap lisa akan mengiyakannya.


apa yang di harapkan sean pun terkabul"iya..!kita boleh jadi saudara tapi mulai sekarang kamu jangan memanggilku, sayang atau kekasihku". jawab lisa dengan tegas."baiklah aku akan menurutimu"jawab sean dengan senyum sumringah.


tapi itu tidak akan menghentikan ku lisa, aku akan selalu di samping mu, walaupun kamu tidak setuju.


"baiklah ayo kita pulang, mungkin ibumu sudah mengkhawatirkan mu". ajakan sean dengan tersenyum.


kenapa dia tersenyum? apa lagi yang di pikirkannya. " baiklah saatnya kita pulang ". jawab lisa.

__ADS_1


__ADS_2