
Hari telah berganti musim lagi, dan petualangan Aldi dan sang Kakek terus berlanjut. Kali ini, mereka memutuskan untuk mengunjungi hutan lebat di luar desa mereka. Hutan itu legendaris karena keindahan alamnya dan makhluk-makhluk langka yang tinggal di dalamnya.
Sesampainya di hutan, Aldi dan Kakek merasa terpesona oleh kecantikan alam yang begitu murni. Mereka berjalan di antara pepohonan yang tinggi, menghirup udara segar hutan, dan mendengarkan nyanyian burung-burung di sana. Namun, semakin dalam mereka masuk ke hutan, semakin sulit jalur yang harus dilalui.
"Kakek, mungkin kita harus berbalik dan mencari jalur lain. Ini terlalu berbahaya," kata Aldi khawatir.
Kakek tersenyum dan menggelengkan kepala, "Tidak, Nak. Hutan ini memiliki keajaiban tersendiri, dan aku ingin kita melihatnya bersama-sama."
Mereka terus berjalan, melewati batu-batu besar dan sungai-sungai kecil. Kakek dengan bijaksana memberikan petunjuk tentang apa yang harus dilakukan dan mengajari Aldi tentang pentingnya ketekunan dan tekad dalam menghadapi tantangan.
__ADS_1
Tiba-tiba, mereka menemukan jejak-jejak makhluk besar di sekitar mereka. Kakek mengenali jejak itu sebagai jejak harimau, makhluk buas yang tinggal di hutan ini. Aldi merasa takut, tetapi Kakek tetap tenang dan memastikan mereka tetap waspada.
"Kita harus tetap bersama dan berhati-hati. Jangan khawatir, Nak, aku akan melindungimu," kata Kakek dengan penuh keyakinan.
Malam mulai turun, dan mereka memutuskan untuk membuat perkemahan sementara. Mereka membuat api unggun dan bersiap untuk menghabiskan malam di tengah hutan yang gelap. Kakek dengan cermat memasang perangkap untuk menjaga keamanan mereka dari makhluk buas.
Harimau itu mendekat, dan Kakek mencoba menakuti makhluk itu dengan berteriak dan mengayunkan tongkat kayu yang ia pegang. Namun, harimau itu tampaknya lebih terganggu daripada takut, dan akhirnya, ia melompat mendekati Kakek dengan cepat.
Dengan penuh keberanian, Kakek berdiri tegak dan menahan harimau tersebut sejauh mungkin dari Aldi. Meskipun ia berusaha menghadapi harimau itu, tetapi makhluk buas itu sangat kuat dan tidak mau mundur. Mereka berdua terlibat dalam perkelahian yang sengit.
__ADS_1
Aldi merasa ketakutan dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Dia tahu bahwa Kakek sedang mengorbankan dirinya untuk melindunginya. Tanpa ragu, Aldi mengambil tongkat kayu dari tanah dan berlari menuju Kakek. Dengan tekad yang kuat, ia menepis harimau itu dari arah Kakeknya.
"Saudara harimau, jangan lakukan ini! Kami tidak ingin menyakiti kamu," ucap Aldi dengan suara lembut dan penuh keberanian.
Mendengar suara Aldi, harimau itu berhenti sejenak. Aldi memandang mata harimau dengan penuh empati dan keberanian. Dia bisa merasakan bahwa makhluk buas itu hanya berusaha melindungi wilayahnya.
Ketika malam semakin gelap, hujan mulai turun dengan derasnya. Aldi dan Kakek terpaksa berlindung di bawah pohon besar. Harimau itu tetap berada di dekat mereka, tetapi tidak menunjukkan tanda-tanda ingin menyerang lagi.
Aldi dan Kakek menghabiskan malam itu dalam ketegangan dan ketakutan, tetapi bersama-sama, mereka merasa aman satu sama lain. Aldi menyadari bahwa Kakek telah mengorbankan dirinya untuk melindunginya dan menunjukkan betapa besar cintanya pada dirinya.
__ADS_1