
Setelah melewati malam yang menegangkan, Aldi dan Kakek berusaha mencari jalur kembali ke desa. Kehadiran harimau tadi mengingatkan mereka betapa berbahayanya petualangan yang mereka jalani, dan mereka menyadari bahwa kini waktunya untuk pulang.
Perjalanan kembali ke desa terasa lebih berat dari sebelumnya. Aldi merasa cemas dan sedih karena melihat Kakeknya yang tampak lemah dan letih. Namun, Kakek tetap bersikeras untuk berjalan, memberikan dukungan pada Aldi untuk tetap kuat dan sabar.
"Aku baik-baik saja, Nak. Yang penting kita bisa pulang dengan selamat," kata Kakek dengan senyum lembutnya.
Aldi mengangguk, mencoba menahan air mata yang ingin keluar dari matanya. Dia tahu bahwa mereka berdua harus saling menguatkan untuk bisa kembali ke desa dengan selamat.
Tiba di tepi danau, mereka naik perahu yang sudah mereka tinggalkan semalam. Perjalanan dengan perahu tampak lebih mudah daripada berjalan kaki di dalam hutan. Namun, Aldi bisa merasakan betapa lemahnya Kakek saat ia berusaha memegang kemudi perahu.
"Kakek, aku bisa mengemudi perahu. Kamu perlu beristirahat," tawar Aldi dengan penuh kekhawatiran.
Kakek tersenyum dan menggelengkan kepala, "Tidak, Nak. Aku ingin tetap berada di sini. Ini adalah perjalanan kita, dan aku ingin menyelesaikannya bersamamu."
__ADS_1
Dengan hati berat, Aldi mengerti bahwa Kakek ingin hadir di setiap momen perjalanan mereka. Mereka melanjutkan perjalanan dengan hati yang penuh ketulusan dan kebersamaan.
Sesampainya di desa, mereka disambut oleh warga desa yang khawatir dan bahagia karena mereka kembali dengan selamat. Tetapi, kekhawatiran Aldi belum berakhir. Kakek terlihat semakin lemah, dan tubuhnya terasa panas.
"Mungkin kita harus segera memeriksakanmu ke dokter, Kakek. Kamu terlihat tidak sehat," kata Aldi khawatir.
Kakek menggelengkan kepala dan tersenyum lemah, "Aku baik-baik saja, Nak. Ini hanya sedikit rasa lelah dari petualangan kita."
Tetapi Aldi tahu bahwa itu lebih dari sekadar kelelahan biasa. Dia tahu bahwa Kakek telah mengorbankan dirinya untuk melindunginya dari harimau dan sekarang tubuhnya sedang berjuang melawan penyakit.
"Aku khawatir, Kakek. Kamu harus pergi ke dokter," ucap Aldi dengan suara lembut.
Kakek tersenyum dan mengelus kepala Aldi, "Aku sudah tua, Nak, dan sudah saatnya untukku pergi. Jangan khawatir tentangku. Kamu harus terus menjalani petualangan hidupmu dan mengejar mimpimu."
__ADS_1
Aldi menangis dan memeluk Kakek erat-erat. Dia merasa berat melepaskan orang yang begitu dicintainya. Namun, Kakek dengan penuh cinta melepaskan pelukan itu dan menatap mata Aldi dengan kehangatan.
"Aku tahu kamu akan selalu mengingatku dalam hatimu, Nak. Kita akan selalu bersama dalam kenangan dan petualangan yang kita jalani bersama-sama," kata Kakek dengan suara lembut.
Malam itu, Aldi dan Kakek menghabiskan waktu bersama dengan penuh kebersamaan. Mereka mengingat kembali momen-momen indah yang mereka lewati bersama dan berbicara tentang rencana dan impian Aldi untuk masa depan.
Saat pagi tiba, Kakek merasa semakin lemah. Aldi tahu bahwa saatnya telah tiba. Dia memeluk Kakek dengan erat-erat dan mengucapkan terima kasih atas semua yang telah dilakukan Kakek untuknya.
"Terima kasih, Kakek, atas segala pengajaran, cinta, dan dukungannya. Aku akan selalu mengenangmu dengan penuh kebahagiaan dan cinta," ucap Aldi dengan suara gemetar.
Kakek tersenyum lembut, "Aku juga berterima kasih padamu, Nak. Kamu telah memberi makna dan kebahagiaan pada hidupku. Aku bangga padamu."
Dengan penuh cinta, Kakek menghembuskan napas terakhirnya di pelukan Aldi. Hatinya yang mulai lemah akhirnya tenang, dan ia pergi dengan ketenangan.
__ADS_1
Aldi merasa kehilangan yang mendalam, tetapi ia tahu bahwa Kakek telah pergi dengan bahagia dan damai. Ia akan selalu mengenang momen-momen indah bersama sang Kakek dan belajar dari setiap pengajaran yang diberikan.
Hingga saat ini, Aldi terus menjalani petualangan hidupnya, mengenang Kakek sebagai sosok penuh inspirasi dan cinta. Setiap kali ia berada di tepi danau, ia merasa kehadiran Kakek menyertai dan membimbingnya. Pengorbanan sang Kakek akan selalu menjadi pijakan kuat dalam perjalanan hidupnya, mengajarkan Aldi tentang arti sejati dari cinta, ketekunan, dan kebahagiaan.