
Pagi ini adalah hari dimana kedua orang tua Alena dimakamkan, Alex dan Tasya juga sudah sepakat untuk mengadopsi Alena secara sah dimata hukum.
"Nda...enapa mama,papa diacukin alam anah Nda?" Tanya Alena pada Tasya.
Tasya yang mendengar pertanyaan dari putri kecilnya itupun merasa turut bersedih "karna Allah sayang sama mama dan papa, jadi mama sama papa harus ke sana biar bisa ketemu sama Allah, Alena jangan sedih ya mulai sekarang Alena gak sendiri ada ayah,bunda,tante,oma,opa sama kakek yang nemenin Alena" ucap Tasya.
Alex dan Taya memang sepakat untuk di panggil Ayah dan Bunda begitu juga dengan keluarga mereka.
Skipppp
Setelah pulang dari pemakaman semua anggota keluarga berkumpul di ruang jeluarga.
"Pa,pi,mi...maaf kalau Alex dan Tasya ngampil keputusan ini tampa membicarakannya dulu pada kalian selaku orang tua kami, tapi..." belum sempat Alex menyelesaikan ucapannya sudah di potong oleh papi Yuda.
"Udah kamu gak perlu jelasin apa-apa lagi,tindakan kalian ini adalah tindakan yang mulia papi mendukung sepenuhnya" ujar papi Yuda.
"Papa juga setuju sama papi kamu Al, Mulai sekarang Alena adalah cucu pertama di keluarga besar Widiantara dan Wijaya dan mulai sekarang pula Alena akan memakai nama Widiantara dibelakang namanya"ujar papa Herman.
"Alena Putri Widiantara putri pertama Alex widiantara dan Natasya Wijaya, tidak perduli apa kata orang tentang Alena yang jelas dia akan tetap menjadi cucu kesayangan oma,opa, dan kakeknya" ucao mami Desi.
Keesokan paginya
Tasya baru selesai memasak sarapan pagi untuk hari ini, setelah ia selesai memasak Tasya bergegas untuk kekamarnya dan menyiapkan keperluan Alex dan Alena.
Tasya dan Intan akan sekolah hari ini, begitu juga Alex dan papa Herman yang akan bekerja, jadi Alena akan dititipkan pada mami Desi.
Skipppp
Saat ini Alex yang mengantar Alena kerumah orang tua Tasya, karna kalau Tasya yang mengantar maka ia akan terlambat untuk kesekolah maka jadilah Alex sendiri yang mengantar putrinya itu.
"Anak ayah jangan nakal ya di rumah oma, nanti kalo ayah sama bunda udah pulang langsung jemput Ale" ucap Alex sambil berjongkok mensejajarkan tubuhnya pada Alena.
"Iya ayah, Aye gak akal kok" ucap Akena.
"Pinter" ucap Alex.
Cup
Cup
Alex mencium pipi Alena" ayah berangkat kerja dulu yah, mih Alex titip Alena ya" ucap Alex pada Alena dan Mami Desi.
"Iya, hati-hati Lex" jawab mami Desi
__ADS_1
"Kalo gitu Alex berangkat mi, Assalamualaikum" ucap Alex sambil menyalimi mami Desi.
"Waalaikumsalam"
๐๐๐๐
Saat ini Alex sudah sampai di Sma Darma Bangsa dan bergegas menuju kelas yang akan di masukinya, kebetulan jam pertama Alex mengajar adalah kelas Tasya.
"Assalamualaikum,selamat pagi semuanya, maaf saya terlambat" ucap Alex.
"Pagi pak" jawab semua murid.
"Ok, kita milai pelajaran hari ini buka halaman 89" ucap Alex.
Semua murid 'pun memulai pelajaran ekonomi yang di ajarkan oleh Alex, dan tak terasa hingga bel istirahat berbunyi.
"Baik, sampai disini dulu pelajaran kita pada hari ini, sampai bertemu minggu depan"ucap Alex lalu keluar dari kelas itu.
.
Istirahat kali ini Tasya dan kedua sahabatnya tidak kekantin untuk makan melainkan duduk-duduk di taman sekolah.
"Wow... gila suami gua makin cakep aja" ucap sindi yang sedari tadi fokus pada layar hpnya.
"Ha? Suami? Kapan lo nikah sin? Perasaan masih jones aja"tanya Vera bertubi tubi dan mengejek Sindi.
"Mau jones atau joppy intinya sama aja Jomblo" ucap Tasya pada Sindi sambil menekankan kata jomblo di akhir kalimatnya.
"Serah... gua ngambek sama lo berdua"ucap Sindi sambil memajukan bibirnya.
"Mana ada orang ngambek bilang-bilang"jawab Vera pada Sindi
"Ada"
"Siapa?" Tanya Tasya
"Gua" jawb sindi
"Yang nanya"lanjut Tasya yang membuat Vera tertawa terbahak-bahak sedangkan Sindi semakin kesal pada kedua sahabatnya itu.
Saat mereka sedang sibuk dengan kegiatannya mengejek Sindi mereka tidak sadar kalau ada seorang lelaki yang mendekati mereka.
"Hay, boleh gabung gak?"ucap lelaki itu yang berhasil membuat ketiga wanita itu menghentikan kegiatan mereka dan menjadi saling lirik satu sama lain.
__ADS_1
"Gimana Sya?" Tanya Vera pada Tasya.
"Apa?" Tanya balik Tasya.
"Maksud Vera itu gimana Sya,Dimas boleh ikut gabung di sini gak?" Ucap Sindi memperjelas pertanyaan Vera.
"Ooo, kalo mau gabung ya gabung aja gak ada yang larang juga, lagian inikan tempat umum" jawab Tasya.
Dimas adalah salah satu siswa yang menyukai Tasya dan pernah menyatakan cintanya pada Tasya, tetapi di tolak oleh Tasya dengan alasan saat itu ia sudah memiliki tunangan dan saat ini kedekatan Tasya dan Dimas tidak lebih hanya sebatas teman.
Saat sedang asik mengobrol, tampa mereka sadari ada seseorang yang menatapan tidak suka kearah mereka,dan orang itu segera menghampiriย dan melabrak mereka lebih tepatnta Tasya.
"Maksud lo apa deketin ciwok gua?"ucap orang itu yang tak lain adalah Monik dan teman-temannya
"Cowok lo? Siapa? Dimas?"tanya Vera
"Iya lah siapa lagi coba, iya kan yang" ucap Monik sambil menggandeng lengan Dimas
"Dia pacar lo Dim?"tanya Sindi
"Idihh... ogah gua pacaran sama yang modelan kek dia, mana suka ngebully orang lagi"ucap Dimas sambil melepaskan tangan Monik dari Lengannya,sedangkan Tasya sedari tadi hanya fokus menyimak.
Plakkk
Monik menampar pipi Tasya"Ini semua pasti karna lo kan makanya Dimas jadi gini sama gua, dasar pe*la*r" ucap Monik sambil menunjuk Tasya yang sedang memegangi pipinya menahan sakit dan menahan air matanya agar tidak jatuh,entah mengapa akhir-akrir ini Tasya merasa dirinya agak sensitif, mudah marah dan menangis biasanya jika berhadapan dengan Monik dia akan membalasnya, tapi berbeda dengan sekarang ia malah ingin menangis, dia juga heran dengan perubahan sifatnya ini.
"Lo... mau lo apa sih, bisanya cuman mengganggu ketenangan orang"ucap Vera
"Mau gua kalian jangan deketin Dimas lagi karna dia itu punya gua" ucap monik pada Tasya dan kedua temannya
"Ehh, sadar dong Dimasnya aja gak mau sama elo kak lonya maksa sih, gak punya harga diri banget, disini yang pantas di katain pel*c*r itu siapa kita atau elo" ucap Sindi pada Monik
"Apa kata lo?" Tanya Monik penuh amarah
"Apa? Emang benerkan lo itu orang yang lebihpantas di sebut pe*ac*r di sini" ucap Sindi lagi yang membuat Monik semakin marah dan Akhirnya mereka berkelahi ala perempuan yaitu jambak jambakan rambut, Tasya Vera dan Dimas melerai mereka dan akhiranya Vera juga ikut berkelahi dengan teman teman Monik begitu juga dengan Tasya yang moodnya sedang tidak setabil.
Dimas terus berusaha memisahkan mereka tapi tidak bisa hingga pada akhirnya mereka dipisahkan oleh guru yang di panggil oleh salah satu murid yang melihat perkelahian itu, dan mereka semua di bawa ke ruang BK.
BERSAMBUNG..........
Yey up lagi๐ฅณ๐ฅณ
Udah lama babget rasanya gak up๐
__ADS_1
Semoga suka ya dengan chapter ini
See you guys ๐๐