
Di hari pemakaman gibran, alicia tidak bisa ikut menghadiri untuk bisa melihat terakhir kalinya wajah suaminya, dikarenakan pada hari pemakaman alicia masih belum sadar dari pingsannya, sebagian dari keluarga ada yang ingin jenazah langsung di makamkan sesuai tuntunan syariat bahwa prosesi pemakaman itu harus di percepat namun ada juga dari keluarga yang menginginkan tunggu saja dahulu alicia siuman dari pingsannya agar dia bisa melihat prosesi pemakaman dari suaminya
Terjadi perdebatan di antara kedua belah keluarga perdebatan itu berlanjut dengan dalih kalau kita tunggu alicia bangun dari pingsan lalu siapa yang bisa memperkirakan berapa lama dia akan pingsan??
Akhirnya rapat dari keluarga memutuskan agar jenazah langsung di makamkan tanpa harus menunggu alicia bangun.
Pemakaman pun langsung di laksanakan sesuai kesepakatan keluarga, pemakaman yang sangat dramatis banyak tangisan yang menyelimuti para pelayat jenazah, di karenakan mereka sangat kehilangan seorang yang sangat baik, sering menolong sesama dan gibran sangat di kenal sangat ramah dan sosialis.
Untaian doa di panjatkan semua pelayat serentak mengaminkan, setelah doa selesai kemudian satu per satu mulai meninggalkan tempat pemakaman hingga terlihat tidak ada satu pun yang tersisa kecuali ada satu wanita yang masih menaburkan bunga di atas makam yang masih baru itu tidak lain dia adalah sang ibu, yang masih belum percaya anaknya sudah meninggal, rasanya kemarin kamu masih aku gendong nak, rasanya kemarin ibu mengajari kamu bicara, rasanya kemarin ibu mengajari kamu berjalan, rasanya kemarin kamu sekolah kamu ber manja manja pada ibu, bermain bersama bersama ibu, namun sekarang kamu sudah meninggalkan ibu, ini semua salah ibu nak andai saja ibu lebih cepat ke rumah sakit mungkin kamu masih hidup sekarang maafkan ibu nak.
Ibu tidak menyangka kamu akan secepat ini meninggalkan ibu kamu masih muda anakku
Belum saja kamu menikmati masa tuamu bersama anak anak dan istrimu tetapi kamu sudah menunggu dahulu di alam keabadian selamat jalan nak ibu menjadi saksi bahwa kamu adalah anak yang berbakti kepada orang tua, tuhan aku titip anakku di alam keabadian.
Iya sudah ibu pulang dahulu ya nak
Semoga tuhan sudah menyiapkan tempat yang lebih baik dan indah di sana...
Di hari kedua alicia belum terlihat bangun dari pingsannya, kemungkinan karena sakit yang sangat dalam hingga membuat tubuhnya selemah ini, di sisi lain alicia di dalam pingsannya ternyata bertemu dengan gibran di alam keabadian kamu mau mengajakku ke mana gibran? Gibran hanya terdiam dan melanjutkan langkah sambil memegang erat tangan alicia
Tempat ini sangat indah sekali ungkap alicia
Ini tempat apa gibran?
Aku tidak pernah melihat tempat seindah ini
Dan rumah ini sangat indah sekali terbuat dari emas dan perak, kemudian gibran membuka pintunya dan mempersilahkan masuk untuk alicia, setelah gibran membuka pintunya alicia langsung kaget betapa mewah nan megahnya isi dari rumah yang terbuat dari emas dan perak itu, semua hidangan tersaji dengan rapi di meja makanan terlihat daging, sayuran, buah buahan, susu, madu dll lengkap menghiasi meja makanan, lalu alicia makin penasaran ini rumah siapa gibran mengapa kamu ajak aku ke rumah yang sangat mewah ini tanya alicia namun gibran tetap tidak mengeluarkan satu patah kata pun dia hanya tersenyum...
Kemudian gibran memegang kembali tangan alicia dan mengajaknya berkeliling melihat kamar kamar yang ada di dalam rumah itu kali ini alicia makin di buat kagum dengan kemewahan dari kamar itu, ukuran satu kamar lebih dari 20 meter di dalam kamar itu ada kolam renang yang di mana airnya itu terbuat dari susu di sekeliling kolam itu terlihat pohon anggur, apel, kurma dan masih banyak yang lainnya dan semua nya berbuah lebat tidak ada yang tidak berbuah, kasur nya sangat empuk bersih jika kasurnya kotor maka dengan sekejap akan kembali bersih, dinding dan lantai rumah terbuat dari emas sedangkan jendela dan pintunya terbuat dari perak.
Alicia hanya bisa kagum dan bertanya tanya
Sebenarnya kamu sedang di mana gibran mengapa kamu ajak aku ke tempat yang sangat indah ini, gibran pun hanya tersenyum menjawab pertanyaan dari alicia
Gibran kemudian mengajak alicia ke belakang rumah dan makin membuat nya takjub melihat alam yang sangat indah dengan sungai yang mengalir di mana airnya adalah susu dan madu dan ada di sebelahnya ada sungai air nya sangat jernih dan bersih saking bersih dan jernihnya ikan berenang bisa terlihat dari kejauhan, semua pohon tertata sangat rapi semua pohon berbuah tidak ada yang tidak berbuah, kicauan burung melengkapi suasana harmonisasi.
Setelah diperlihatkan segala keindahan dan kemegahan, gibran kemudian mengajak alicia ke tepi sungai dan merendamkan kaki nya
Ini bukan tempat kita gibran, tempat ini terlalu megah buat kita sebenarnya kita berada di alam mana ini tanya alicia, mengapa kamu diam saja gibran dari tadi aku ajak ngomong kamu hanya tersenyum saja, ayok kita pulang sudah cukup kita di sini, GIBRAN kembali tersenyum lebar dan menyuruh alicia melihat ke bawah air sungai lalu di sentuh dengan jari telunjuk nya gibran terlihatlah keadaan di alam dunia alicia bisa melihat tubuh nya yang sedang di kelilingi oleh keluarga dan teman teman sambil menangis
Itu kan tubuh ku gibran ada apa dengan ku di sana?
Kemudian gibran menyentuh telinga alicia seketika alicia bisa mendengar ucapan orang orang yang ada di alam dunia
__ADS_1
Setelah dia bisa mendengar akhirnya dia tahu dia sedang pingsan
Kemudian gibran kembali menyuruh alicia untuk melihat yang lain dan seketika terlihatlah banyak orang sedang memakamkan jenazah lalu alicia bertanya siapa orang yang di makamkan itu tanya alicia?
Gibran tersenyum dan meng zoom gambar itu dan terlihatlah orang orang yang sangat di kenal oleh alicia dia melihat di sana ada ibu mertuanya dan ibu kandungnya serta keluarga yang lain beserta teman temannya
Setelah selesai pemakaman terlihat ada yang sedang menancapkan batu nisan yang bertuliskan gibran bin haji salam.
Setelah melihat itu alicia kemudian tersadar bahwa suaminya itu sudah meninggal dan alam yang sedang dia nikmati sekarang ini adalah alam surga atau alam keabadian.
Seketika alicia langsung menangis dan mengatakan kepada gibran kamu berhak mendapatkan fasilitas tuhan ini gibran
Kamu adalah orang baik, suami yang baik
Pantas tuhan memberikan fasilitas ini untukmu
Aku bangga menjadi istrimu
Aku berjanji di alam keabadian ini
Jika umurku panjang aku berjanji aku tidak akan pernah menikah lagi, karena bagiku kamu adalah cinta suciku di dunia maupun di alam keabadian.
Aku tidak ingin membagi cintaku
Meskipun kita sudah terpisah di dua alam yang berbeda namun kamu bisa menyaksikan apa yang sedang terjadi di alam dunia
Jadi aku tidak ingin menyakiti perasaanmu
Semoga tuhan yang Mahakuasa bisa menyatukan kita di tempat yang sangat indah ini
Baiklah gibran sekarang bagaimana caranya agar aku bisa kembali ke jasad ku yang ada di dunia aku yakin mereka pasti mengkhawatirkan aku sekarang, kemudian gibran menuliskan sebuah kalimat dalam bahasa arab yang berbunyi Laa ilaaha illa allah, setelah mengucapkannya alicia langsung menghilang dan kembali ke jasadnya, setelah itu alicia bangun dari perjalanan suci nya di alam keabadian bersama gibran, dengan perlahan dia berusaha membuka matanya dan menggerakkan tubuhnya dan tersadar seperti biasanya, ibunya kemudian memberikn dia air putih untuk di minum karena terlihat di keningnya banyak keringat menempel di dahinya itu menandakan dia sangat capai dan haus
Di saat haru seperti itu alicia kemudian bertanya seolah olah dia tidak tahu apakah suamiku gibran sudah di makamkan?
Semua terdiam karena takut jika di beritahu maka alicia akan kecewa karena telah memakamkan suaminya sementara dia masih pingsan
Namun ibunya menjawab pertanyaan nya iya nak suamimu sudah di makamkan karena kamu sudah 2 hari belum menyadarkan diri.
Apa ? Tanya alicia kaget
Dua hari bu?
Pantes saja badanku terasa capai sekali
__ADS_1
Ikhlaskan iya nak ucap ibunya berusaha menenangkan alicia, aku ikhlas bu dan sekarang aku sudah tenang karena suamiku gibran sudah berada di tempat yang sangat indah
Iya.. Kita berharap semoga nak gibran ditempatkan di tempat yang indah jawab ibunya
Baiklah untuk sementara tinggal bersama ibu dahulu ya! Baiklah bu jawab alicia.
Hari hari dilewati dengan hal hal positif
seperti mendirikan yayasan untuk merawat dan mendidik anak yatim, hidupnya di dedikasikan sepenuhnya untuk kemaslahatan banyak orang
Hari hari nya di sibuk kan dengan mendekatkan diri kepada sang pencipta dan berusaha bermanfaat untuk manusia, setiap hari saat matahari akan terbenam alicia selalu menjenguk gibran untuk berziarah membacakan yasin setelah itu dia selalu berbicara berkeluh kesah tentang keseharian, alicia juga menceritakan tentang kesepiannya selama ditinggal oleh gibran.
Setiap hari juga alicia selalu menulis surat dan di bacakan di atas kuburan gibran
Dan surat itu di bacakan setelah ritual yasin, doa.
Dan itu di lakukannya dengan istikomah sampai ajal menjemputnya, dan alicia menepati janjinya bahwa dia tidak akan pernah berpaling dengan cinta yang lain walaupun gibran telah tiada
Karena alicia berkeyakinan bahwa ketika akan berpaling sejatinya gibran akan tahu dan melihat dengan jelas di alam keabadian sana.
Waktu terus berganti, tubuh fisik pun mulai berubah
Kulit mulai keriput, tubuh yang dahulu terlihat kokoh kini sudah lemah tak bertenaga
Di usia yang tua alicia harus menjalani hidup sendiri tanpa ada yang menemani
Hingga tiba waktunya di saat sakit sudah tidak bisa di tahan lagi, alicia memanggil anak asuh nya dan berwasiat kepadanya nak, jika besok aku meninggal makamkan aku di samping makam suami ibu ya nak...
Dan juga wasiatku, kubur aku dengan surat surat ini, aku ingin mati dalam keadaan cinta aku ingin mati dalam keadaan penuh kasih bersama suamiku
Aku tidak mau membiarkan surat surat ini dibaca oleh orang orang yang tidak paham tentang apa itu cinta, aku ingin tenggelam bersama lautan cintaku ini.
belum sampai di pagi hari, alicia meninggal dengan penuh cinta mulut nya terlihat tersenyum
Seakan akan mengabarkan bahwa dia sudah bersama dengan yang di cintainya.
pada saat prosesi pemakaman langit pun terlihat mendung bersamaan dengan pemakaman jenazah alicia gerimis turun yang tadinya langit terlihat sangat cerah seolah olah alam pun merasa kehilangan dengan sosok manusia yang penuh dengan kasih dan cinta ini sehingga alam ikut bersedih.
Pohon pohon di sekitar tempat pemakaman terlihat bergoyang memberikan angin segar nan sejuk kepada para pelayat yang seolah olah para pepohonan juga ikut berduka atas kehilangan sesosok manusia yang penuh dengan cinta itu.
Terlihat wanita tua yang dahulu mudanya selalu di puji puji kecantikannya namun kini dia sudah terbungkus kain kafan, dengan perlahan mayat yang penuh dengan cinta itu mulai di turunkan kedalam liang lahat tanah pun mulai menutupi liang lahat itu bersama dengan surat surat cintanya dia di makamkan.
Kini manifestasi dari sang maha cinta itu sudah kembali kepangkuan nya dengan membawa cinta yang luas dan sangat dalam.
__ADS_1
Selamat jalan alicia sekarang kamu sudah bersama orang orang yang kamu cintai di alam keabadian sana.