
Mendengar itu, Yeon Seo mengomentari bahwa Kim Dan telah berada di jalur yang salah, dan dia tidak paham dengan selera aneh Kim Dan. Tapi untungnya, dia tidak memecat orang karena itu. Jadi Yeon Seo berharap Kim Dan bisa berhenti bereaksi berlebihan.
“Aku akan membantumu. Kamu bisa melakukannya,” kata Kim Dan dengan yakin.
“Berhenti bicara omong kosong. Memangnya kamu siapa?” balas Yeon Seo, tidak mengerti.
“Seseorang yang ada hanya untukmu. Biarkan aku jujur. Tujuan hidupku... adalah kamu,” jelas Kim Dan, jujur. Tapi Yeon Seo menganggapnya seperti bercanda dan gila.
Hujan tiba2 turun, jadi Kim Dan pun kembali masuk ke dalam gedung untuk mengambilkan payung. Dan Yeon Seo yang menunggu di luar, dia memikirkan apa yang sebenarnya Kim Dan bicarakan barusan
Setelah meminjam payung, dengan gembira Kim Dan ingin kembali ke tempat Yeon Seo menunggu. Tapi tiba2 saja dia teringat bahwa dia tidak boleh terkena hujan. Sehingga karena itu, maka dia pun menjadi bingung dan di lema sendiri.
__ADS_1
“Astaga. Bagaimana ini? Kenapa harus hujan?” keluh Kim Dan.
Yeon Seo mengulurkan tangannya ke arah hujan. Lalu Kang Woo yang datang membawa payung, dia mengingatkan bahwa Yeon Seo bisa terkena flu. Kemudian Kang Woo mengajak Yeon Seo untuk kembali ke dalam mobil bersama. Tapi Yeon Seo menolak, karena dia sedang menunggu Kim Dan.
“Kalian berdua pasti sangat dekat ya. Aku belum pernah melihat seorang sekretaris berbicara dengan santai kepada majikannya,” komentar Kang Woo.
“Itu terjadi begitu saja. Bagaimanapun, dia bagus dalam pekerjaannya,” balas Yeon Seo.
Kang Woo kembali dengan membawa proyektor. Dia menjelaskan bahwa dia menyiapkannya, karena dia ingin menunjukannya pada Yoen Seo. Tapi Yeon Seo bahkan tidak mau meluangkan waktu selama 30 menit saja.
Kang Woo kemudian membuka video di hapenya. Dan video itu terpantul di dinding melalui proyektor. Lalu dia menjelaskan, “Moskow, 2006. Swanhilda dari ‘Coppelia’.Dewa balet mencintai seorang gadis muda, Oriental.”
__ADS_1
Video selanjutnya. “Berlin 2007. ‘Romantic Etude’.Seorang gadis berambut hitam melayang ke langit.”
Video selanjutnya. “London, 2008. ‘The Nutcracker’. Tarian Peri Plum Gula. Ratu mimpi memikat.’
Video selanjutnya. “Lausanne, 2019. ‘Don Quixote- Kitri’. Fantastis, fantatis, fantantis,” kata Kang Woo memuji gadis balet di dalam video. Lalu tiba2 saja dia mengatakan,”Aku menyukaimu,” katanya kepada Yeon Seo.
Kang Woo berdiri di hadapan Yeon Seo. “Aku sangat menyukaimu sampai gila. Harusnya kamu tidak hanya berjalan di darat memakai sepatumu. Kamu harus berjingkrak di awan, dan berlari disurga selestial. Biarkan aku membantumu memulai balet sekali lagi,” kata Kang Woo dengan percaya diri, memberikan penawaran pada Yeon Seo.
Didalam mobil. Kang Woo mengeluhkan Kim Dan yang pergi mengambil payung saat hujan, dan kembali saat hujan berhenti, sehingga karena itu mereka bisa sampai dirumah saat tengah malam. Dan Kim Dan membalas bahwa setidaknya karena itu, mereka tidak akan mengemudi di tengah hujan.
Tiba2 saja di tengah jalan tampak sesuatu, sehingga Kang Woo segera memutar stir dengan kencang. Dan karena itu, Yeon Seo teringat lagi mengenai kecelakaan yang menimpa dirinya dan Tn. Jo. Dengan kesakitan, Yeon Seo memegang kepalanya.
__ADS_1
Melihat itu, Kang Woo segera memegang tangan Yeon Seo dan menenangkannya. “Kamu baik2 saja sekarang. Semuanya baik2 saja. Aku disini, Lee Yeon Seo –ssi.”