ANTARA BENCI,CINTA DAN DENDAM (COMPLETE)

ANTARA BENCI,CINTA DAN DENDAM (COMPLETE)
14.Teror Arfan


__ADS_3

...Happy Reading...


Anastasya berjalan sedikit terburu-buru menuju parkiran, Fadhil mengajaknya untuk bertemu di tempat kemarin. Fadhil mengatakan bahwa ada hal penting yang ingin dia bicarakan mengenai Arum dan juga Arfan. Sesampainya disana, dia langsung menemui Fadhil yang sedang membaca bukunya.


“Baca buku apa Dhil?” tanya Anastasya sambil mengambil posisi duduk di depan Fadhil.


“Eh, Ica,” kata Fadhil melihat ke Arah Anastasya dan kemudian dia menutup bukunya “Ini buku kimia, rumus-rumusnya banyak yang nggak ada di buku paket sekolah, rumusnya juga rumit makanya gua mau babat habis buku ini sampai gua benar-benar bisa,” sambungnya.


“Fadhil mau cerita apa?” tanya Anastasya sambil menaikkan kedua alisnya.


“Arfan semalam dia kerumah gua dan dia cerita kalau-“ Fadhil menghentikan perkataannya, dia terlihat sedikit ragu untuk melanjutkan perkataannya.


“Kalau Apa Dhil?” tanya Anastasya semakin penasaran.


Fadhil langsung sedikit memajukan wajahnya kedepan “semalam Arum terror dia lagi,” jawab Fadhil mengecilkan volume suaranya.


Anastasya tersentak pelan karena dia juga semalam di terror oleh Arum. Dia mulai melamun, Fadhil langsung menggerakkan tubuh Anastasya supaya dia tersadar dari lamunannya. Anastasya langsung sadar dari lamunannya dan langsung menatap ke arah Fadhil.


“Are you ok?” tanya Fadhil memastikan keadaan Anastasya.


Anastasya hanya mengangguk “terus.. dia cerita apa lagi?” tanya Anastasya dan mulai memfokuskan dirinya kepada Fadhil.


Fadhil menceritakan dari awal semua yang diceritakan oleh Arfan, dia menceritakan semuanya secara lengkap. Dia menceritakan semuanya sesuai dengan apa yang diceritakan Arfan kepadanya.


“Entah kenapa gua merasa kalau Arum tuh kayak mau bilang sesuatu tapi nggak tau apa,” kata Fadhil berusaha memecahkan masalah dari semua ini.


“Arfan.. dulu punya masalah sama Arum?” tanya Anastasya.


“Kurang tahu deh, tapi setau gua Arfan itu anak pelaku bullying, dia adalah dalang dari semua perlakuan bully kepada Arum, dia adalah orang yang menghasut satu sekolah untuk membully dia,” jawab Fadhil memberikan sedikit info tentang Arfan.


Fadhil mulai menceritakan semua perlakuan Arfan kepada almarhumah Arum, Anastasya kecewa karena dia baru tahu kalau Arfran ternyata sejahat itu. Arfan yang telah membuat satu sekolah membully Arum, Arfan telah membuat Arum menjadi terluka setiap harinya.


“Mengapa Arfan selalu membully Arum?” tanya Anastasya serius dan semakin menikmati topic pembicaraan mereka.


“Untuk masalah itu gua nggak tau,” jawab Fadhil santai.

__ADS_1


Mereka terus berbincang hingga mereka tak sadar bahwa hari mulai malam, Mereka langsung mengakhiri pembicaraan mereka dan pergi dari tempat itu.


*****


Anastasya mulai duduk di mejanya di dekat jendela kamarnya lalu dia membuka laptopnya dan melakukan panggilan video dengan kakaknya yaitu Andika. Kak Andika merupakan kakak pertama Anastasya, saat ini kakaknya sedang melanjutkan pendidikannya di University Of Cambridge yaitu di Amerika Serikat. Kak Andika bisa berkuliah disana berkat beasiswanya, sejak dulu dia memang terkenal anak yang sangat pandai dalam setiap bidang mata pelajarannya terutama kimia.


“Hallo adik kecil menyebalkan kesayanganku, ada apa kamu menelponku? Kamu rindu ya sudah lama nggak bertengkar lagi dengan ku?” kata kak Andika dengan rasa percaya diri yang terlalu tinggi.


“Eh? Apa-apaan hah?” jawab Anastasya kemudian tertawa kecil.


“Kamu kenapa? Ayo cerita sama aku,” Anastasya diam karena dia bingung harus memulainya dari mana, dia hanya tersenyum sambil menatap kakaknya namun ekspresi kak Andika terlihat aneh, dia mengerutkan keningnya dan fokus kearah tempat tidur Anastasya.


“Kamu.. lagi di kamar sama siapa?” tanya  kak Andika.


Pertanyaan dari kak Andika membuat Anastasya sedikit merinding, namun dia berusaha menutupi rasa takutnya di hadapan kak Andika.


“A-aku sendirian kok,” jawab Anastasya.


“Tapi.. ada orang lain di atas tempat tidur kamu,” jawab kak Andika sambil menunjuk kearah kasur Anastasya.


Spontan Anastasya langsung melihat tempat tidurnya dan dia merasa lega karena dia tidak melihat siapapun disana. Dia menatap kakaknya dengan jengkel karena dia tahu bahwa kakaknya hanya mengerjainya saja.


“Apa sih kak! Jangan bercanda deh! Buat orang takut aja!” jawabnya dengan nada sedikit meninggi.


“Siapa yang bercanda sih,” jawab kak Andika kesel.


“Tapi nggak ada siapapun di tempat tidur aku kak, udah deh kay-“


“Iyalah nggak ada di tempat tidur, kan sekarang dia lagi berdiri tuh di belakang kamu, mukanya pucat banget eh tapi… kok kakak kayak kenal ya? Tapi siapa?” kata kak Andika membuat Anastasya mematung ditempat.


Dia langsung mematikan panggilannya dan mematikan laptopnya, dari layar laptop terlihat jelas bahwa Arum sedang berdiri dibelakangnya. Anastasya memejamkan matanya sambil membaca beberapa ayat-ayat Al-Qur’an untuk mengusir keberadaan Arum. setelah beberapa lama, dia membuka matanya dan melihat kelayar laptop yang telah mati, disana dia sama sekali tidak melihat keberadaan Arum.


Dia merasa lega dan langsung berdiri pergi menuju tempat tidurnya, namun saat dia membalikkan tubuhnya ternyata Arum masih berada di belakangnya dan kini jaraknya dengan Arum sangat dekat. Wajah Arum terlihat sangat menyeramkan.


Berhenti!!!, teriak Arum hingga membuat Anastasya terlempar hingga menabrak jendela kamarnya dan dia terhempas hingga teras rumahnya. Darah bercucuran deras dari tubuhnya, dia melihat kearah jendela kamarnya dan kini Arum sedang berdiri sambil tersenyum melihat kondisi Anastasya saat ini. Semakin lama pandangannya semakin gelap, kini Anastasya pingsan di depan rumahnya pada pukul 01:00.

__ADS_1


*****


Anastasya mulai membuka matanya dan melihat seisi ruangan yang saat ini dia tempati. Terlihat banyak sekali alat-alat kedokteran yang bisa dia tebak bahwa saat ini dia berada di rumah sakit.


“Ica? Ica udah sadar?” kata seseorang yang sepertinya sejak tadi menunggunya.


Orang itu ternyata adalah Fadhil, Fadhil langsung mengambil air minum untuk Anastasya.


“Lo kok bisa kayak gini sih Ca? Cerita sama gua, lo itu kenapa?” kata Fadhil terlihat seperti khawatir dengannya.


“Aku nggak kenapa-kenapa, aku mau berhenti memecahkan kasus Arum, Dhil.” Fadhil mengerutkan keningnya karena dia merasa bingung dengan keputusan Anastasya.


“Kenapa Ca?” tanya Fadhil meminta kepastian kepada Anastasya.


“Terserah aku dong, nggak usah mau tau,” jawab Anastasya nada tinggi.


Fadhil hanya diam, dia merasa bahwa Anastasya sedang menyembunyikan sesuatu darinya, keputusan Anastasya untuk berhenti mengungkapkan kasus Arum sangat tidak tepat namun dia juga tidak bisa memaksa Anastasya untuk tidak mengambil keputusannnya yang seperti itu.


Fadhil langsung mengganti topik pembicaraannya menjadi tentang kejadian di sekolah, korban selanjutnya saat ini adalah Fandri Alberto, dia ditemukan meninggal dunia di ruangan kelas 11 IPS 5. Sebenarnya Fandri merupakan siswa dari kelas 12 IPS 1 namun entah mengapa pembunuhnya meletakkan mayatnya disana. Semua satpam juga setiap saat selalu memeriksa setiap ruangan, namun sama sekali tidak pernah menemukan orang-orang yang dicurigai masuk ke sekolah.


Semua orang menuduh bahwa Vira lah dalang dari semua ini, Vira juga sudah di periksa di kantor polisi namun tidak ada bukti sama sekali bahwa dia merupakan pelaku dari semua kasus pembunuhan di sekolah, cap tangannya juga tidak cocok dengan cap tangan pelaku.


Kasus Arum semakin lama semakin rumit, pemecahan kasus yang mereka lakukan selama ini sama sekali tidak membuahkan hasil dan bisa ditebak oleh Fadhil tentang mengapa Anastasya tidak ingin melanjutkannya lagi karena sepertinya menurut Anastasya semua ini hanyalah sia-sia.


Arfan terlihat semakin pasrah bahwa dirinya  pasti akan dibunuh oleh Arum namun Vira selalu menyemangatinya supaya dia tidak menyerah dan tetap yakin bahwa Arum pasti tidak akan membunuhnya. Pengajian di sekolahnya sudah dilaksanakan, namun sama sekali tidak memberikan efek apapun.


Fadhil mendapatkan kabar tentang Anastasya dari pembantunya Anastasya yaitu bi Astri. Bi Astri menemukan Anastasya di depan teras rumah karena pak satpam kompleknya yang sedang jaga malam dan  kebetulan menemukan Anastasya yang sudah bersimbah darah didepan rumahnya. Pak satpam langsung memanggil penghuni yang berada di dalam rumah Anastasya, bi Astri langsung keluar dan panic melihat keadaan Anastasya lalu membangunkan pak Oji yaitu supir pribadi keluarganya Anastasya untuk membawanya ke rumah sakit.


Anastasya sudah di interogasi oleh pihak kepolisian, namun dia tetap bungkam dan dia hanya mengatakan bahwa dia lupa dengan kejadian semalam walaupun sebenarnya dia masih sangat mengingat kejadian semalam yang menimpanya. Anastasya masih trauma dan dia takut bahwa Arum akan mengganggunya kembali walaupun saat ini dia sedang di rumah sakit.


..._________________________________________...


...PENASARAN SAMA PART SELANJUTNYA?...


...BACA TERUS " A B C D " ...

__ADS_1


...DAN JANGAN LUPA VOTE DAN JUGA SHARE YA.....


...OH YA KALAU ADA YANG PERLU DIKOMEN,KOMEN AJA KARENA ITU SANGAT BERGUNA UNTUK SAYA...


__ADS_2