Apalah Arti Sebuah Keluarga

Apalah Arti Sebuah Keluarga
Sebelum Maut Memisahkan:Nira POV


__ADS_3

Beberapa bulan sebelum kejadian di KM 107......


In Suwon city


Nira heran melihat suaminya sedang melamun di teras.Gak biasanya sang suami bertingkah aneh seperti itu


"Yang,mikirin apa!!???"


Daun menoleh kearah sang istri dan menggeleng.Nira lalu duduk disamping suaminya itu dan memeluknya mesra


"Kamu mikirin apa sih!!???"


Nira bertanya dengan nada suara yg lembut sambil menatap suaminya itu sayang.Daun tak bergeming dan pandangannya kosong ke arah depan


"Yang semisal aku meninggal duluan gimana!!???"


Nira tersentak mendengar pertanyaan sang suami yg menurutnya aneh itu.Dirinya langsung menghadapkan daun ke arahnya sambil memasang wajah kaget

__ADS_1


"Jangan ngomong gitu,,,, Gak boleh"ujar nira sedikit meninggikan suaranya lalu memeluk daun erat erat.Terasa ada yg berbeda saat nira memeluk suaminya itu.Pecahlah tangisan nira ketika memeluk pria yg amat dicintainya tsb


Daun melirik kearah pintu dan terlihatlah seohwa yg tersenyum kearahnya.Ketampanan yg dimiliki seohwa memang turunan dari dirinya


"Papa jangan ngomong gitu"Daun mengangguk sambil tersenyum kearah putra pertamanya lalu dia mengecup sayang puncak kepala ibu dari anak anaknya itu lama nan mesra


"Aku gak mikirin apa apa,,,, Dua minggu lagi kita pulang ke Seoul yaaa aku juga tadi udah telfon haneul hyung katanya dia juga setuju"jelas daun sambil menggenggam kedua tangan istrinya.Nira hanya mengangguk sambil tersenyum manis.Daun menghapus air mata yg masih tersisa di kedua pipi bidadarinya tsb


Setelah makan malam,daun langsung masuk ke kamarnya.Gak biasanya memang pria itu bertingkah seperti itu dan itu sukses membuat kedua orangtuanya terheran-heran dengan tingkah laku putranya tsb


"Gak tahu pah"jawab nira sekadarnya sambil mencuci semua piring bekas makan mereka setelah itu wanita tsb masuk kamar menyusul sang suami


......................


Nira jadi sedih ketika mengingat hal tsb.Dia peluk tubuh mungil putra bungsunya sambil terisak.Wanita tsb tidak menyangka jika kelakuan aneh dan perkataan yg terlontar waktu itu sebagai pertanda jika hidup sang suami tak lama lagi


"Mah,kangen papa..."ujar seohwa sambil memasang wajah sendu.Nira mengelus sayang pipi sang putra sulung sambil tersenyum

__ADS_1


"Do'ain papa ya nak supaya papamu tenang disisiNya"kata nira lembut dan seohwa menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan kata kata sang ibunda


Saking rindunya pada sosok ayahandanya,seohwa sampai jatuh sakit.Hanya demam biasa sebenarnya tapi sebagai seorang ibu,nira tetap khawatir dengan kondisi putra sulungnya tsb


"Papa Junghoon,,,, Papa Junghoon"Seohwa mengingau memanggil manggil nama sang ayah.Nira hancur mendengar hal tsb dan air matanya jatuh membasahi kedua pipinya


'Ayang,lihat anakmu saking rindunya dengan sosok dirimu dia sampai sakit'batin nira mengadu pada sang suami yg telah tiada soal anak mereka.Nira menghapus air matanya sambil melirik ke putra bungsunya yg sedang ia susui


Nira mengecup sayang kening baby seojun dan tersenyum.Walau kini ia sudah sah menjadi seorang janda,tapi ia bahagia karena dikaruniai dua anak laki-laki yg tampan dan juga imut seperti ayahnya


Hingga saat ini,seohwa masih sakit.Padahal sudah nira bawa berobat ke dokter tapi suhu tubuhnya masih tinggi dan belum turun.Nira jadi kurang tidur karena merawat seohwa yg sedang demam tinggi


"Tuhan,sembuhkanlah putra hamba,,,, Jangan kau ambil dia dari hamba tuhan cukup suami hamba saja yg engkau panggil putra hamba jangan,Tuhan"gumam nira sambil memeluk tubuh lemah seohwa yg tengah terlelap.Air matanya terus mengalir deras di pipinya dan sesekali ia ciumi wajah putra sulungnya itu sambil tetap setia menangis


Ayah dan ibunya daun juga ikut sedih melihat sang cucu demam gara-gara kangen dengan ayahandanya


"Pah,kasihan seohwa"kata mamanya daun sambil melirik suaminya.Papanya daun mengangguk menyetujui ucapan istrinya itu

__ADS_1


__ADS_2