
selang beberapa hari asya kembali lagi ke sekolah dengan seperti biasa nya, kelas yang semula agak hening langsung ricuh saat asya melangkah masuk ke dalam kelas
"wah gue seneng banget kalo Lo sudah masuk gini" kata vio langsung memeluk asya erat
"uhuk.. uhuk.. sesek gue" kata asya melepaskan pelukan vio dengan kasar hingga tak sengaja asya hampir terjengkang ke belakang
grep
asya bengong seperkian detik saat tubuhnya kini di tahan oleh arash yang baru datang, mata keduanya memandang dan asya melihat dari pancaran dari mata arash penuh dengan kerinduan
sontak asya memutuskan terlebih dahulu kontak matanya, dan menetralkan tubuh dan hati nya
"sorry rash, si vio nih yang berulah" kata asya membela diri
"ye, gue juga gak sengaja, tapi untung papa yang tangkap mama" kata vio terkekeh
"HM"
hanya deheman yang keluar dari mulut arash dan langsung melenggang pergi menuju tempat duduk nya
"gila .. arash baru masuk udah dingin banget" keluh vio
"baru masuk?" tanya asya kebingungan
"iya, kemarin dia gak masuk, gak ada kabar nya, adik nya juga gak tau dia kemana" kata vio membuat asya bingung
pikiran asya melayang, arash tak masuk kemarin setelah malam nya dia menjenguk asya di rumah sakit, "apa ini ada hubungannya sama waktu arash jenguk gue?" gumam asya dalam hati
"eh mama, udah masuk" sapa Azka yang baru nonghol membuyarkan lamunan asya
"mama..." seru Ucup yang ada di belakang Azka berlari hendak memeluk asya
melihat Ucup yang berlari ingin memeluk nya, asya langsung berlari menjauhi nya, Ucup tak jera dengan asya yang menjauhi nya, malah ia terus gencar menggoda asya yang ingin memekuknya
"mama.. Ucup kangen" teriak Ucup dengan gaya seperti anak kecil
"Ucup, sialan sana Lo, ogah gue di peluk Lo" kata asya masih menghindari Ucup
"Ucup kangen ma" kata Ucup tak jera
hahahaha
sontak semua orang malah menertawakan asya yang di goda Ucup, kecuali arash yang hanya memperhatikan asya sekilas
brug
__ADS_1
asya tak sengaja menabrak seseorang yang akan masuk ke kelas
sontak semua nya terdiam, apalagi asya yang kini tengah tersungkur bersama orang yang di tabrak nya
"Lo gak papa?" tanya Bagas membantu asya berdiri
"sorry gas, gue gak sengaja" kata asya merapikan baju nya
"Lo mau kemana? mau kabur?" tanya Bagas karena masih melihat asya yang memakai tas nya
"hehe lupa belum di lepas tas nya" kata asya
"ayo gas cepetan" kata seseorang yang di belakang Bagas yang di jawab anggukan kepala dari Bagas
" sorry, minta waktunya sebentar, kita ke sini mau Rajia dadakan" kata Bagas
sontak teman teman asya heboh, terlebih banyak siswi yang belum sempat menyembunyikan alat alat make up mereka
"guys.. harap tenang" kata asya
mereka diam, tapi tetap gelisah dan hal itu tertangkap oleh asya, asya langsung memejamkan matanya, "fiks ini mah bakal kena omel lagi" kata asya dalam hati
"beb.." sapa seseorang di ambang pintu
"bel, masuk kelas sana, gue mau Rajia dulu" titah Bagas tapi tak di hiraukan gadis itu
"kita lagi tugas, mending Lo balik sana" timpal teman nya Bagas dengan sinis
"gue juga mau ikutan Rajia" kata bela tak mau keluar
dengan helaan nafas panjang, Bagas membiarkan bela terus mengikuti nya
Rajia berjalan lancar, banyak siswi yang kena Rajia, dan otomatis istirahat nanti asya harus menghadap BK untuk membawa alat alat make up teman nya yang di bawa OSIS
asya hanya tersenyum kecut dengan hari ini, baru juga dia istirahat 2 hari, sudah di suguhkan dengan Omelan guru bk, pikirnya
dengan helaan nafas panjang dan bersandar pada kursinya, asya langsung memijit pelipis nya yang merasa pusing
"dih kaya bocah" ejek bela saat Bagas dan bela menggeledah tas asya dan menemukan kotak bekal pada tas asya
"emang.. kenapa? mau? sorry ini di buat dengan cinta dari Abang gue" kata asya dengan mata penuh binar
"siapa juga yang mau" kata bela dengan sinis
"ye lampir" kata Ririn yang emosi
__ADS_1
dengan angkuh, bela berlalu dari meja asya meninggalkan bahas yang sedang masih menggeledah tas asya
"Lo udah sehat?" tanya Bagas dan di anggukan kepala oleh asya
"ouh ya, ini buat Lo" kata Bagas merogoh sebungkus coklat di saku celana nya
"bagasss" teriak bela dari jauh
bela sudah emosi saat Bagas memberikan asya coklat, sedangkan dirinya selama ini tak pernah di beri coklat oleh Bagas
" dasar cewe murahan" kata bela pada asya langsung menarik Bagas untuk keluar
"yang murahan itu yang mau mau nya di cicipi sebelum di beli" kata asya membuat bela dan Bagas menghentikan langkah nya
"lebih murah dari coklat ini sya" tambah Ririn dengan membuka coklat yang di beri Bagas untuk asya
"mau dong yang murah" timpal vio, sontak perkataan vio membuat asya dan Ririn tertawa, entah apa yang di tertawa kan tapi membuat Bagas dan bela sungguh di buat malu
Bagas langsung menarik bela keluar dari kelas asya, dan di ikuti oleh anggota OSIS yang masih bertengger di kelas asya
"ini semua gara gara Lo" bentak Bagas pada bela, tapi masih terdengar jelas oleh asya dan teman sekelas nya
"woy, cicip menyicipi saja, bagi dong" kata Rio
"sorry yo, murah sih tapi gak rela deh bagi bagi" kata asya yang langsung membuat Ririn dan asya tergelak
"otak si asya sudah terkontaminasi" kata Azka
sedangkan di luar kelas asya, bela sungguh di buat malu dengan asya dan kali ini dia di bentak juga di tinggalkan oleh Bagas di depan kelas asya
"gue gak terima di giniin" kata bela dengan menghentak hentakan kaki nya
"bela" teriak seseorang guru
"oops.. sial" gumam bela karena dia tau dengan suara yang sedang memanggilnya
"kenapa kamu masih di luar? jam pelajaran sudah di mulai dari tadi" kata guru itu setengah membentak
"iy-ya pak" jawab bela gugup
"sana masuk kelas" titah guru itu dengan sedikit berteriak
dengan jalan menunduk, bela menuju kelas nya tanpa Bagas, hati nya sungguh sudah di penuhi kebencian pada gadis yang selalu menjadi rival nya di sekolah ini
seorang gadis yang menurut bela tidak terlalu cantik, dirinya lebih dari gadis itu, tapi gadis itu mampu membuat seorang Bagas kini melirik nya, apalagi memberi coklat tepat di hadapan nya
__ADS_1