Arasya

Arasya
arash bucin


__ADS_3

pagi ini asya berangkat dengan arash, dengan sengaja asya bergelanjut mesra pada lengan arash


selain ingin bermanja ria, asya juga ingin tau siapa orang yang ingin merusak hubungan mereka


dan kali ini seringai nya di tuju pada sosok cowok tampan namun begitu menyebalkan bagi asya, siapa lagi kalo bukan reygan sang ketua OSIS


"selamat pagi pak ketua" sapa asya dengan senyum lebar nya


"ke sekolah mau belajar atau pacaran?" sindir nya dengan muka menyebalkan bagi asya


"ya belajar lah" jawab asya cepat "sekaligus belajar jadi istri " bisik nya terkikik


reygan hanya mendelik dengan jawaban sang kakak kelas nya itu, sebagai seorang yang perfeksionis reygan tidak suka dengan sikap asya


arash hanya terkekeh dengan sikap asya yang ingin membuat reygan kesal, asya seperti punya dendam kesumat, dan arash pun memaklumi dengan asya


"udah ayok, nanti jadi telat masuk kelas nya, kan berabe baru telat 2 menit langsung di hukum" kata arash


asya tersenyum senang dengan perkataan arash yang seperti sindiran untuk cowok di depan nya


"saya masuk duluan ya, bye bye babu nya sekolah" kata asya yang langsung menarik tangan arash


sedangkan di ruangan lab, kini kedua gadis tengah berdebat


"gue muak banget dengan muka tuh cewe"


"Lo punya dendam apa sama dia?" tanya nya


"gak perlu tau, yang jelas gue gak bisa sebebas dulu buat ngasih pelajaran pada tuh cewe"


"karena Bagas?" tanya nya


"salah satunya" jawab nya kesal


"gue denger denger nih ya, asya itu paling takut dengan gelap, berarti kita bisa manfaatin dengan malam"


"serius?" tanya


"ada teman gue yang ternyata mengidolakan dia, dan ternyata semua info tentang tuh cewe semua nya tau" jawab nya membuat matanya berbinar


"seperti nya gue punya ide"

__ADS_1


"apa?"


"malam hari" jawab nya berseringai


sedangkan di kelas XII IPA II kini tengah ramai dengan konser konser mini nya


padahal sebentar lagi bel masuk segera di mulai, namun mereka merasa tak peduli dan malah lanjut konser


"tan, kas aman" tanya asya


"tinggal para cowok sya" jawab nya mengeluh


"siapa saja?" tanya asya


" semuanya kecuali Rio dan arash" jawab intan


"Rio udah?" tanya asya heran


"kan semenjak sama Nadya Rio insyaf tapi yang lain nya belum" kata intan yang di angguki asya


"sini biar gue yang tagih, dan spidol sudah di isi" tanya asya lagi


"sudah" jawab nya yang hanya di angguki kepala oleh asya


"bayar woy.. kas kas" kata asya menghampiri meja di pojok sebelah kanan


"ya elah ma, gak ada uang"


"gue gak bekel ma"


"bayarin dong ma?"


"minta papa yuk?"


"ga ada minta papa, sekarang cepet pada bayar" kata asya tak ada halus halus nya


"seriusan ma gue gak ada uang" kata bian


"gue apa lagi ma, bekel gue cuma goceng" kata Ucup yang mengeluarkan uang nya yang hanya 5 ribu di dahi nya


"gak ada alasan cup, cepet bayar" kata asya tambah galak

__ADS_1


"Azka Lo juga belum bayar" titah asya


"ya elah sya, diskon dong" kata Azka


"Lo kata gue jualan baju pake diskon segala" kata asya menaikan nada nya


"cepat bayar semuanya, atau gue kasih tau Bu Ratna biar pada di hukum" ancam asya


mereka sedikit mencebikan mulut nya, tapi mereka tetap merogoh saku celana nya masing masing


"papa kata mama bayarin kas dong" kata bian berteriak pada arash


para teman laki laki yang lain nya juga ikut ikutan dengan membujuk arash meminta di bayar kas nya


sedangkan asya mendengus kesal menatap bian, teman teman yang tadi ingin mengeluarkan uang nya malah gak jadi karena teriakan bian


"pa kata mama kalo papa mau bayarin nanti mama cium deh" bujuk Ucup membuat mata asya melotot


"iya nanti papa yang bayar" jawab arash lantang


mereka bersorak dengan jawaban dari arash, bukan karena uang kas yang di bayar oleh arash namun mereka lebih bersorak karena bujukan Ucup yang mengatakan akan di cium arash


"ga ada ya" sanggah asya cepat "cepat bayar sendiri sendiri" kata asya galak


"papa nih mama marah marah Mulu, cari mamah baru aja deh pah" ledek rival


asya melotot dengan perkataan rival, mereka malah semakin menjadi meledek asya


"papa cium dulu deh mama nya biar jinak" kata Ucup


"Lo pikir gue apaan cup" kata asya mulai kesel


"mamah gak dapat jatah ya dari papa, makan nya marah marah terus" kata bian ikutan sok polos


"gak usah banyak cingcong deh, cepetan bayar sini, atau gue aduin ke Bu Ratna, atau sama si ketos itu biar kalian pada di hukum" kata asya


"pa-


"papa bantuin mama suruh mereka bayar dong, nanti mama kasih servis deh" kata asya memotong ucapan Ucup


arash melirik asya yang menjadi mode centil, sedangkan teman teman nya pada melongo dengan sikap asya

__ADS_1


dengan sigap arash langsung berdiri dan menyuruh mereka untuk bayar, sebenarnya arash bisa saja buat bayar semuanya namun asya menyuruh mereka untuk bayar sendiri


para cowo mendengus kesal, padahal uang mereka lebih dari cukup namun para laki laki selalu susah jika di suruh untuk bayar uang kas


__ADS_2