Arasya

Arasya
bersama sahabat


__ADS_3

di sebuah mall besar, asya dan teman temannya baru saja selesai menonton film di bioskop


"kuping gue sampe pengang anjir.." kata vio menggosok telinga nya


"sport jantung gue" kata asya mengelus dadanya


"enak nya kalo nonton horor sama doi" timpal Ririn "ya gak sya" kata Ririn menaik turunkan alisnya


"udah lah yuk, cari makan dulu sebelum pulang" elak asya jalan duluan


asya tau, Ririn akan terus menanyakan hubungan nya sama arash, dan itu hal sedang ia hindari saat ini


betapa sakit nya kalo di ingat, dengan sikap hangat nya arash itu tanpa ada kejelasan dalam hubungan nya, tapi asya terlalu gengsi untuk menanyakan terlebih dahulu


tapi jika berhadapan dengan arash, sulit bagi asya untuk tak sampai membawa perasaannya


"ini kita makan di sini?" tanya asya setelah mereka berhenti di depan salah satu tempat makan ala Korea


"Lo belum nyoba sya, nyoba aja dulu" kata Sasa


"oke deh" kata asya mengikuti mereka


setelah memilih tempat duduk nya, asya hanya fokus ke bahan bahan yang ada di meja makan nya


"ini makan nya gimana guys" kata asya yang belum pernah sama sekali makan di sini


"bentar sayang, nanti ada pelayan nya yang ngasih arahan" kata vio dengan mata fokus ke layar ponsel nya


"eh ada mantan" sapa seseorang membuat asya dan teman teman nya langsung melihat ke arah pria yang menyapa Sasa


"Lo ngapain?" tanya Sasa melotot kan matanya


takut akan sikap nya yang akan melakukan sesuatu pada sahabat nya, dengan reflek Sasa menghalangi wajah asya yang sedang duduk dengan nya


namun sayang, Satya sudah lebih dahulu melihat seseorang yang pernah menghancurkan kisah asmaranya


"eh ada asya, calon istrinya Satya" kata Satya menyapa asya


sedangkan asya hanya mengernyit, lupa lupa ingat dengan wajah seorang pria di depan nya, maklum lah pikiran asya kali ini sedang di kelilingi arash jadi tidak mampu untuk mengingat seseorang dengan sekilas, apalagi hal yang berbau tidak penting menurut asya

__ADS_1


"siapa ya?" kata yang keluar asya dengan kebingungan


sedangkan dua orang teman dari Satya sudah terbahak saat mendengar perkataan asya, begitupun dengan teman teman asya


"Lo lupa dengan seorang cowo yang di buat hancur hubungan nya setelah Lo ngasih sebuah tespek palsu" kata Satya berseringai


"ouh itu Lo? gimana sekarang? sudah merasakan sakit nya? gue harap sih Lo jera sebelum dapat sesuatu yang lebih" kata asya setelah mengingat siapa cowo tadi


di lirik nya Sasa sahabatnya, mukanya sudah merah padam, dengan sorot mata tajam yang tak lepas mengarah pada Satya


asya tau Sasa ingin melindungi nya dengan mencoba menghalangi wajah nya dari Satya


"wow, ini cewe berani guys" komentar salah satu teman Satya


"emang Lo pikir, kita gak pada berani sama kalian" timpal Ririn yang sudah berani


"tenang dulu, gue kesini cuma mau bertanggung jawab atas tespek yang Lo kasih waktu itu, setidaknya gue mau bertanggung jawab atas ketidak salah an gue" kata Satya tenang


cibiran dari orang orang yang berada dekat dengan meja asya langsung di dengar oleh Satya


"yes... di permalukan di tempat umum, Lo harus merasakan apa yang gue rasa kala itu" kata Satya dalam hati bersorak senang


"cewe nya sasimo kali, sana sini mau"


"so cantik"


cibiran demi cibiran dapat asya dengar, rasanya asya ingin menyiram muka Satya dengan kuah panas di mangkok nya, tapi itu bukan gaya asya


"asal Lo tau, itu tespek palsu, kita sengaja buat Lo putus dengan cewe Lo supaya Lo merasakan gimana rasanya di tinggalin pas lagi sayang sayang nya" kata vio menggebu


"lagian, kalo Lo gak selingkuhin sasa, kita juga ogah berurusan sama Lo" timpal Ririn


"udah deh Satya, lebih baik kalian pergi sana, jangan ganggu kita lagi, urusan kita sudah selesai" kata Sasa bersuara setelah dari tadi menahan emosinya


"tenang guys, kalian duduk aja dulu" kata asya menenangkan teman nya "dan untuk Lo Satya, Lo orang yang ke 248 yang bilang gue hamil dan mau bertanggung jawab, bagaimana gue bisa hamil ? melakukan itu juga belum pernah, gue bukan Siti Maryam yang bisa hamil tanpa di sentuh ya" kata asya menaikan nada bicaranya


dan perkataan asya tadi langsung membuat orang orang yang mencibir asya tadi balik mencibir Satya


"dan asal Lo tau Satya, gue mending di periksa aja, apa gue hamil atau enggak, sekalian periksa apa gue virgin atau udah enggak, karena gue belum pernah melakukan itu, jadi kalo Lo terobsesi sama gue, mikir dulu caranya gimana? gak kaya cara murahan kaya gini" kata asya membuat teman temannya tersenyum miring

__ADS_1


sedangkan Satya sudah malu banget dengan perkataan asya, apalagi kedua teman nya juga sudah memaksanya untuk pergi


"udah ayo pergi sat, malu gue" kata salah seorang teman nya


"asya, ini belum berakhir" kata Satya yang sudah menahan malu nya di liat banyak orang


"sana pergi yang jauh" kata Ririn mengibaskan tangan nya


"ke planet mars sekalian" timpal vio


sedangkan Sasa dan asya hanya diam dengan segala pikiran nya


asya yang berpikir akan ada drama lagi kelanjutan nya tapi Sasa merasa bersalah dalam hal ini


Satya adalah mantan nya, dan sekarang mantan nya terlibat pertikaian dengan sahabatnya


"sorry sya, ini gara gara masalah gue" kata Sasa membuat mereka mendongakkan kepalanya


"no problem sya, ini masalah kita, bukan masalah Lo doang, kita yang mau buat balas mantan Lo" kata asya menenangkan


"kita sahabat sa, masalah Lo juga masalah kita, dan kita gak mau Lo kembali murung lagi" timpal vio


"heem, janji akan selalu ada untuk bersama" timpal Ririn merentangkan tangan nya di depan


"janji" timpal asya


"janji" timpal vio


"janji" kata Sasa berseru


"thank ya, kalian sudah mau jadi keluarga kedua gue" kata Sasa yang langsung di balas pelukan bersama


"udah ah, jangan melow melow, kita makan aja sekarang, quality time bersama itu sangat berharga" kata Ririn yang tak suka dengan suasana sedih


dengan gembira, mereka menghabiskan waktu hari ini bersama, saling menyayangi, menasehati, dan saling mengingatkan itu yang mereka lakukan selama 2 taun ke belakang saat di pertemukan di awal sekolah di SMA


bahkan dengan mereka asya mampu menghilangkan rasa galau dan sesak sekaligus saat pikiran nya yang sudah di penuhi dengan nama arash


kekonyolan mereka mampu membuat asya melupakan sejenak tentang arash

__ADS_1


__ADS_2