
Setelah beberapa menit Eden mengisi perutnya, kemudian dia mengemasi barang barangnya dan ingin segera melanjutkan perjalanan.
''Semoga saja aku bisa keluar dari hutan ini dan menemukan suatu pemukiman yang ada orangnya''.
''Setelah itu aku akan mencari cara untuk bisa kembali pulang kerumah. Bibi pasti mencariku setelah beberapa hari aku tidak pulang''.
Setelah itu Eden kembali di peringatkan misinya.
[MISI]
[Bertahan hidup di dalam hutan dan bunuh monster yang menyerang anda]
[Kemajuan [0/20] ]
[Waktu : 6 hari ]
[Hadiah : 12540 exp, 60 gold ]
[Gagal : - ]
''Aku belum ada kemajuan dalam misi, huuuhhh...''.
''Bagaimana pun aku harus bertahan hidup dan kembali pulang ke rumah''. Batin Eden dengan semangat.
Eden tidak tahu apa yang harus dia lakukan kepada misinya. Setelah tak lama berjalan, kemudian Eden merasakan getaran di ikuti dengan langkah kaki. Kemudian Eden menjadi waspada dan melihat kearah getaran itu.
''Apa itu monster, monster macam apa yang membuat getaran seperti ini''.
Setelah itu, Eden melihat kearah monster itu kira kira ukuran tingginya 3 meter berbadan besar memiliki kepala seperti kadal dan berdiri tegak seperti manusia sambil memegang tombak.
__ADS_1
[Nama : Hag ( Lizardman ) Lv.25 ]
[Kesehatan : 1120/2500 ]
[Mana : 150/150 ]
[Stamina : 3178/3800 ]
''Dia sendirian, melihat kesehatan dan staminanya berkurang, sepertinya dia habis bertarung dengan sesuatu''.
''Aku akan mencoba melawannya''.
Setelah melihat mahluk itu Eden meletakkan barang bawaanya dan memikirkan strategi untuk menyerangnya. Eden mengambil kampak di inventorynya. Melihat ranting pohon yang tajam di tanah eden mengambilnya dan mengaktifkan skil Auto survivalnya.
[Skil Auto survival telah aktif]
Hag yang mendengar suara langkah kaki berbalik melihat ke arah datangnya suara langkah kaki itu. Belum menyadari keberadaan Eden, Hag dikejudkan dengan serangan Eden yang menancapkan ranting pohon dimata kirinya.
''Siapa yang berani beraninya menyerangku''. Kata Hag yang sedang marah.
''Makhluk ini bisa bicara, berarti dia memiliki kecerdasan aku harus hati hati''. Batin Eden.
Kemudian Eden kembali menyerang kali ini dengan kampaknya dan dia menyerang kaki Hag. Sontak saja Eden terkejut karna kampak nya hanya menggores kakinya.
''Apa...?! kampak ku tidak bisa melukainya''.
Kemudian Eden yang melihat kampaknya tidak melukainya berjalan mundur menjauhi Hag.
''Kau... kau manusia sialan, beraninya menyerangku akan kubunuh kau!''. Teriak Hag dengan memberatkan suaranya.
__ADS_1
Eden masih dikejutkan dengan kampaknya yang hanya menggores kaki Hag.
''Apa ini karna perbedaan level?''.
''Bagaimana tidak aku hanya level 2 dan melawan level 25, sungguh sial''. Batin Eden.
''Aku harus mencari cara lain untuk mengalahkannya''. kali ini berbeda dengan sebelumnya saat Eden melawan beruang itu, Eden semakin tenang saat bertarung.
Belum selesai berfikir, Hag dengan cepat melancarkan serangan tombaknya lurus ke arah Eden. Eden yang dapat melihat dengan jelas serangan tombak dari Hag, dengan cepat menangkis serangan Hag dan berhasil menghindari serangannya.
''Sial kuat sekali''.
''Jika bukan karna efek dari skil aku pasti sudah mati''.
''jika sudah begini aku kabur saja!''. Batin Eden.
Eden langsung bergegas melarikan diri kembali ke arah dia meletakkan tasnya yang berisi barang barang bawaannya. Eden langsung membuka inventorinya, karna dia sudah mengambil kampaknya di slot yang kosong Eden memasukkan tasnya.
Eden melihat kebelakang, dan ternyata Hag mengejarnya. Karna Eden melukai mata kirinya, Hag pun agak terhambat mengejar Eden.
''Sepertinya dia kesusahan''. kata Eden dengan senyum menyeringai.
Eden pun mendapatkan ide untuk menjebak Hag. Kemudian Sambil berlari Eden mencari tempat yang bagus untuk melancarkan jebakannya. Setelah berlari agak lama Kemudian Eden berhenti seketika karna melihat jurang yang sangat dalam di depannya.
''Bagus dengan jurang ini mungkin dia tidak dapat hidup lagi''.
Sambil melihat kembali kebelakang dan terlihat Hag yang sudah tidak terlihat.
Eden memulai rencananya yang akan menjebak Hag. Kemudian dia mengambil tali dari inventorinya dan memasangnya ke pohon yang ada di dekat sana.
__ADS_1
''Untungnya dia terlambat mengejarku, dengan ini aku bisa menjebaknya''. kata Eden sambil melihat kebelakang.