
Kemudian, Eden berlari ke arah para gerombolan monster itu dan ketika akan menyerang, monster itu duluan di serang oleh Lasse dan seketika Eden menghentikan langkahnya.
''A...apa...? hey itu buruan ku!''. Teriak Eden kepada Lasse.
''Hey kau dengar tidak''.
Tetapi dia mengabaikan teriakan Eden dan terus melesat menyerang monster monster itu dengan cepat dan lihai. Kemudian, Eden bergerak kembali dan ingin menyerang monster yang ada di dekatnya, tetapi selalu saja di dahului oleh Lasse. Eden menjadi sangat kesal karna tidak dapat bagian untuk menyerang monster, dia pun berjalan mundur dan berhenti sejenak sambil melihat pergerakan Lasse.
''Sial... dia cepat sekali, aku membutuhkan monster itu untuk menyelesaikan misiku, aku harus meningkatkan kecepatanku''. Kata Eden dalam hati.
Kemudian, dia pun memutuskan untuk memasukkan semua poin statnya ke agility. Setelah itu Eden kembali melihat skil Auto Survivalnya dan terlihat waktu pendinginan dari skilnya sudah selesai. Tanpa berpikir panjang Eden pun langsung mengaktifkan lagi skilnya.
[Auto survival telah aktif]
''Aku merasakan tubuhku lebih ringan. hehehe.... dengan ini aku tidak akan membiarkan mu seenaknya sendiri mengambil buruanku''. Kata Eden dalam hati sambil tersenyum licik.
Kemudian, Eden langsung berlari dengan cepat menuju Lasse yang sedang melawan gerombolan monster. Ketika Lasse akan menyerang monster yang ada di sebelahnya, tiba tiba dia melihat Eden yang dengan cepat melancarkan serangan kampaknya ke arah leher monster itu dan seketika kepala dari monster itu terpenggal. Lasse pun terkejut karna Eden yang tadinya sangat lambat baginya tiba tiba kecepatannya meningkat.
__ADS_1
''Errgg... sialan itu menjijikkan, walaupun itu bukan manusia tapi tetap saja itu masih membuatku merasa mual. Rasanya sangat berbeda saat memenggalnya dari pada menyerang bagian tubuh lain''. Kata Eden dalam hati sambil menatap kepala monster yang terpenggal itu.
Saat ini Eden masih belum terbiasa mengalami rasanya membunuh monster karna monster monster itu berbeda dengan apa yang di pikirkan oleh Eden. Moster yang biasa dipikirkannya memiliki darah berwarna hijau tetapi di sini di dunia Areta monster monster ini memiliki darah berwarna merah yang mirip seperti manusia. Oleh sebab itu dia seperti memiliki rasa bersalah saat membunuhnya.
''Manusia, aku tidak butuh bantuan mu membunuh monster ini''. Kata Lasse sambil mengerutkan alisnya.
''Aku tidak membantumu, aku hanya membunuh buruanku yang kebetulan ada di dekat sini''. Balas Eden memalingkan pandangannya ke arah Lasse
Lasse yang mendengar balasan dari Eden yang tidak menyenangkan menjadi kesal sambil menatap tajam ke arah Eden.
''Kali ini coba saja siapa yang paling cepat membunuh mereka''. Kata Lasse sambil menatap para monster yang jumlahnya sudah berkurang setengah dari sebelumnya.
Eden yang mendengar itu merasa tertantang dan berjalan menghampirinya dan berdiri sejajar di samping Lasse sambil menatap para monster itu.
''Baiklah, aku tidak peduli seberapa cepat kamu bergerak. Tapi aku tidak akan menyerahkan buruan ku begitu saja padamu''. Kata Eden dengan tenang dan menunjukkan wajah yang sedang serius.
Dalam hati Eden ''Aku harus terbiasa dengan ini, mungkin bibi saat ini belum mencariku dan mengira kalau aku masih berkemah di dalam hutan itu. Aku bilang pada bibi kalau aku akan berkemah 4 hari, jadi aku harus mencari cara agar bisa kembali pulang ke rumah sebelum lewat 4 hari. maka dari itu aku akan menyelesaikan misi ini terlebih dahulu.
__ADS_1
Setelah itu Lasse melirik kearah Eden dan dia pun heran dengan ekspresi Eden yang sedang serius itu.
''Kenapa dia sangat ingin memburu monster monster ini''. Kata Lasse dalam hati dan masih menatap kepada Eden.
Kemudian, Eden yang menyadari kalau dirinya sedang dilihat, dia pun langsung menoleh ke arahnya dan tatapan mereka pun bertemu. Keduanya saling memandang beberapa saat sampai mereka sontak tersadar dan langsung memalingkan pandangan mereka kearah lain, dan terlihat wajah mereka sedikit memerah.
''Kenapa dia menatapku ?''. Kata Eden dalam hati dan masih memalingkan wajahnya.
Setelah itu, tak jauh dari Lasse dan Eden yang sedang melawan monster, teman Lasse yang bernama Jeru hanya dapat melihat tingkah laku mereka berdua dari atas pohon. Jeru sesekali membantu mereka membunuh monster yang terlihat akan melarikan diri dengan anak panahnya. Karna dia memiliki skil yang seperti pengelihatan elang, Jeru sangat bagus dalam hal membidik dan menembakkan anak panah.
''Apa yang sedang mereka lakukan?, baru kali ini melihat tingkah Lasse yang seperti ini''. Kata Jeru dalam hati.
Setelah itu, Eden yang sudah memalingkan wajahnya dia kembali menatap para monster itu dan dia melihat keanehan dari para monster itu. Para monster itu berhenti menyerang dan terlihat seperti membelah barisan dan akan memberikan jalan.
''Sepertinya ada yang aneh dengan monster itu!''. Kata Eden.
''Sepertinya dia akan muncul''. Kata Lasse dengan senyuman.
__ADS_1