Auto Survival

Auto Survival
Penghuni hutan


__ADS_3

''Egh...! kau ini masih saja dingin, hah...''.


''Baiklah biar aku yang bertanya''. lanjut sesosok yang berdiri di belakang.


''Hei manusia, sebenarnya kami sudah mengawasi mu sejak kemarin malam dan kami melihat semua apa yang kau lakukan, sebenarnya mau apa kau di dalam hutan ini?''. Tanya sesosok tadi.


Eden yang tadinya diam melihat mereka berbincang mulai menjawab pertannyaan mereka.


''A...aku...''.


Belum saja Eden menjawab, tiba tiba saja mereka di kejutkan dengan kemunculan gerombolan monster dan menghentikan pembicaraan mereka.


''Kenapa harus sekarang sih''. Kata Eden mengeluh sambil melihat ke arah gerombolan monster.


''Apa apaan jumlah mereka itu''.


''Meskipun level mereka kebanyakan di bawah 25, jika mereka menyerang bersamaan aku akan kewalahan''.


''Apa mereka berdua juga akan bertarung dengan monster ini''. Batin Eden sambil melihat mereka berdua.


Sambil memikirkan gerombolan monster Eden pun bersiap siap dan berwaspada bila terjadi pertarungan. Kemudian dia ingat kejadian sebelumnya kampak yang dia gunakan tidak bisa melukai monster. Kemudian dia kembali membuka toko dalam sistem untuk membeli senjata. Di sana terlihat banyak jenis dan bermacam macam bentuk senjata. Ketika melihat lihat sebentar Eden menemukan senjata jenis kampak dengan bentuk mata yang melengkung seperti bulan sabit yang harganya hanya 5 gold. Tanpa pikir panjang Eden membeli kampak itu.


{KAMPAK PEMBELAH BAJA} <5 Gold>


{Tingkat : Rare}

__ADS_1


[Atk : 500 ~ 600]


[Str : + 10]


[Vit : + 10]


[Saat di gunakan untuk membelah baja Atk : 1000 ~ 1200]


''Padahal kampak ini tingkat rare tapi ini sangat murah di bandingkan senjata yang lain, sepertinya sistem sangat baik padaku!''. Kata Eden dengan mata bersinar.


Setelah itu, melihat Eden yang tiba tiba memunculkan kampak di udara, kedua orang tersebut terkejut dengan apa yang di lakukan Eden sehingga tidak memperhatikan sekelilingnya.


''Di belakang kalian...! awas!''. Teriak Eden sambil berlari mengayunkan kampaknya menyerang monster yang berada di belakang kedua orang tersebut. Setelah mendengar teriakan Eden, mereka pun tersadar dan bersiap untuk bertarung.


''Jeru! naiklah ke atas pohon dan hujani mereka dengan panah dari atas''. ucap sesosok berjubah hitam yang berdiri di depan tadi memerintahkan temannya.


Setelah memerintakkan temannya dia kemudian berjalan menuju Eden yang sudah membunuh satu monster.


''Manusia, menyingkirlah!''. Ucapnya sambil berjalan kearah Eden, kemudian dia membuka tudung jubahnya dan menarik dua pedang dari balik jubahnya.


Eden yang mendengar ucapannya Kemudian berbalik menoleh ke arahnya. Eden pun di kejutkan sekaligus terpana dengan penampilannya yang ternyata sesosok di balik jubah itu adalah wanita cantik, dia memiliki pupil mata berwarna hijau cerah dengan wajah yang putih mulus agak kemerahan, daun telinganya panjang dan rambutnya berwarna putih perak di ikat memanjang kebelakang.


[Nama : Lasse ]


Title :

__ADS_1


[Ras : Elves]


[Job : Sword Dancer]


[Kesehatan : 33500/33500]


[Mana : 23110/23420]


[Stamina : 27890/28200]


''D..dia level 87, mustahil aku bisa melawannya''.


''Bar kesehatan dan staminanya sangat banyak''. Kata Eden dalam hati dengan wajah terkejut.


''Ternyata dia penghuni hutan pantas saja dia bertannya apa yang aku lakukan di hutan ini, dia mewaspadaiku''. Dalam hati Eden.


''Apa yang mau kau lakukan?''. Tanya Eden kepadanya.


Tetapi dia hanya diam tidak membalas pertannyaan Eden. Kemudian dia memasang kuda kudanya dan bersiap untuk bertarung. Setelah gerombolan monster itu sudah dekat dia berlari melesat menuju gerombolan itu dan menebas monster monster itu dengan membolak balikkan pedang dan badannya kemudian berputar menghindari serangan monster monster itu. Gerakan yang anggun tetapi sangat cepat dan lincah sehingga monster monster itu tidak dapat mengimbangi gerakannya.


Kemudian Eden yang melihat itu di buat kagum, seolah olah dia sedang menari di dalam gerombolan monster dan dengan mudah menghindari serangan dari gerombolan monster itu. Dan dalam sekejap monster itu mati setelah terkena beberapa tebasan dari pedangnya.


''Keren sekali''. Kata Eden dalam hati dan tersenyum kagum.


Eden melihatnya tanpa berkedip sekalipun, karna dia terus terusan dibuat kagum dan kemudian setelah beberapa saat itu dia tersadar.

__ADS_1


''Kalau begini terus aku tidak akan kebagian melawan monster dan aku tidak mendapatkan gold untuk membeli skil''.


''Aku akan ikut menyerang juga''. Kata Eden dengan menggenggam erat kampaknya.


__ADS_2