Awal Mula Kesedihan Yang Berakhir Tragis

Awal Mula Kesedihan Yang Berakhir Tragis
Episode 3


__ADS_3

Setelah melalui banyak hal tak terasa usia kandungan nina sudah delapan bulan dan dia dan andi tinggal di rumah orang tua nina.


"mas kamu nggak cape pulang pergi dari kerjaan ke rumah,ucap nina pada andi.


"Nggak ko sayang,kan demi kamu apalagi kandungan mu sudah berusia delapan."Aku pengen jadi suami siaga di saat kamu mau melahirkan nanti.


"Makasih ya mas kamu selalu temenin aku,nina pun memeluk andi.


Andi tidak berani meninggalkan nina di rumah sendirian karna sudah beberapa minggu ini nina tidur tidak tenang dan selalu mendapatkan teror dari orang yang tidak di ketahui.


"Sayang besok kita cek kandungan kamu ya,ucap andi.


"Iya mas sayang.


Keesokan harinya andi dan nina kedokter memeriksa kandungan nina yang sebentar lagi akan beranjak sembilan bulan.


"Bagaimana dok,ucap andi.


"Alhamdulillah pak kandungan ibu nina baik-baik saja dan bayinya selalu aktif di dalam perut ibunya.


"Alhamdulillah,ucap nina dan andi bersamaan.


ketika malam minggu nina dan andi yang memadu kasih pada malam minggu setelah setelah selesai sekitar jam dua belas malam tiba-tiba saja nina merasakan sakit pada perutnya dan memarahi andi karna dia melakukannya dengan tidak pelan-pelan hingga nina merasakan sakit setelahnya,namun ketika nina kekamar mandi ia terkejut melihat bercak dara yang menandakan tanda-tanda akan kontraksi.Nina pun berteriak memanggil andi dan memberi tahu nya namun belum sempat andi datang tiba-tiba nina merasakan sakit pada perutnya yang sangat-sangat sakit.


Melihat istrinya kesakitan andi pun menelfon ayah dan ibu mereka dan bergegas membawa nina ke klinik terdekat,Bu bidan bilang masih belum karna masih buka satu.

__ADS_1


Dengan merasa kesakitan nina hanya bisa menahannya namun ia tidak menangis,hanya saja keringat nina bercucuran terus-terusan.


"Mas aku lapar, tiba-tiba ucap nina.


andi pun tersenyum sembari mencium kening istrinya,"Baiklah sayang aku akan beli makan dulu ya buat kamu.


"Iya mas,aku pengem makan sup ayam ya mas.


"Baiklah sayang ku,sambil berlalu pergi andi merasa bahagia dan juga dek-dekan menantikan kelahiran anak pertanyaan.


Setelah makan dan begitu lama merasakan kesakitan nina pun melahirkan seorang putra pada hari minggu jam sebelas siang.


Kedua orang tua nina sangat bahagia begitu pun andi,Hanya orang tua andi yang merasa kecewa namun mereka pura-pura ikut bahagia karna banyak orang yang melihat di klinik itu.


Sorenya nina dan bayinya di bawa pulang kerumah.


"Iya sayang,dia anak pertanyaan kita.Ujar andi sambil mengecup kening istrinya sembari tersenyum bahagia.


Besoknya mereka mengadakan acara pemberian nama untuk anak mereka,Banyak ucapan yang datang dan do'a-do'a dari para tetangga.Nina sangat bahagia dan juga merasa gusar akan perilaku orang tua andi yang baik ketika di depan orang namun di belakang selalu menjelek-jelekan kan nina yang hanya bisa memberi mereka cucu laki-laki bukan perempuan yang seperti mereka harapkan selama ini.


selama ini nina hanya diam dan menahan semuanya sendiri dan cuma bisa menangis tanpa andi tau,namun lama-kelamaan andi mengetahui sendiri apa yang telah orang tuanya lakukan pada nina selama ini di belakangnya.


Andi hanya bisa diam menutup mata dengan apa yang di lakukan ibunya,nina selalu nurut sama andi hingga ia tak memikirkan perasaannya sendiri dengan andi yang tunduk pada ibunya.


Suatu hari nina pergi kerumah ibu andi bersama andi,ibu andi ingin meminjam uang pada andi namun andi tak ada uang sama sekali sedangkan nina mencukupi hidup mereka sehari-hari dengan di bantu ibunya nina.

__ADS_1


"Andi masa kamu tak punya uang,selama ini kamu kerja uangnya kemana ucap ibunya.Andi menjawab dengan nada rada marah tapi dia marah pada nina bukan ibunya,"Bu uang semuanya aku kasih kenina,tapi nina boros banget uang selalu habis di tangannya.


Nina terkejut dan tak terasa air matanya hampir keluar namun ia tahan dan hanya diam di salahkan oleh suami dan di katain oleh mertuanya.


Sesampainya di rumah andi tidur dan nina hanya bisa menangis memingat apa yang di katakan suaminya tentang dia,Dia berfikir dengan sambil bergumam dalam hati."Ya Allah salah ku di mana,aku selalu menerima semua perbuatan mertua ku tapi kini suami ku berkata seperti itu dan itu sangat menyakitkan hati ku.Selama ini aku menerima uang pas-pasan dari suami ku dan cukup tak cukup aku mencoba membaginya dengan pas untuk kebutuhan satu bulan dan itu tetap kurang dengan kebutuhan semuanya.


nina yang pusing berfikir dengan apa yang salah dia selalu membagi uang belanja bulanan yang di kasih suaminya,sedangkan uang itu selalu pas-pasan bahkan terkadang kurang.


Hingga suatu hari nina mendengar kabar dari teman suaminya bahwa andi naik jabatan yang tadinya hanya krani perusahaan sekarang kadi mandor perusahan dengan gajih empat sampai lima juta perbulan,nina sangat bahagia tapi ternyata setiap bulannya nina tetap di kasih uang pas sama andi bahkan kadang kurang.


nina tidak protes dan tidak bertanya berapa gajih andi.


Hingga suatu hari uang nina tinggal sepuluh ribu buat beli sayur untuk hari ini makan mereka dan anaknya namun andi meminta uang itu dan di belikan rokok,nina bingung karna tak ada lauk atau sayur untuk makan dan akhirnya nina memetik daun ubi di samping rumah untuk di jadikan lauk makan mereka.


"Mas maaf aku hanya bisa masak ini,karna uang yang kamu kasih habis semua untuk keperluan sehari-hari.


"Iya gapapa,ucap andi ketus setelah setahun mereka punya anak andi kadang sikapnya berubah-ubah kadang lembut penyayang kadang pemarah.


Hingga enam bulan berikutnya andi memilih keluar dari perusahaan dan ikut kakanya berdagang keliling mengantar barang di toko-toko,Tiba-tiba malam nya andi menyuruh nina untuk mengambil sartifikat rumah ayahnya."Sayang kamu ambil ya sertifikat rumah ayah mu aku ingin meminjam nya.


Nina bingung lalu bertanya"Untuk apa mas kamu ingin pinjam sertifikat rumah ayah??."Aku ingin gadaikan ke BANK tapi nanti aku tebus tiap bulan agar tidak ada masalah dengan BANK.


"Tapi mas untuk apa??.


"Aku ingin pakai biat modal usaha kakak ku sayang dan itu demi kita juga,Ucap andi.

__ADS_1


"Maaf mas aku tidak bisa,Selama menikah dengan mu aku selalu menyusahkan ayah ibu ku bahkan mereka banyak bantu kita."Rumah ini pun mereka yang bikin untuk kita,Ucap nina sembari menangis dan berlari kekamar.


__ADS_2