Awal Mula Kesedihan Yang Berakhir Tragis

Awal Mula Kesedihan Yang Berakhir Tragis
Episode 4


__ADS_3

Melihat nina yang menangis andi merasa tidak tega lalu menghampirinya,"baiklah jika kmu tidak mau tidak apa aku bakal cari jalan lain untuk bantu kaka.


"Mas aku mohon sebisa mungkin sesusah apapun hidup kita jangan sampai lita terlilit hutang di BANK.


"Iya sayang aku nggak akan lakuin itu,Ucap andi sambil tersenyum.Namun tanpa sepengetahuan nina tiba-tiba andi menggadaikan BPKB sepeda motor mereka satu-satunya,tiap hari nina bekerja di toko ibunya dan uang yang di dapat nina hanya cukup untuk makan sehari-hari sedangkan uang dari andi hanya cukup buat bayar listrik dan juga beli beras itu pun terkadang masih kurang.


Ketiga nina mengetahui bahwa andi menggadaikan BPKB motor mereka nina hanya bisa terdiam sambil memegangi kepalanya yang tiba-tiba sakit serasa mau pecah,"Mas kenapa kamu harus menggadaikan BPKB lalu nanti bagaimana kita bayar cicilannya??,buat makan sehari-hari saja kita masih kurang.


"Tidak papa sayang nanti aku dan kaka nyicil bayarnya bagi dua,ucap andi.


Namun tidak sampai setengah tahun usaha mereka bangkrut,andi pun ikut kerja di tempat orang lain dan nina menghabiskan tabungan mereka dan juga cincin nikah pun terjual untuk bayar cicilan BPKB motor namun masih belum cukup hingga akhirnya motor mereka di tarik oleh pihak peminjaman dana karna tak mampu lagi membayar cicilan.


Nina hanya bisa menghela nafas berat setelah itu andi bekerja dari pagi hingga pulang pagi terkadang pulang malam,nina yang percaya pada andi tidak percaya dengan aduan adiknya bahwa dia melihat suami nina ke tempat hiburan malam setiap malamnya dan mabuk-mabukan.


Nina tetap percaya pada andi sampai banyak yang sudah mengadu pada nina namun nina tak percaya jika suaminya juga main wanita di luar sana,hingga suatu malam sekitar jam satu malam andi pulang dengan keadaan mabuk dan bau alkohol nina terkejut dan menangis namun ketika di tanya andi hanya membentak nina.

__ADS_1


Nina mencoba menahannya sambil menamgia,andi banyak berubah dia jadi suka marah-marah dan kadang tidak pulang kerumah.


Akhirnya nina sudah tidak tahan dengan sikap andi selama satu bulan ini yang bersikap kasar bukan hanya pada nina tapi juga pada anak mereka,"Mas kamu kenapa jadi berubah menjadi seperti ini???,nina bertanya sambil menangis."mas kamu benar-benar mabuk setiap malam dan selalu main ketempat hiburan!!.


Dengan memaksa akhirnya andi mengakui semuanya hingga membuat Nina sangat kecewa namun andi tidak peduli malah dia memaksa nina untuk melayaninya,dengan menangis nina menuruti andi untuk melayaninya.


Kesokan paginya andi berangkat kerja nina di rumah pun membereskan pakaian andi lalu mengantarnya kerumah ibu andi,sesampainya di rumah itu nina menyerahkan pakaian andi sembari bilang kepada ibu mertuanya kalau dia akan pisah dengan andi."Bu..maaf kan saya,ini pakaian mas andi saya antar,saya sudah tidak kuat lagi bertahan dalam rumah tangga yang penuh masalah dan dengan sikap mas andi yang seperti itu.


"Nina tolong jelaskan,Ibu tidak terima dengan sikapmu yang seperti ini,ucap ibu andi.


"Maaf bu,mau ibu terima atau tidak saya akan tetap bercerai dengan mas andi.Nina pun menceritakan semua perbuatan andi namun mertuanya malah membela andi dan marah kepada nina.


kaka kedua andi menjelaskan semuanya tentang andi yang minum-minum dan bilang kalau itu hanya untuk di jadikan jamu saja.


"maaf nina dan bapak andi minum-minum hanya untuk menghangatkan tubuhnya dan juga untuk jamu saja,namun tiba-tiba kaka pertama andi mengatakan sesuatu yang memang hal yang benar karna tidak suka dengan kelakuan kedua adiknya yang sama saja."Kalau hanya sekedar jamu kan ada tuh jamu banyak di toko kaka kenapa harus minum-munum alkohol seperti itu,ucap kaka pertama andi dengan ketus.

__ADS_1


"Begini saja saya akan bertanya pada nina,apakah kamu masih mau kembali pada andi atau mau benar-benar bercerai,ucap kaka kedua andi.


Dengan menangis tersedu-sedu nina menjawab pertanyaan itu,"maaf ka selama ini saya sudah sering memberi kesempatan pada mas andi bukan hanya sekali dua atau tiga kali namun berkali-kali.Tapi mas andi sikapnya berubah lebih baik hanya sehari dua hari dan kembali melakukan kesalahan-kesalahan itu lagi dan lagi jadi saya memutuskan untuk bercerai.


Setelah malam itu enam bulan telah berlalu nina yang bekerja mengumpulkan uang untuk mengajukan perceraian kepengadilan pun akhirnya terkumpul,keesokan paginya nina ke pengadilan agama mengurus surat-surat untuk pengajuan perceraian dan nina di suruh pulang untuk menunggu hasil dan undangan dari pengadilan agama.


Seminggu telah berlalu akhirnya undangan itu datang dengan hati yang merasa berat dan tangan yang gemetar nina membuka dan membaca,di isi surat tertera bahwa pengajuan perceraian telah di setujui oleh pihak pengadilan dan sidang pertama akan dilakukan seminggu lagi.


Nina memeluk ibunya sambil menangis,"Bu akhirnya aku melakukan ini semua.


"Iya nak ibu akan selalu mendukungmu kamu harus kuat karna masih ada anakmu yang sangat membutuhkan mu.Nina pun memeluk anaknya yang masih berusia dua tahun itu sambil menangis.


Hati-hari nina bekerja sambil mengurus anaknya hingga waktu sidang pun datang,nina datang ke pengadilan dengan di temani ayahnya.Lalu sesampainya di pengadilan nina mengisi formulir antrian nina mendapat nomer enam dalam antrian,nina menunggu sembari berbincang-bincang dengan seorang wanita yang hendak bercerai dengan suaminya karna sang suami berselingkuh.


Nina melihat kesekeliling tempat itu namun tidak melihat andi datang,tentu saja nina sudah tau karna sehari sebelum hari sidang andi pergi kerumah paman nya yang jauh di kota.

__ADS_1


Nina pun menunggu sambil terkadang di tanya juga oleh wanita-wanita lain yang melakukan perceraian dengan suaminya,dengan berbagai alasan mereka bercerai dan yang paling membuat nina sedih ada salah seorang wanita yang masih di bawah umur yang ingin bercerai dengan suaminya karna alasan KDRT nina pun merasa kasihan."Ya allah ternyata masih ada orang yang lebih menderita dalam rumah tangga selain aku,bahkan dia merasakan bukan hanya sakit di hati tapi fisik dan juga mentalnya akibat kekerasan itu,Dalam hati nina merasakan perih melihat luka-luka di tubuh wanita itu.


Hingga tiba giliran nina di panggil,di dalam ruangan dengan tangan gemetar dan jantung berdebar berbagai pertanyaan akhirnya selesai dengan lancar nina jawab,nina pun di kasih surat undangan untuk sidang kedua dan di suruh pulang untuk menunggu sidang berikut nya yang diadakan minggu depan.


__ADS_2