
Anton langsung terdiam .saat mendengar ucapan Jesi , dia terasa tertampar dengan kata Jesi itu .memang selama ini dia tidak pernah
memperhatikan Jesi sama sekali .
bahkan dia tidak tau perasaan Luna saat saat tinggal di rumah nya .
dia selalu memperhatikan Laras padahal Jesi juga istrinya
" tapi kau tenang saja " aku akan baik - baik saja ko " sakit maag nya juga tidak parah " ucap Luna lagi .
Anton menghembuskan napas panjang
" jangan seperti ini kau bicara seolah menyudut kan aku sebagai suami mu kau tau sendiri keadaan pernikahan kita seperti apa " ucap Anton
anton merasa kali jesi jadi menyalahkan dia yang selama ini tidak peduli dengan Jesi .
" jadi memang seharusnya kau tidak perlu berharap lebih ,kepadaku Jesi ,karna memang hubungan kita tidak mungkin bisa seperti suami istri yang lainya .kau tidak berhak menuntut perhatian dari ku .kata Anton
Anton hanya ingin mengingatkan Jesi saja kalau dia itu ,hanya istri kedua dan tempat nya selalu berada di belakang Laras Anton pastinya akan lebih mementingkan Laras dari pada Jesi .
Jesi terlihat sedih saat mendengarkan
ucapan Anton ,mendengar kata Anton
__ADS_1
membuat Jesi semakin ingin pergi dari hidup nya Anton .
dia benar tidak di anggap istri oleh Anton
" kita menikah juga karna sebuah perjanjian " jadi kau tidak perlu berharap aku memperhatikan mu " ucap Anton lagi ?
Jesi tersenyum getir iya pun menganggukkan kepalanya .
" ya aku sadar dengan posisiku sekarang ,jadi seharusnya juga kau tidak perlu soal penyakit aku aku bisa mengurus diriku sendiri .ucap Jesi
sikap Anton membuat Jesi bingung ,dia yang memberikan Jesi harapan dengan bersikap baik terhadap Jesi ,tapi setelah itu dia juga yang menyakiti Jesi dengan bilang kalau Jesi tidak boleh berharap lebih dengan hubungan ini.
Jesi serasa di terbangkan dengan kebahagiaan ,lalu di jatuh kan oleh kenyataan bahwa dia akan terus menjadi bayangan Laras ,dan dia tidak di anggap istri oleh Anton .
" permisi tuan " ucap Alvin
" ada apa .?. tanya Anton beralih menatap Alpin
nyonya Laras sedang menuju ke sini ,tadi bi Nisa memberi tahu saya
membuat wajah Anton langsung panik bagai mana kalau Laras melihat Jesi ada di kamar nya .sedangkan sudah tidak ada pekerjaan di kamar Anton
Untung saja Alvin cepat memberi tahunya ,kalau tidak Laras pasti akan melihat kalau dia ,sedang berada di kamar mandi bersama dengan Jesi ,lagian kenapa juga Laras datang
__ADS_1
kesini tidak memberitahu Anton terlebih dahulu .
" kau ajak Jesi untuk membereskan berkas yang ada di ruangan ku ini " ucap Damian .
dia dia nanti akan memberikan alasan ke Laras kalau Jesi datang ruang kerjanya karna di suruh membereskan berkas - berkas yang ada di ruang kerja nya bersama Alvin karna sudah menumpuk dengan begitu Laras tidak akan curiga .
" baik tuan " ucap Alvin
Mereka pun keluar dari kamar mandi
baru saja Alvin dan Jesi keluar dari ruangan Anton .
tapi Laras sudah masuk lebih dulu kedalam ruangan Anton .
" sayang aku datang " ucap Laras dengan tersenyum .
namun senyumnya mendadak hilang saat melihat ada Jesi juga di dalam ruangan nya .
" ngapain dia di sini "? tanya Laras ke Anton .
dia menatap Jesi dengan sinis ,sudah di bilang sekarang Laras sangat tidak suka dengan Jesi .
" Jesi datang untuk membantu Alvin bereskan berkas - yang sudah menumpuk di ruangan ini tidak mungkin Alvin bereskan sendiri .
__ADS_1
Anton itu sangat pintar untuk berbohong .