Balas Dendam Sang Mantan Preman

Balas Dendam Sang Mantan Preman
Masa lalu yang kelam


__ADS_3

...****************...


Malam hari di tengah kota


Suasana kota yang gelap dan kumuh, di tengahnya berdiri seorang pria tegap bernama Rudi. Dengan tato yang melingkari lengannya dan tatapan tajam yang menakutkan, dia adalah preman yang dulu kuat dan ditakuti di kota ini.


Rudi (merokok sambil menatap ke kejauhan): "Kota ini telah menjadi milikku. Tak ada yang berani melanggar aturan yang aku buat."


Rekan Preman: "Ya, Rudi. Kamu memang preman yang paling ditakuti di sini. Tidak ada yang bisa mengalahkanmu dalam pertarungan."


Rudi (tersenyum sinis): "Mereka semua mengetahui konsekuensi jika melawan saya. Kekuasaan dan kekerasan adalah bahasa yang mereka mengerti."


Rekan Preman: "Tapi apakah tidak ada masa depan yang lebih baik untukmu, Rudi? Apakah ini yang kau inginkan selamanya?"


Rudi (merenung sejenak): "Aku tahu ini bukan hidup yang seharusnya aku pilih. Ada banyak kekerasan dan penderitaan di sekitar kita. Aku ingin membangun kehidupan yang lebih baik, tetapi bagaimana?"

__ADS_1


Rekan Preman: "Jika kamu benar-benar ingin perubahan, Rudi, maka ada jalan untukmu. Kamu harus berhenti melibatkan diri dalam kekerasan dan mencari jalan lain untuk hidup."


Rudi (menghela nafas dalam-dalam): "Kamu benar. Aku harus menemukan cara untuk keluar dari lingkaran kekerasan ini. Aku ingin hidup yang lebih baik, aku ingin menemukan kedamaian."


Rekan Preman: "Aku akan mendukungmu, Rudi. Kamu bukan hanya preman, kamu memiliki potensi lebih dari itu. Jangan biarkan masa lalumu menjalani hidupmu."


\*\*\*\*\*\*\*


Keesokan harinya


Pria: "Hai, namaku Denny. Aku sering melihatmu di sekitar kota ini. Apa kabar?"


Rudi (tanpa ekspresi): "Baik-baik saja."


Denny: "Aku penasaran, apa yang membuatmu memilih hidup seperti ini? Menjadi preman yang ditakuti?"

__ADS_1


Rudi (menatap kosong ke dalam minumannya): "Dulu, aku hidup dalam kekacauan. Kehilangan keluarga, tidak punya tempat untuk pulang. Dunia premanisme menjadi satu-satunya tempat yang mau menerimaku."


Denny: "Itu pasti sulit. Tapi mengapa tidak mencari jalan keluar, mencoba hidup yang lebih baik?"


Rudi (sedikit tersenyum pahit): "Aku pernah mencoba. Aku berpikir bahwa hidup yang lebih baik mungkin ada di luar sana. Tapi sulit untuk meninggalkan dunia ini. Terjebak dalam kekerasan, mempertahankan reputasi, tidak ada yang percaya padamu."


Denny: "Tapi, Rudi, ada kesempatan untuk memulai lagi. Menemukan cahaya di tengah kegelapan. Apa yang akan kamu lakukan jika kamu memiliki kesempatan itu?"


Rudi (merenung sejenak): "Jika aku punya kesempatan, aku ingin membangun kehidupan yang lebih baik. Aku ingin menemukan seseorang yang bisa kuhormati dan menjadi pasanganku. Aku ingin hidup dalam kedamaian, bekerja keras untuk masa depanku sendiri."


Denny: "Itu impian yang mulia, Rudi. Jika kamu benar-benar ingin perubahan, aku percaya kamu bisa mencapainya. Jangan pernah berhenti berjuang untuk hidup yang lebih baik."


Rudi merenung tentang kata-kata Denny. Dalam hatinya, ada keinginan yang kuat untuk meninggalkan dunia premanisme dan memulai hidup yang baru. Dia ingin menemukan seseorang yang dapat menjadi pasangannya, seseorang yang akan membantunya melewati masa lalunya yang kelam.


Namun, takdir memiliki rencana lain untuk Rudi. Kehidupan barunya yang diimpikannya akan diuji dengan cara yang pahit, ketika pembalasan dendam dan tragedi mendatang akan mengguncang fondasi kehidupannya yang rapuh.

__ADS_1


__ADS_2