
...****************...
Pagi Hari di Rumah Rudi
Rudi bersiap-siap untuk pergi bekerja setelah sarapan pagi bersama Maya dan Rizky. Dia mencium Maya dan Rizky dengan penuh kasih sayang sebelum bergegas keluar.
Rudi: "Maya, aku pergi dulu. Jaga baik-baik Rizky ya. Aku akan segera pulang."
Maya: "Tentu, Rudi. Hati-hati di luar sana. Aku akan menunggumu di rumah."
Rudi pergi dengan perasaan hangat dan senyum di wajahnya, siap menghadapi dunia luar untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya.
...****************...
Sore hari tiba saat Rudi pulang ke rumah. Dia melintasi lorong sempit yang gelap menuju tempat tinggal mereka. Namun, di tengah perjalanan, Rudi tiba-tiba dihadang oleh beberapa preman yang berdiri di depannya, menghalangi jalannya.
__ADS_1
Preman 1 (menatap tajam): "Hei, kamu, pendatang baru. Apa bisnismu di kota ini? Kami ingin tahu."
Rudi (dengan tegas): "Aku hanya seorang pekerja biasa. Aku tidak ingin menciptakan masalah. Silakan biarkan aku melewati."
Preman 2 (tersenyum sinis): "Oh, pendatang baru yang sombong. Kami pikir kamu perlu membayar 'perlindungan' kepada kami."
Rudi (dengan tenang): "Saya tidak punya uang untuk itu. Saya hanya ingin pulang ke rumah dan melindungi keluarga saya."
Preman 3 (mengancam): "Jadi, kamu ingin melawan? Kamu tidak tahu dengan siapa kamu berurusan, pendatang baru."
Tanpa ampun, preman-preman itu mulai menyerang Rudi dengan kekerasan. Rudi berusaha mempertahankan diri, menggunakan segala keahliannya yang dia pelajari di masa lalu. Meski dia mencoba bertahan, tetapi dia dikelilingi dan terjebak oleh kekuatan mereka.
Dengan dorongan terakhir kekuatan, Rudi berhasil melepaskan diri dari cengkeraman preman-preman itu. Dia berlari sekuat tenaga, menghindari pukulan mereka, dan akhirnya berhasil melarikan diri.
Darah mengalir dari luka-luka yang dideritanya, tetapi Rudi tidak menyerah. Dia mengejar mimpi yang telah dia bangun bersama keluarganya, dan tidak ada kekerasan yang akan menghalangi langkahnya.
__ADS_1
Rudi tiba di rumah, dengan nafas tersengal-sengal dan tubuhnya lelah. Maya yang cemas dan khawatir melihat kondisinya.
Maya (dengan khawatir): "Rudi! Apa yang terjadi?
Rudi (menghela napas): "Maya, aku diserang oleh beberapa preman di lorong. Mereka ingin uang perlindungan dan ketika aku menolak, mereka menyerangku."
Maya (terkejut): "Oh tidak, Rudi! Apakah kamu baik-baik saja? Kita harus melapor ke polisi!"
Rudi (menenangkan Maya): "Tenang, Maya. Aku baik-baik saja. Mereka tidak berhasil melukai aku terlalu parah. Tapi kita harus berhati-hati. Sepertinya mereka tidak senang dengan keberadaan kita di kota ini."
Maya (memegang tangan Rudi dengan kuat): "Kita tidak bisa tinggal diam. Kita harus melindungi keluarga kita. Kita bisa mencari bantuan dari pihak berwenang dan mengambil langkah-langkah keamanan yang tepat."
Rudi (sambil merenung): "Kamu benar, Maya. Kita harus melindungi Rizky dan memastikan bahwa kehidupan kita aman. Mereka tidak akan menghancurkan mimpi kita untuk kehidupan yang lebih baik."
Mereka menghubungi polisi setempat dan menceritakan kejadian tersebut. Polisi memberikan saran tentang langkah-langkah keamanan yang harus diambil dan menjanjikan untuk menyelidiki kasus tersebut.
__ADS_1
Rudi dan Maya memperkuat keamanan rumah mereka, memasang sistem keamanan tambahan, dan menjalin hubungan dengan tetangga untuk saling menjaga. Mereka tidak akan membiarkan ketakutan dan kekerasan menguasai hidup mereka.
Kehidupan mereka yang bahagia dan tenang di kota baru terancam oleh bayang-bayang masa lalu yang kelam. Namun, Rudi dan Maya bersatu sebagai pasangan yang kuat dan berkomitmen untuk melindungi keluarga mereka. Mereka siap menghadapi semua tantangan dan ujian yang menghampiri, dengan harapan bahwa cinta dan tekad mereka akan memimpin jalan menuju kehidupan yang aman dan damai.