Be A Sultane In Another World

Be A Sultane In Another World
22 : Hari Spesial


__ADS_3

12-10-1805


Bandung, istana kesultanan.


disebuah kamar megah, seorang pemuda tengah tertidur dikasur bersama 2 istrinya.


ia adalah ahmad yang saat ini berumur 27 tahun, setelah ia memimpin kesultanan sunda banyak perbuhanan terjadi dimana-mana, kemiskinan ditekan serendah-rendahnya dan jarak antara si kaya dan si miskin hampir tidak terlihat berkat program sekolah nasional.


sekolah nasional adalah program yang telah dibuat oleh kesultanan sunda sejak 1897 atau 2 tahun setelah ahmad memimpin.


sekolah ini memfokuskan diri pada praktik lapangan yang menarik dan menggunakan teori-teori kimia, fisika, dan biologi dalam kehidupan sehari-hari yang unik.


membuka matanya perlahan, ahmad menatap 2 wajah cantik nan anggun tengah memandangnya.


keduanya adalah istrinya, fatin al-masr dan xiao rouning weizi. namun nama mereka kini berubah menjadi fatin muhammad iskandar dan rouning Muhammad iskandar.


mereka menggunakan nama asli iskandar atau bisa dibilang nama dewasa dari ahmad.


""selamat pagi rajaku""


"selamat pagi para ratuku" ucap ahmad tersenyum.


ahmad lalu duduk diatas kasur dan mengecup kening kedua istrinya.


setelah itu mereka segera pergi mandi, tentunya mereka mandi secara terpisah karena ahmad perlu menyelesaikan pekerjaannya sebagai sultan dipagi hari, sedangkan para istrinya mengenakan pakaian resmi kesultanan sunda.


pakaian kedua istrinya bisa dibilang sedikit mirip dengan pakaian yang dikenakan ahmad meski memberikan kesan feminim dan tidak ketat.


mereka juga mengenakan mahkota yang dihiasi oleh batu giok dari dinasti qing, berlian dari kesultanan ottoman, serta intan dari provinsi banjar.


kantor ahmad.


setelah 3 jam mengurusi dokumen yang menumpuk diatas mejanya ahmad memutuskan untuk beristirahat sejenak, ia bangkit dari kursinya dan berjalan kearah jendela.


dari jendral ia melihat keadaan kota bandung yang benar-benar berubah dalam 10 tahun terakhir.


mulai dari kawasan industri militer di selatan kota bandung, kawasan ekonomi eksklusif di barat kota bandung, industri perikanan dan garam diutara serta kawasan industri sipil di timur. semuanya tertata rapih mulai dari pedestrian yang luas, kereta api antar kota hingga pangkalan udara yang masih bisa terlihat meski hanya menara pengawasnya saja.


"inikah hasil kerja kerasku? lebih dari apa yang kuduga...tak kusangka negri yang dulu ketinggalan dalam banyak hal, tinggi korupsi, banyaknya kriminalitas berubah menjadi negri termakmur dan termaju dalam teknologi dan pendidikan"


"perang napoleon juga sudah dimulai, untung aku sudah meminta napoleon agar tak menyerang kerajaan prusia...kerajaan prusia jadi mitra penting kesultanan karena banyak proyek besar disana sekaligus proyek islamisasi lewat pendidikan"


"sekarang apa yang harus kulakukan ya, aku sudah melepas belanda karena ada pemberontakan belgia jadi seharusnya napoleon bisa dengan mudah mengambil kedua kerajaan itu"


"britania juga lagi sibuk dengan kerajaan portugis, republik persatuan amerika utara, sama meksiko di perang caribia. entah kenapa mereka sangat mementingkan kawasan bajak laut terpadat didunia itu namun itu menjadikan kesultanan ottoman punya waktu menyiapkan pasukan di perbatasan Sudan"


ahmad lalu berbalik dan duduk kembali dikursinya, ia lalu melihat ke jari manis di tangan kanannya.


sebuah cincin terdapat tulisan namanya yang terbuat dari emas, ahmad lalu mengingat kembali hari dimana ia melangsungkan upacara sakral sekali seumur hidup itu.


tak lama kemudian ia mendengar ketukan dari pintu kantornya.


Tok Tok Tok


perhatian ahmad langsung teralihkan dan melihat kedua istrinya masuk sambil membawa coklat panas dan roti yang baru dipanggang.


"sayang kami bawa cemilan untukmu" ucap fatin dengan lembut


fatin lalu menaruh coklat panas yang ia bawa di meja ahmad, ahmad juga melihat kearah istri keduanya.


"sayangku ini, sebagai pelengkap coklat panasnya"ucap rouning dengan senyum


"terima kasih, kebetulan sekali aku sedang istirahat"


"benarkah? alhamdulillah kami tidak mengganggu pekerjaanmu"


"kan sudah kubilang kak fatin, suami kita ini tak akan mengerjakan pekerjaan dengan berlebihan"


"iya-iya, hahh, insting istri kedua lebih tajam dari istri pertama sepertinya bukan mitos"


"ya ampun kalian ini, tak perlu membicarakan hal seperti itu. lagipula sekalipun pekerjaanku banyak akan aku sempatkan waktu untuk kalian"


kedua istri ahmad hanya tersenyum, keduanya lalu duduk disisi kanan dan kiri ahmad untuk sama-sama menikmati cemilan bersama.

__ADS_1


tak lama dari pintu kantor terdengar suara ketukan.


Tok Tok Tok


"saya abdullah baginda, saya membawa surat balasan dari keluarga Adipati Majalengka"


"ahh abdullah ya" balas ahmad dari dalam.


ahmad lalu memandang kedua istrinya dan kedua istrinya paham langsung pindah ke kursi disebelah kanan yang ada didepan meja kerja ahmad.


ahmad lalu berdiri dan berjalan ke depan pintu.


"masuklah abdullah" ucap ahmad singkat


"dimengerti baginda, permisi"


pintu terbuka dan terlihat seorang pria dewasa berumur sekitar akhir 30-an, ia adalah abdullah, kepala pelayan baru yang bertugas sebagai asisten ke-3 ahmad smenggantikan kakaknya yang sudah berumur.


"ahh! selamat pagi yang mulia ratu" ucap abdullah ketika melihat rouning dan fatin, keduanya hanya mengangguk.


"ini suratnya baginda" ucap abdullah memberikan surat sambil sedikit menundukan kepala


ahmad lalu memegangi bahu abdullah dengan kedua tangannya.


"abdullah ingat, saat kita tidak dalam acara atau urusan formal kenegaraan jangan menunduk kepadaku. tatap mataku saat berbicara padaku. aku sudah mengaggap keluargamu sebagai keluargaku juga...dulu saat aku baru menjabat, keluargamu satu-satunya pelayan keluarga Kesultanan yang paling setia"


"kakakmu amir sudah banyak berjasa pada kesultanan dan rakyat, dia yang paling gencar mencari informasi tentang pembelot, koruptor, bahkan organisasi pemeberontak. jasanya tidak akan kulupakan sekalipun ia pensiun, aku mempercayaimu karena amir, orang kepercayaanku percaya padamu"


"namun meski begitu, kau bisa disini juga karena kemampuanmu dan aku menghargai itu, apa kau paham sekarang?"


"siap baginda, terima kasih"


"untuk apa?"


"karena telah membiayai kakak saya, selama bekerja disini ia selalu menyisihkan 3/4 gajinya pada anak yatim di panti asuhan. makanya ketika ia terkena penyakit uang yang ia miliki kurang"


"itu bukan apa-apa abdullah, jasa kakakmu lebih besar dari satu gudang koin emas, sekalipun biaya perawatannya setara dengan segudang emas akan aku berikan. aku tidak ingin ia wafat kecuali karena usia...namun bila itu adalah takdir allah maka apa boleh buat"


"baik baginda, kalau begitu saya pamit"


ahmad hanya mengangguk, abdullah lalu keluar namun saat pintu hampir tertutup terdengar suara isak tangis.


ahmad hanya menggeleng dan duduk kembali di kursinya, sementara itu kedua istrinya mengurusi dokumen ekonomi dan militer.


rouning mengurusi dokumen ekonomi yang berisi beberapa peluang usaha wisata dan ekonomi kreatif dan budaya. sementara fatin mengurusi dokumen tentang beberapa penemuan militer oleh brigade Malahayati.


brigade malahayati adalah sebuah satuan tentara Kesultanan sunda yang merupakan elit dari pasukan wanita kesultanan. setiap individunya merupakan tentara dengan pendidikan tinggi, keberanian besar, dan serta tangguh disegala medan.


satuan ini merupakan satuan yang beroperasi baik di laut dan udara, kapten kapal KKS Khalid Bin Walid RA. Kustiyah wulaningsih atau nyi ageng serang merupakan mantan anggota satuan brigade malahayati sebelum ia dinaikan pangkat menjadi seorang kapten kapal.


"sayang apa nama pulau ini?"ucap rouning membuat ahmad dan fatin mengalihkan perhatian mereka.


"ohh sudah kamu temukan ya dokumennya?"


rouning hanya mengangguk. ia lalu beranjak dari kursinya lalu berjalan ke samping ahmad.


"pulau aneh ini, armada patroli kesultanan katanya menemukan pulau tak berpenghuni yang seakan terisolasi dari dunia"


"itu benar, aku juga bingung. lalu menurut kalian apa yang harus kita lakukan pada pulau itu?"ucap ahmad pada istri-istrinya.


fatin yang punya pengalaman di militer langsung bangkit dari kursinya dan berjalan kesamping ahmad.


"sayang menurutku pulau ini harus dijelajahi, kita tidak bisa membiarkan kelompok perompak menjadikannya sebagai markas karena selain pulau yang curam, letak pulau itu juga strategis"


"aku setuju dengan kakak fatin, pulau ini juga punya tumbuhan dan hewan unik yang belum kita ketahui jadi ini bisa menambah pengetahuan kita"


"jadi kalian ingin menelusuri pulau itu lebih jauh lagi?"


kedua istri ahmad mengangguk, ahmad juga memikirkan hal yang sama. pulau itu juga tidak terlalu kecil dan sangat strategis serbagai markas atau benteng ditengah lautan.


ahmad lalu mengambil dokumen tersebut dan menyetujui eksplorasi pulau misterius yang sekarang dinamai pulau cakalang. bukan tanpa alasan pulau itu diberi nama cakalang, pulau itu berada di habitat ikan cakalang dan cukup sering terdapat nelayan yang mencari ikan.


hari terus berlanjut hingga malam pun tiba, ahmad sudah mengurusi berbagai dokumen yang ada di meja kerjanya. untungnya ia dibantu oleh kedua istrinya, jika tidak maka mungkin saat ini ahmad masih berada disana.

__ADS_1


suasana kota bandung dimalam hari begitu indah, lampu-lampu jalan menerangi setiap sudut kota. bahkan jika ada tempat yang tak diterangi lampu maka akan dijaga oleh 1 kompi pasukan kesultanan selain yang berpatroli.


dikamar, para istri ahmad baru selesai mandi dan mengenakan pakaian tidur. namun berbeda dengan ahmad. ia sangat kelelahan namun nampak bersemamgat ketika melihat kedua istrinya sedang menunggunya.


"ehem, sayang. ini hari apa?"


"ini hari kamis kan...ahh!"ucap ahmad yang langsung paham.


mereka bertiga pun langsung melakukan kegiatan suami-istri dimalam hari yang diterangi bulan.


13-10-1805


keesokan harinya, ahmad terbangun dan melihat ke sekeliling. ia melihat kedua istrinya masih tertidur dengan senyum dan wajah puas.


setelah melihat sekilas ahmad langsung pergi mandi wajib untuk sholat jum'at, ia benar-benar bangga sebagai pria yang bisa membuat 2 wanita kewalahan.


setelah mandi ahmad teringat kembali momen sebelum pernikahannya, ia lalu tersenyum sesaat sebelum bergegas pergi ke masjid agung bandung.


Flashback.


15-09-1805


Istana Kesultanan


tengah hari yang cerah, ahmad saat sedang berada di taman istana. ia membuat taman istana mirip dengan yang dimiliki oleh kaisar dinasti Qing karena cukup bagus.


ahmad juga memberi makan ikan peliharannya yang terdiri dari ikan Koi dan ikan mas.


"baginda, saya membawa surat dari keluarga al-masr dan keluarga weizi"


mendengar suara yang dikenalnya ia langsung berbalik, seorang pria tua bercakamata yang merupakan asistennya datang dengan senyuman.


"ohh amir ya, mana suratnya" ucap ahmad setelah menaruh pelet ikan.


amir lalu memberikan kedua surat tersebut, disana terdapat cap dari masing-masing nama keluarga.


ahmad lalu membaca kedua surat tersebut dan tersenyum. ia lalu segera pergi dan menyiapkan semua keperluannya.


25-09-1805


Masjid Agung Bandung.


di pagi hari ramai orang penting memasuki area masjid, setelah sholat shubuh masjid agung bandung sudah dipenuhi dengan berbagai pekerja yang memasang tenda sementara.


pasukan kesultanan juga berjaga dengan ketat sampai mengerahkan ranpur badak dan ranpur harimau. semua wilayah masjid dijaga dan sniper diletakan di lokasi-lokasi tersembunyi yang strategis.


dua jam kemudian, rombongan kereta kuda dari berbagai keluarga bangsawan tiba dan memasuki area sekitar masjid, para pemimpin negara juga datang dengan pengawal mereka.


para tamu negara membawa banyak hadiah dari negara masing-masing, salah satunya sultan selim 3 yang membawa 50,000 ekor unta.


beberapa jam kemudian, acara akad nikah dilangsungkan dan saat ini mencapai acara puncak.


"saya kawinkan engkau saudara Muhammad iskandar bin khalid Iskandar dengan anak saya yang bernama fatin al-masr dengan maskawinnya berupa 2000 ton emas dan seperangkat alat sholat, tunai"


"saya terima nikahnya dan kawinnya fatin al-masr binti zayyid al-masr dengan maskawin tersebut, tunai"


"para saksi sah"


""sah""


""allhamdulilah""


acara selanjutnya sama yaitu ijabkabul antara ahmad dengan keluarga weizi dari dinasti qing.


acara pun ditutup dengan pembacaan sholawat dan kurban dari 50,000 unta, 20,000 sapi, 80,000 kambing yang mana dilaksanakan di seluruh wilayah kesultanan.


semua rakyat bersuka-cita dan mendoakan ahmad agar sakinah, mawaddah, warrahmah dalam pernikahan.


Flashback End.


diluar masjid ahmad kembali tersadar dari lamunannya dan tersenyum ketika mengingat momen luar biasa itu dalam hidupnya.


jendral cakrajiwa yang selalu mendampingi seperti layaknya seorang adik juga tak bisa tak tersenyum, ia berfikir sultannya ini sedang mengingat momen pernikahannya.

__ADS_1


__ADS_2