
Setelah Itu Renia Membawa Pulang Boneka Itu,dan menyimpanya dikamarnya... Saat Renia Mandi Adiknya Masuk Ke kamarnya Dan Memotong Kepala Boneka Tersebut
Dan Melarikan diri Karena Takut Dimarahi
(ahh... Nyamanyaaa)
"Eh Mana Boneka ku?"Dan Melihat Kaki Boneka Di Bawah Tempat Tidur " Ah Itu Dia! Eh,Kepalanya Dimana?! Bertanya Tanya
(Ah Pasti Adik Sialan Itu) Marah
Tanpa Sengaja Renia Melihat Surat Yang Ada Didalam Tubuh Boneka Tersebut Dan Membacanya
Isi Surat Tersebut
❃Are... Ini Surat Dari Mama
❃Jika Are Ditinggalin Sama Mama Papa
❃Are Tinggal Sama Bibi Dan Paman Yah
❃Dan.... Are Harus Tau Kalo Paman Kamu Itu Ayah Kamu Sendiri
❃Dia Menyembunyikan nya Karena Takut Terlihat Oleh Bibi Kamu
❃Baik Baik Ya sayang.... Mama Cinta Are
◍Dari Mama
Renia Terkejut Mendengar Hal Tersebut
Tak Bisa Berkata Apa Apa
(Paman Yang Sering Dia Ceritakan Kejam... Adalah Ayahnya Sendiri) Syok*(Kasih Atau Tidak Ya?Tapi Are Harus Tau Kebenaran Ini! Baik Aku Kasih Aja Nanti)
Tiba Tiba Adiknya Muncul Dengan Rasa Bersalah Dan Meminta Maaf
"Ka.. Ka.. Kakak" Memanggil
"Ya" Menoleh
__ADS_1
"Min.. min... Ta Maaf"
"Iyaa... Bagus Kamu Menemukan Sesuatu Tapi.... Lain Kali Jangan Merusak Barang Orang Lain Sembarangan,Lagi Pula Barang ini dikasih Sama Sahabat Kakak! Mengelus
" Iya "
"Anak Baik" Tersenyum
Saat Mau Pergi Kesekolah Renia Terus Saja Berfikir Soal Surat Tersebut
"Ren" Areindri Memanggilnya
"Ah" Terkejut
"Aku Kira Siapa... Ternyata Kamu" Menghela Napas
"Ada Apa" Dingin
"I.. ituu Anuu
" Apa?!
"Apa Yang Mau Kamu Bicarakan"Areindri Menatap
" Mm... Ayo Bicara Disana" Renia menarik Tangan Areindri Ke Sebuah Kursi Ditangan
.. Setelah Mereka Duduk..
"Are Aku Mau Menunjukan Sesuatu Padamu" Ragu
"Apa Itu" Penasaran
"Ini" Renia Mengeluarkan Surat Tersebut Sambil Tanganya Bergetar
"Apa Ini?
" Ini Surat Dari Ibumu , aku Eh Maksudku Adiku Menemukannya Didalam Bonek Yang Kamu Beri kan "Ujar Renia Menjelaskan
" Hmm, Mama?!
__ADS_1
"Ya Mending Kamu Baca Aja,Maafkan Aku Membacanya Terlebih Dahulu
" Tidak Apa Apa" Sebari Membaca Surat Tersebut
Renia Melihat Areindri Tidak Menunjukan Ekpresi Apa.. Apa... Dan Selalu Berwajah Datar
"Are" memanggil Areindri Yang Terus Melamun Dengan Wajah Dingin
"Ya?! Menjawab
"Gimana?... Kamu Tidak Apa apa?! tanya Renia Khawatir
" Hmm!.." Tersenyum "Mengapa Harus Percaya..Meskipun Dia Ayahku Aku Tak Akan Menganggap nya! Seorang Ayah Yang Seperti Itu Tidak Pantas Disebut Ayah" Areindri Tersenyum Menakutkan
"Ah..." Menghela Napas "Tapi Dia ayah Kamu Sendiri re? "
"Aku Tak Pernah Punya Ayah Yang Memukul/Menyakiti Anaknya Hanya Demi Rahasia atau Uang" Bangkit Dari Duduk Dan marah Dan Meninggal Kan Renia
"Areindri Kamu Mau kemana?"
"Aku Mau Ke kelas Ren" Jawab Areindri
"Kamu Gak Marah Kan Sama aku? "
"Untuk Apa Marah?!
" Mmm(Are Aku iri Kamu Bisa Setabah Itu... Jika Aku Jadi Kamu Apakah Aku Bisa Seperti Itu)
"Yaudah Ayo"
"Ya"
(Lagipula Dia Sudah Mati,Dan Dia Mati Ditanganku.... Bau Darah Itu Sangat Tidak Enak.... Heh Ayah?! Seorang Ayah Tidak Akan Seperti Itu Ada Anaknya
Tapi Apakah Papa Tau Aku Bukan Anaknya?! Tapi Jika Dia Tau... Dia Tidak Memperlakukan Ku Seperti Yang Dilakukan Ayahku Sendiri Ya?!)
Saat Pulang Sekolah Areindri Menemani Bibi Dirumah sakit Yang Masih Koma
Areindri Terus Berfikir Bagaimanan Jika Bibi Tau.." Apa Dia Akan Membuangku? "
__ADS_1
#Thx