
Areindri Melihat Tangan Bibi Nya Bergerak.. Akhirnya Bibi Nya Bangun dari Komanya
Dan Dia Menanyakan Pamanya
"Eh,.. Areindri Keluar Dan Memanggil Dokter
" bi.. Bibi Udah Baikan? Khawatir
"Hmm... Iya" Sedikit Pusing "Em.. Paman Kamu Kemana?
" Eh..." Areindri Kaget "Em.. Itu Paman.. " Kesulitan Berbicara
"Mm" Areindri Gelisah
"Bi udah... Sekarang Yang Penting Kesehatan Bibi Dulu,Dok Sekarang Udah Boleh Pulang Gak Dok?
" Boleh Nak
Areindri Dan Bibinya Berkemas Untuk pulang
"Akhirnya Sampai" Ucap Areindri
"Paaman Dimana Are?
" Mm Itu"
"Bibi.. Bibi" Bibi Areindri Memanggil Pembantu Yang ada Dirumah
"Sebentar.. Eh! Ibu Udah Pulang.. saya Khawatir Dengan Ibu" Ucap Pembantu
"Tuan Kemana Ya bi" Tanya Bibi Areindri
"Mm... Bukanya Tuan Udah Meninggal Ya Bu? Gugup
" Hahh?! Bibi areindri Kaget Dan Tiba Tiba Menarik Tangan Areindri Dan Membawanya Ke Kamar
"Areindri.. Jangan Bilang Kamu Membunuh Paman Sendiri?" Marah
"Iya Bi.. Soalnya Dia Mau Membunuh Bibi" jelas Areindri
"Apa?! Hiks Hiks,.. Bibi Areindri Menangis Hebat
" Bi.. Maafin Are
"Maafin? Dia Itu Suami Bibi Dan..
"? "
"Dia Juga Ayahmu" Hiks Hiks
"Bibi Juga Sudah Tau Hal Ini Bi..? Harusnya bibi Juga Memberi Tau are Sejak Awal?" Jelas areindri Dengan Tenang
"Iya.. Maafin Bibi,Tapi Dia Ayahmu?
" Bi.. Dia Memang Ayahku Tapi Dia Juga Mencoba Membunuh bibi Dia Gak Cinta Sama Bibi Dia Hanya Cinta Sama Uang Bi? " Tegas
__ADS_1
Plak!!
Suara Tamparan
"Lancang Kamu Yah"
"Yaudah bi.. Jika Bibi Segitu Bencinya Sama Are? Are Bakal Pergi" Tegas Sambil Menahan tangis
Bibi Areindri Terkejut
Bibi Areindri merasa bersalah tapi dia juga merasa kecewa
Areindri Mengkemasi Barang Barang Nya
"Nona Are Jangan Pergi.. Mungkin Nyonya Hanya Marah Sebentar Lagi Juga Baikan" Ucap Seorang pembantu
"*Diam*"
"Nona Jangan Pergi"
"*Diam*"
Saat diperjalanan areindri tidak Tau harus Kemana... Dia Hanya Membawa Barang Berharga Seperti Baju, Handphone Dan Uang Yang Ia Tabung
,Tritit tritit
Suara Handphone Berdering
"(Ah Renia! Sebaiknya Tak Usah Dijawab)
Renia Terus Terusan Memanggil Dan Areindri Merasa Jengkel Dan akhirnya Menjawab
Areindri Diam
"Are Are"
(Ah Dimatikan.. Are Sebenarnya Kamu Kenapa?Aku Sebaiknya Kerumah nya)
Tok Tok Tok
Renia Mengetuk Pintu
"Iya" Bibinya Keluar
"Ah!! Bibi Sudah baikan?! Areindri Nya Ada bi?!
*Bibinya Terdiam
" Bii
"Masuk dulu Re"
Bibinya Menceritakan Semuanya
"Ah!! are! Tidak Aku Harus Mencari nya! Bibi Kenapa Begitu Tega" Renia Khawatir
__ADS_1
Lagi Lagi Bibi Terdiam
"Ayo Bi Kita Cari... Are Juga Keponakan bibi!? Anak Dari Kakak Bibi!
" Iya.. Bibi Akan Mencarinya" Menangis
Disisi Lain
Tid Tid
Suara Mobil
"Are" Ucap Ferand
"..... "
Areindri Hanya diam
"Kamu Kenapa! Bawa Segala
Ah! Aku Tebak Kamu Kabur Dari Rumah Kan?!
" Minggir"
"Bagaimana Jika Kamu Tinggal Dirumah Aku? Mama Pasti senang
" (Mm.. mau Menggantikan aku sebagai vira? Tidak!)
"Tidak perlu"
"Eh! Lagipula Kamu tidak ada tempat tinggal bukan?
" Tidak! Aku Akan Menginap Dirumah Renia! Minggir!
Renia Pergi Dan Meninggal kan Ferand
Tok Tok Tok
Renia Mengetuk Pintu rumah renia
"Iya?!
" Ren
"Eh Are?" Renia Langsung Memeluk Areindri "Kamu kemana Saja?
" Emm.. itu Boleh..
"Tentu Saja boleh" Menyela "Kamu Mau Menginap Disini Kan?
" Kamu Tau Dari Mana"
"Mm Itu! Eh Maksudku kamu membawa Banyak Barang Tu?!
" Eh " Areindri Tersenyum
__ADS_1
Renia membawa Areindri Masuk
#Thx