
Lelah berdebat dengan putri akhirnya alesandro menjelaskan kejadian sesungguhnya, walaupun tidak sepenuhnya karena belum saatnya ia mengatakan jika ia adalah seorang mafia. cukup membuat putri mempercayainya dan belajar mencintai saja untuk saat ini yang bisa ia lakukan, namun alesandro juga yakin mustahil bagi putri untuk mempercayainya apalagi harus belajar mencintainya, mengingat bagaimana sikap putri.
Namun di luar dugaan, Putri justru mendengar semua penjelasan alesandro, dan menatap laki-laki di hadapnya ini untuk mencari kebohongan di setiap perkataannya, namun ia tidak menemukan kebohongan itu sedikit pun.
Apalagi setelah melihat bukti-bukti yang alesandro tunjukkan, apakah ia harus memaafkan semuanya, dan memberikan kesempatan seperti yang di minta laki-laki di hadapannya ini, sungguh putri belum bisa melakukannya.
Dia juga harus mendengar permintaan alesandro yang menginginkan ia untuk belajar mencintainya, membayangkannya saja sudah pasti berat bagi putri. ketika ia harus membuka hati setelah sekian lama tertutup rapat sungguh itu tidak mudah untuknya.
Haaah baiklah aku akan mencoba memaafkan mu, tetapi cuman memaafkan bukan berarti harus membuka hati apalagi harus menerima mu." Ujar putri dengan sedikit berat
Untuk memberikan kesempatan seperti yang di minta laki-laki di hadapannya ini belum bisa putri lakukan sepenuhnya.
Apalagi harus membuka hati setelah sekian lama tertutup rapat sungguh itu tidak mudah untuk putri.
Baiklah aku mengerti yang penting kamu sudah mau mendengarkan penjelasan ku, karena itu saja sudah membuatku bahagia." Ujar Alesandro sembari ingin memeluk putri
__ADS_1
Eeeits memaafkan bukan berarti harus melakukan segala sesuatu sesukamu tuan Alesandro."Ujar putri
Hehehe maaf aku hanya terlalu senang." Ujar Alesandro
Senang atau mencoba mencari kesempatan. "ujar putri sembari menggeleng kepala sudah di pasti ia harus bisa lebih waspada kedepannya.
Apalagi mengingat statusnya yang sudah menjadi seorang istri, sungguh berat putri harus menerima kenyataan ini. namun mau atau tidak mau ia harus menerima karena ia sudah menjadi istri yang sah, hendry juga pasti membutuhkan seorang ayah jadi dengan terpaksa putri mencoba berdamai dengan keadaan.
...****************...
Sudahlah mama queen apa tidak puas melihat muka paman aldo seperti ini." Ujar hendry
ia tidak habis pikir dengan mama queen yang tingkahnya seperti singa kelaparan. wajah aldo terdapat beberapa luka, belum lagi tangannya yang terkena kuku cantik queen namun tidak ada sedikit pun rasah kasihan dari queen untuk berhenti.
nona sudah cukup jadi tolong berhentilah, jika bukan karena permintaan dari tuan hendry saya tidak mengizinkan tangan ada sampai mengenal anggota tubuh saya." Ujar Aldo
__ADS_1
andaikan bukan karena anak tuanya yang menyuruhnya datang hanya untuk menjadi sasaran atas kekesalan wanita gila di hadapannya, jangan harap ia akan datang jika harus menerima penyerangan tanpa balasan.
aldo menatap queen dengan tatapan menyeramkan, jika queen adalah musuhnya sudah di pastikan tangan yang tadinya berani-berani menyentuh anggota tubuhnya sudah pasti ia potong-potong seperti ayam potong.
Aldo juga menatap hendry, mungkin ini yang di namakan buah yang jatuh tak jauh dari pohonnya. tuanya yang suka memerintah dan mengacam ternyata jatuh kepada sang anak.
Tadinya ia berfikir ketika tuanya pergi dengan wanitanya. maka ia akan sedikit bebas, apalagi tuanya hanya memerintahkan untuk menjaga anaknya, yang sudah pasti sangatlah mudah kalau hanya sekedar mengawal, namun di luar dugaan anak tuanya justru lebih berbahaya. sungguh sial sekali jika tahu harus seperti ini, mungkin ia lebih memilih mengawal alessandro.
.
.
.
.
__ADS_1
guys bantu like, vote serta komentar yang membangun buat Author, jika ingin memberikan Author hadiah author juga pasti sangat senang 😇