
Alessandro harus muntah-muntah di dalam perjalanan, apa kata orang yang mengenalnya jika melihatnya dengan kondisi seperti ini, bisa di pastikan kalau ada wartawan yang mengenalinya mereka akan membuat berita, seorang pengusaha kaya raya asal Eropa terlihat begitu menyedihkan. sungguh ia tidak ingin sampai itu terjadi.
Di tambah lagi ia sangat beryukur tidak membawa aldo, jika tidak mau taru di mana mukanya sebagai bos mafia, dan ia berjanji jika ia ke kampung wanitanya lagi, ia akan menggunakan helikopter atau pesawat pribadi, bila perlu ia membelih tanah untuk membuat bandara.
Bagaimana tuan alessandro dengan perjalanan anda, wah sepertinya anda sangat menikmati perjalanan ini." Ujar queen ingin rasanya ia ingin tertawa lepas melihat muka alessandro pucat bagaikan mayat hidup
Daras Adik ipar laktat." Umpat Alessandro di dalam hatinya
Ia tidak menyangka jika queen akan membalas dendamnya seperti ini, mengingat ketika mereka menggunakan mobil yang begitu buruk ke pelabuhan, belum lagi menggunakan ketinting untuk menyebrang lautan, dan banyak ayam yang di ikat di dalamnya, dintambah lagi harus berhadapan dengan ombak sepanjang perjalanan.
Sungguh ia yakin semua transportasi ini pasti sudah queen rencanakan terlebih dahulu, dan mau tidak mau iya harus bisa mengikuti untuk meyakinkan putri dengan keseriusannya.
Sedangkan Hendry, hanya bisa memeluk putri sambil menangis, iya tobat melakukan sesuatu tanpa sepengetahuan mama queen.
Putri hanya bisa tersenyum melihat tingkah sang adik, ia tahu adiknya sangatlah pendendam, namun tidak akan lama ketika dendamnya sudah terbalaskan.
__ADS_1
Apalagi putri yakin, queen tidak hanya membalaskan dendamnya ketika ia di culik dengan cara licik, melainkan semua rasa sakit ketika ia harus mengandung di luar nikah dan hampir bunuh diri.
Sudahlah sayang berhenti menangis, liat kakek nenek, serta paman roy dan mama mentari sudah menyambut kedatangan kita." Ujar putri dengan tersenyum bahagia
Akhirnya ia bisa bertemu dengan kedua orang tua serta adik-adiknya, Roy adalah adik putri yang nomor 3 dan ia adalah anak laki-laki satu-satunya, sedangkan mentari adalah adik bungsunya.
Roy dan mentari lebih memilih bersekolah di kampung dari pada di kota untuk menemani kedua orang tua mereka, karena ayah dan ibu mereka tidak mau tinggal di kota bersama putri dan queen mereka lebih nyaman di kampung halaman.
Mereka berempat turun dari ketinting, hendry langsung lari memeluk sang kakek dan nenek, begitu pula putri dan queen memeluk kedua adiknya.
Ehmm, halo ayah ibu perkenalkan saya Alessandro." Ujar Alessandro
orang tua putri dan queen menatap
alesandro secara bersamaan, kenapa bisa ada laki-laki bule yang bagaikan pinang belah dua dengan sang cucu, datang bersamaan anak dan cucu mereka.
__ADS_1
ayah, ibu perkenalkan ini Alessandro dan Alessandro ini adalah ayah dan ibu ku, mari kita ke rumah nanti kita akan membahas semuanya di sana." Ujar putri
ia tahu kedua orang tuanya pasti bertanya-tanya kenapa bisa mereka membawa laki-laki yang sama persis dengan anaknya ke kampung halaman, dan putri juga melihat sekeliling banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka.
Dan mereka pun sama-sama melangkahkan kaki ke rumah kedua orang tuanya, Alessandro tadinya berfikir mereka akan menggunakan mobil ternyata tidak mereka hanya berjalan kaki, dan barang-barang mereka di muat menggunakan gerobak pengangkut barang, sungguh pemandangan yang begitu langkah bagi alesandro
.
.
.
.
Bantu like, vote serta komentar yang membangun yah guys🥰 agar author lebih semangat lagi dalam menulis 😇
__ADS_1