Bereinkarnasi Sebagai Penjahat Generasi Kedua

Bereinkarnasi Sebagai Penjahat Generasi Kedua
LIN ZIYAN YANG TERSIPU DAN LIN TAO YANG MARAH


__ADS_3

Xiao Chen berdiri diam, tapi ekspresinya tidak terlihat bagus.


Dia mengertakkan gigi dan matanya dingin.


"Zhou Yuan lagi, aku tidak bisa membiarkan dia bersama Ziyan." Xiao Chen berkata dengan dingin.


Zhou Yuan adalah cowok yang tampan dan mudah bergaul dengan siapa saja, apalagi cewek, apalagi kekuatannya juga tidak lemah.


Pria seperti itu sangat berbahaya, Zhou Yuan pasti pria yang sering bermain dengan banyak gadis.


Untuk pria seperti itu, dia tidak akan membiarkan Lin Ziyan dirayu oleh Zhou Yuan.


Kemudian, dia melihat ke arah gerbang dan melihat sebuah mobil yang dikenalnya mendekat dan berhenti tepat di dekat gerbang.


Seorang lelaki tua berusia 60-an keluar dari mobil dan mendekati Xiao Chen.


"Tuan muda Xiao, dimana Nona Ziyan?" Pria tua itu bertanya dengan sopan.


"Li Tua, biarkan aku yang menyetir, Ziyan pergi dengan seorang pria." Xiao Chen segera berkata.


"Siapa itu?"


"Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang, ayo cepat masuk ke mobil." Xiao Chen bergegas menuju mobil dan diikuti oleh lelaki tua itu.


Menginjak pedal gas, Xiao Chen mempercepat untuk mengikuti Zhou Yuan dan Lin Ziyan.


___________________________


Sementara itu, Zhou Yuan tiba di kediaman keluarga Lin. Tempat ini cukup luas dengan luas sekitar 2000 meter persegi.


Ada banyak rumah di sini, tapi yang paling menonjol adalah yang besar tidak jauh dari gerbang.


Di depan rumah besar itu terdapat taman yang indah dan air mancur.


"Rumah yang indah." Zhou Yuan mengangguk dan berkata dengan senyum ringan.


"Aku yakin itu lebih rendah dari rumahmu, aku pernah membaca berita bahwa paman Zhou Tian menyewa beberapa arsitektur terkenal untuk mendesain rumahnya." Lin Ziyan berkata.


"Itu tidak seberapa dibandingkan dengan istana kekaisaran." Zhou Yuan menyeringai.


Zhou Yuan, kamu tidak serius, kan? Kamu membandingkan rumahmu dengan kediaman kaisar?" Lin Ziyan tercengang setelah mendengar kata-kata Zhou Yuan.

__ADS_1


"Hahaha, aku hanya bercanda."


.....


Zhou Yuan dan Lin Ziyan berada di depan gerbang, tetapi seorang lelaki tua yang tampaknya berusia sekitar 60 tahun mendekati mereka.


"Ziyan, kamu di rumah? Di mana Xiao Chen?" Pria tua itu memandang Lin Ziyan dan bertanya dengan rasa ingin tahu.


"Li Tua terlambat menjemputku, jadi aku pulang dengan teman sekelasku." Lin Ziyan berkata dengan acuh tak acuh.


Lin Ziyan mengenali lelaki tua itu, dia adalah kakeknya, Lin Tao.


"Ziyan, Li Ming hanya sedikit terlambat karena ban mobilnya bocor, kamu seharusnya menunggunya. Apalagi ada Xiao Chen, kamu juga harus menyayanginya. Lagi pula, dia adalah tunanganmu." Lin Tao memarahi Lin Ziyan.


"Kakek, aku sudah mengatakan bahwa aku tidak suka Xiao Chen, tidak ada yang baik tentang dia, dia hanya bisa menimbulkan masalah di sekolah. Dia berkelahi tepat setelah dua hari sekolah. Dan kamu menjodohkanku dengannya? "


"Aku harap kamu tidak berbohong kali ini. Xiao Chen adalah pria yang sempurna untukmu, dia sangat berbakat dan jenius."


"Aku tidak tahu di mana Kakek mengenal Xiao Chen, tidak ada yang baik tentang dia."


"Kamu hanya perlu beradaptasi, mengenalnya, dan belajar mencintainya. Dengan begitu kamu akan bahagia."


"Apa?!" Lin Tao terkejut.


Zhou Yuan juga tertegun sejenak, dia tidak menyangka Lin Ziyan akan mengatakan itu. Tapi detik berikutnya, dia langsung bersikap normal.


Sudut mulut Zhou Yuan meringkuk dan dia memegangi pinggang Lin Ziyan.


"Halo kakek, saya pacar Ziyan."


Lin Tao tidak percaya ini, dia terdiam.


"Ziyan, kamu tidak serius, kan? Bagaimana kamu bisa berkencan dengan orang lain ketika kamu sudah bertunangan?" Lin Tao berkata dengan suara yang lebih keras, dan ada jejak kemarahan dalam kata-katanya.


"Aku tidak pernah mengakui Xiao Chen sebagai tunanganku."


Dia tidak berharap Zhou Yuan menyadari niatnya. Tapi dia juga tidak keberatan, asalkan itu Zhou Yuan.


Tapi tetap saja, dia menahan rona merah di hatinya.


"Siapa bajingan ini? Aku tidak tahu kamu memiliki keberanian untuk menjadi pacar Ziyan." Lin Tao berkata dengan tidak senang sambil menatap Zhou Yuan.

__ADS_1


"Mungkin kamu mengenali saya, nama saya Zhou Yuan dan saya adalah cucu dari Zhou Tiandi." Kata Zhou Yuan sambil memegang pinggang Lin Ziyan dengan lebih romantis.


Lin Ziyan tersipu, tapi dia juga bersandar di lengan Zhou Yuan.


Semua ini dia lakukan agar kakeknya tidak menjodohkannya dengan Xiao Chen.


Sementara itu, Lin Tao terdiam sesaat ketika mendengar nama Zhou Tiandi.


Tapi detik berikutnya, dia langsung mengenali siapa itu. Zhou Tiandi, nama itu telah bergema di kerajaan Huaxia sejak bertahun-tahun yang lalu, bahkan sampai sekarang.


Semua orang mengenalnya sebagai pahlawan, dia adalah satu-satunya jenderal yang mencapai bintang lima, status tertinggi di militer.


Sayangnya, dia menghilang 15 tahun yang lalu. Banyak orang berspekulasi bahwa dia telah meninggal, bahkan keluarga Zhou juga mengakui bahwa Zhou Tiandi telah meninggal.


Seharusnya, keluarga Zhou menurun setelah hilangnya Zhou Tiandi. Namun karena kejeniusan putranya, Zhou Tian. Gengsi dan reputasi keluarga Zhou meningkat pesat.


Mereka menjadi salah satu keluarga teratas di kekaisaran Huaxia.


"Jadi kamu adalah cucu Zhou Tiandi, dia adalah orang yang hebat. Saya tidak tahu bahwa dia memiliki seorang cucu. Tapi tetap saja, saya tidak menyetujui hubungan Anda. Cucu perempuan saya, Lin Ziyan sudah memiliki tunangan, dan dia adalah Xiaochen." Lin Tao memuji, tapi dia segera menggelengkan kepalanya dan berkata dengan nada yang tak terbantahkan.


"Aku tahu kamu sangat menghargai Xiao Chen. Tapi, memaksakan kehendak orang lain itu tidak baik, apalagi itu hanya untuk keinginanmu sendiri." Zhou Yuan berkata dengan acuh tak acuh.


"Jika itu orang yang tepat, tidak masalah. Hanya masalah waktu bagi Ziyan untuk mencintai Xiao Chen." Lin Tao berkata dengan dingin.


Mendengar ini, Zhou Yuan menghela nafas. Sama seperti plot aslinya, Lin Tao adalah orang yang keras kepala.


Orang seperti itu sangat sulit diyakinkan. Lalu, hanya ada satu cara, dia harus menyingkirkannya.


"Terserah kamu. Baiklah kalau begitu, aku tidak punya urusan lagi di sini, aku pergi dulu."


Zhou Yuan masuk ke dalam mobil. Tapi sebelum tancap gas untuk keluar dari sini, dia berkata lagi :


"Ziyan masih pacarku. Jika Xiao Chen tidak menerimanya, dia bisa menemuiku untuk membicarakan bisnis."


"Kau!"


Tidak menunggu Lin Tao mengatakan lebih banyak, Zhou Yuan menginjak gas dan pergi dari sini.


Lin Ziyan tersipu saat mendengar kalimat terakhir Zhou Yuan. Sementara Lin Tao sangat marah ketika mendengar ini.


Namun tidak lama kemudian, sebuah mobil mendekati tempat ini.

__ADS_1


__ADS_2