Bereinkarnasi Sebagai Penjahat Generasi Kedua

Bereinkarnasi Sebagai Penjahat Generasi Kedua
AKU AKAN MEREBUTNYA


__ADS_3

Xiao Chen juga mengikuti Lin Ziyan dari belakang dan menuju ke luar rumah.


Dia melihat Ferrari kuning yang sudah dikenalnya.


Karena kebetulan pagar rumah ini terbuka, mobilnya berada tepat di depan rumah ini.


Pintu mobil terbuka, dan seorang pria tampan mengenakan jas hitam legam yang mewah keluar dari mobil.


Melihat pria itu, Lin Ziyan tersenyum dan berjalan ke arah Zhou Yuan.


Tapi di belakangnya, Xiao Chen mengertakkan gigi dan mengepalkan tinjunya. Itu adalah Zhou Yuan lagi!


Dia benar-benar marah, kenapa semua yang akan dia lakukan selalu berhubungan dengan Zhou Yuan?


Semua hal baik yang seharusnya dia dapatkan, kenapa selalu direbut oleh Zhou Yuan?!


Apalagi, di depan, Lin Ziyan sedang mengobrol dengan Zhou Yuan. Dan mereka saling tersenyum dan mengobrol dengan baik, itu menambah kemarahannya.


Dia menghentakkan kakinya dan berjalan menuju Zhou Yuan, dia tidak akan membiarkan Lin Ziyan pergi bersamanya.


.........


"Zhouyuan!" Teriak Xiao Chen.


Lin Ziyan yang hendak masuk ke dalam mobil tiba-tiba berhenti. Dan Zhou Yuan juga mengarahkan pandangannya pada Xiao Chen.


"Oh, Halo, Xiao Chen, apa kabar? Kuharap kau baik-baik saja setelah kejadian kemarin." Zhou Yuan berkata dengan ramah.


Tapi kata-kata Zhou Yuan terdengar seperti ejekan di telinga Xiao Chen.


"Zhou Yuan, Lin Ziyan tidak akan pergi denganmu. Dia akan pergi denganku!" Xiao Chen berkata dengan tegas.


,m "Oh, kalau begitu biarkan dia memutuskan dengan siapa dia pergi." kata Zhouyuan.


Mendengar ini, Xiao Chen melirik Lin Ziyan, "Ziyan, kamu tahu kakekmu menyuruhmu pergi denganku."


Tapi Lin Ziyan menatapnya dengan tidak senang.


"Aku tidak peduli apa kata kakekku. Aku ingin bebas dengan pilihanku sendiri." Lin Ziyan berkata dengan tegas.

__ADS_1


"Ziyan, terkadang kamu harus mendengarkan nasihat kakekmu. Kamu tahu, ini malam dan Zhou Yuan bukan orang yang baik. Mungkin dia memiliki niat buruk terhadapmu." Xiao Chen tidak menyerah mengingatkan Lin Ziyan.


Mendengar ini, Lin Ziyan tanpa sadar menatap Zhou Yuan.


Zhou Yuan mengenakan setelan jas hitam legam yang terkesan anggun, apalagi dia juga sangat tampan. Pipi Lin Ziyan sedikit memerah.


Kemudian, dia memandang Xiao Chen, "Xiao Chen, aku masih tidak peduli apa kata kakek. Aku akan pergi dengan Zhou Yuan." Lin Ziyan berkata dengan tegas dan langsung masuk ke dalam mobil.


Mendengar ini, Xiao Chen merasa frustrasi di dalam hatinya.


Dia akan mengatakan sesuatu untuk mengingatkan Lin Ziyan, tapi dia menyerah.


Zhou Yuan juga masuk ke mobil dan segera pergi dari sini.


Xiao Chen menatap dingin ke mobil.


"Aku tidak akan menyerahkan Lin Ziyan padamu." Xiao Chen berkata dengan dingin.


Tanpa pikir panjang, dia pun masuk ke mobil terdekat dan langsung pergi dari sini.


.........


Pagar villa merupakan tanaman hias yang tertata rapi dan indah serta terdapat 4 orang penjaga disana.


Zhou Yuan memarkir mobilnya di tempat parkir yang telah disiapkan. Kemudian, dia turun bersama Lin Ziyan.


"Berpegangan tangan?" Zhou Yuan berkata sambil tersenyum sambil menunjukkan tangannya.


"Oke." Pipi Lin Ziyan sedikit merah, tapi dia mengangguk dan memegang tangan Zhou Yuan.


Mereka berdua berjalan menuju pintu masuk vila.


"Halo, bisakah kamu menunjukkan kartu undangannya?" Seorang penjaga tersenyum dan berkata dengan ramah.


Zhou Yuan mengeluarkan kartu dari saku bajunya dan menyerahkannya kepada penjaga.


"Oke, silakan masuk." Penjaga itu berkata dengan ramah setelah memverifikasi kartu.


Zhou Yuan dan Lin Ziyan berjalan ke halaman vila.

__ADS_1


Tempat ini sangat mewah, banyak orang yang berpakaian mewah dan meja-meja yang tertata rapi dan diisi dengan banyak makanan.


Namun yang paling menonjol adalah panggung di depan, sepertinya itu adalah tempat utama pembawa acara.


Zhou Yuan melihat sekeliling, ada banyak wajah yang dikenalnya, mereka semua menyapanya dan terlihat hormat.


"Ziyan, ayo cari tempat duduk, sepertinya kita datang terlalu cepat."


"Oke."


Mereka berdua mengobrol dengan baik. Zhou Yuan juga bercanda dengannya beberapa kali.


Dan Lin Ziyan juga merasa berbeda saat bersama Zhou Yuan.


Sifat dinginnya perlahan dilebur oleh Zhou Yuan.


.........


Setengah jam kemudian, Xiao Chen tiba di area vila ini bersama Wang Liang. Tapi ekspresinya tidak terlihat bagus saat melihat Zhou Yuan mengobrol dan tertawa bersama Lin Ziyan.


"Kakak Chen, Zhou Yuan memang orang yang licik. Dia selalu bisa meluluhkan hati wanita." Kata Wang Liang saat melihat ekspresi Xiao Chen.


"Kakak Wang, apakah Zhou Yuan seorang playboy? Aku tidak ingin Ziyan bersamanya."


"Kurasa tidak, aku belum pernah melihatnya berkencan dengan gadis mana pun. Tapi dia pernah memberitahuku bahwa Ji Luoxue sangat cantik. Aku tidak tahu apakah dia menyukai Ji Luoxue atau tidak."


"Ji Luoxue? Siapa dia?" Xiao Chen bertanya dengan rasa ingin tahu.


"Dia adalah saudara tirinya. Aku tidak tahu betapa cantiknya dia karena aku tidak pernah bertemu dengannya."


Mendengar kata-kata Wang Liang, Xiao Chen mengangguk, tetapi dia juga memikirkan sesuatu sambil mengelus dagunya.


Menurut penjelasan Wang Liang, Zhou Yuan pasti menyukai Ji Luoxue. Dan keduanya tidak ada hubungan darah, jadi hubungan mereka sah.


Tapi seringai muncul di wajahnya, hari ini Zhou Yuan merebut Lin Ziyan darinya, lalu dia akan merebut Ji Luoxue dari Zhou Yuan.


Tidak ada yang tidak mungkin, dia akan membuat Ji Luoxue dan Lin Ziyan jatuh cinta padanya.


"Kakak Wang, kamu memberiku informasi menarik hari ini. Terima kasih."

__ADS_1


__ADS_2