
Ryan sangat puas dengan sikap yang diperlihatkan oleh Jie Yi, dengan segera dia berkata, "Selamat datang di Geng Samurai Mawar nona Jie Yi."
Jie Yi hanya hanya menganggukkan kepala saja atas basa-basi yang disampaikan oleh Ryan itu. Dia benar-benar telah menempatkan keputusan secara mendalam atas hal seperti ini.
Sedangkan untuk Ban Chi, dia dapat memahami dengan jelas apa yang harus dia lakukan saat ini. Ban Chi pun berdiri di tempat duduknya dan pergi meninggalkan ruangan untuk menemui sang manajer restoran.
Sekali lagi kesigapan Ban Chi membuat Ryan mengangguk dan tersenyum dengan puas. dia benar-benar sangat cocok untuk dijadikan sebagai tangan kanan yang dengan cepat begitu mengerti mengenai apa yang harus dilakukan oleh dirinya. Ryan kemudian mengajak bicara Jie Yi mengenai beberapa hal.
Di saat Ryan dan anggota baru Geng Samurai Mawar yang tidak lain adalah Jie Yi sedang saling berbincang-bincang santai di ruangannya, saat ini Ban Chi telah duduk di tempat duduk yang seharusnya diduduki oleh sang manajer restoran. Sedangkan sang pemilik tempat duduk itu justru malah berdiri dengan tangan sedikit menyilang di depan perut.
Hal ini tentu saja dilakukan oleh sang manajer restoran karena dia teramat menghormati sosok seperti Ban Chi yang dikenalnya sebagai orang nomor satu di kota Mawar. Tentu dia belum mengetahui bahwa kepemimpinan Geng Samurai Mawar telah berpindah tangan kepada Ryan atau sosok pemuda yang begitu dihormati oleh Ban Chi.
"Jadi, apakah kamu menyetujui apa yang aku katakan sebelumnya kepadamu?" Ban Chi bertanya dengan terus terang. Sebelumnya dia telah mengatakan perihal kedatangannya yang tidak lain adalah membawa salah satu pelayan yang sebelumnya diminta datang menghadap Ryan.
Wajah sang manajer restoran terlihat sangat masam karena tidak menyangka bahwa pelayan yang dipanggil sebelumnya akan dibawa oleh Geng Samurai Mawar. Dirinya tentu saja sedikit tidak rela karena pelayan itu merupakan salah satu pelayan cantik yang bisa dikatakan sebagai ikon dari restoran mewah miliknya dan beberapa kali telah mengundang sosok penting dan kaya raya ke tempat miliknya.
Namun karena apa yang dikatakan oleh Ban Chi sebelumnya seperti sebuah perintah mutlak dan bukan tergolong permintaan, manajer restoran hanya bisa menganggukkan kepala tanda ia menyetujui.
"Baiklah jika kamu menyetujuinya. Aku sangat berterima kasih kepadamu dan pasti akan memberikan sedikit penghargaan untuk restoranmu ini," ujar bensi lalu dirinya pun berdiri di tempat duduk untuk bersiap pergi meninggalkan ruangan manajer.
"terima kasih ketua Ban Chi!" kata sang manajer restoran dengan nada yang sangat tertekan.
__ADS_1
Ban Chi tentu saja sangat mengetahui kondisi yang dialami oleh manajer restoran mewah itu. Namun dirinya sama sekali tidak menghiraukannya karena yang terpenting adalah dirinya dapat memuaskan ketua baru Geng Samurai Mawar. Bisa dikatakan saat ini Ban Chi pun sedang dalam kondisi yang hampir sama dengan manajer restoran.
Ban Chi pergi meninggalkan ruangan dan kembali ke ruangan VVIP yang sedang ditempati oleh Ryan dan juga Jie Yi. Dia mendapat melihat kedua sosok itu saat ini sudah bersiap-siap untuk pergi meninggalkan restoran.
Selain itu, Ban Chi juga dapat melihat bahwa Jie Yi juga telah melepaskan atribut pelayan miliknya dan berganti dengan pakaian lain yang sangat dominan dengan warna gelap. Dapat dilihat bahwa wanita itu juga memiliki aura mencekam dan terasa sangat begitu berbahaya.
"Apakah ketua akan segera kembali?" tanya Ban Chi.
"Benar sekali saudara Chi! tapi apakah kamu bisa meminjamkan mobil sebentar karena aku masih ingin berjalan-jalan di kota Mawar ini bersama dengan Jie Yi? Kamu bisa pulang menggunakan taksi atau angkot atau apalah itu terserah kamu," ujar Ryan secara blak-blakan dan terlihat seperti orang yang sangat tidak tahu malu karena justru pemilik mobil lah yang terkena diskriminasi.
"Baik ketua!" jawab Ban Chi sembari tersenyum masam dan memberikan kunci mobil sport miliknya.
Ban Chi memandang kedua sosok itu dengan tatapan kosong dan wajah yang sedikit cemberut. dia tidak tahu bahwa ternyata ketuanya memiliki sedikit kelainan atau bisa dikatakan seenak jidatnya sendiri. Namun begitu, Ban Chi tentu saja tidak berani mengatakannya pada permukaan. Dia tentu saja masih sayang dengan lehernya dan tidak ingin kepalanya terpisah dari badannya hanya gara-gara menyinggung sosok mengerikan seperti Ryan.
Ryan menghentikan kakinya di saat dia dan Jie Yi tepat di pintu ruangan. Ryan membalikkan badan dan berseru kepada Ban Chi, "Oiya saudara Chi, besok ketika latihan diadakan tolong kau siapkan lah sebuah kursi santai lengkap dengan kopi rokok sekaligus camilan! Dan yang terpenting, jangan lupa siapkan juga sebuah gitar! apa kau mengerti?"
Ban Chi mengerutkan keningnya dengan permintaan yang diinginkan oleh ketua mereka itu. Kursi santai? Kopi? Rokok? Dan camilan, lalu gitar? Untuk apa hal-hal seperti itu diinginkan olehnya? Ban Chi benar-benar tidak percaya dengan apa yang didengarkan oleh telinganya itu. Namun sekali lagi Dia hanya bisa menganggukkan kepala tanda akan menyiapkan semua itu di tempat latihan.
Melihat anggukan kepala Ban Chi, Ryan pun segera mengajak gadis di sampingnya itu untuk turun dari lantai 4 dan pergi meninggalkan restoran menggunakan mobil orang nomor satu di kota Mawar sebelumnya.
***
__ADS_1
Waktu terus berlalu dan tidak terasa satu hari telah kembali terlewat. Saat ini Ryan baru selesai bersiap-siap untuk melatih semua anggota Geng Samurai Mawar termasuk untuk Jie Yi.
Ryan memakai pakaian khas negara C dan sedang memandangi wajahnya sendiri dari depan cermin.
"Manusia tampan sampai kapanpun dan menggunakan pakaian dari manapun akan lah tetap terlihat tampan." ucapnya pada dirinya sendiri.
[Cih!] sebuah sahutan yang berupa decihan kesal yang tidak lain berasal dari Sistem miliknya langsung terdengar di kepala Ryan.
Sistem tentu saja sangat muak dan muntah saat mendengarkan gumaman narsisme dari Ryan.
"Woi Tem! Apakah ada yang salah? Apa yang kau katakan sebelumnya itu adalah kebenaran hakiki!" ucap Ryan dengan bangganya.
Sistem sama sekali tidak menanggapi lagi omong kosong dari Ryan. Tentu saja dia sangat malas untuk menanggapinya karena dengan sangkalan apapun yang dia berikan, maka pemuda yang narsis tiada obat ini tidak akan pernah mengakui kekalahan serta kesalahannya dalam membahas ketampanan.
"Hehehe.. Tampaknya saat ini kamu terlihat lebih kalem dari sebelum-sebelumnya. Aku menyukai sifat seperti itu, Sistem kesayanganku." ujar Ryan sembari tertawa terkekeh sendiri.
Setelah itu Ryan pun pergi meninggalkan kamarnya dan menuju ke ruang bawah tanah yang merupakan tempat latihan dari seluruh anggota Geng Samurai Mawar.
Sesampainya di sana, senyuman keras segera terpancar dari sudut bibirnya, karena dia telah melihat sebuah kursi santai lengkap dengan meja, kopi, rokok, camilan dan sebuah gitar yang tersandar tepat di tengah-tengah ruangan.
'Hehehe.. Ban Chi memang benar-benar sangat bisa diandalkan' batinnya sangat puas.
__ADS_1