Berjuang Bersama Sistem

Berjuang Bersama Sistem
Bab 22


__ADS_3

Ryan benar-benar seperti orang gila karena tertawa terkekeh-kekeh sendiri saat baru memasuki ruangan bawah tanah yang sangat luas itu. Pesanan yang dia pesan sebelumnya kepada Ban Chi telah benar-benar disediakan dengan begitu lengkap tanpa ada kekurangan sedikitpun.


Melihat ketua baru mereka tertawa sendiRyan membuat ketiga ratusan orang Geng Samurai Mawar termasuk Jie Yi dan Ban Chi mengerutkan kening. Mereka semua telah benar-benar berpikir bahwa ketua Geng kali ini memiliki sifat yang di luar nalar.


Jie Yi yang merupakan satu-satunya wanita yang menjadi anggota Geng Samurai Mawar sama sekali tidak mempermasalahkannya. Terlebih dengan sikap yang diperolehnya dari seluruh anggota Geng membuatnya cukup nyaman.


Itu tentu saja terjadi kepada seluruh anggota Geng Samurai Mawar karena ada dasarnya mereka telah menganggap semua orang entah siapapun itu yang masuk ke dalam kelompok mereka sebagai anggota keluarga.


Hal inilah yang begitu Jie Yi sukai sehingga dia merasa sangat betah dan tidak merasa seolah-olah dirinya akan terkucilkan atau di anak tirikan karena hanya dia yang memiliki gender perempuan.


Jie Yi tidak tahu bahwa sebenarnya peraturan itu baru saja dibuat sehari yang lalu saat Ryan mulai memimpin Geng Samurai Mawar. Andai saja Jie Yi masuk pada saat Ban Chi masihlah menjadi ketua geng, masa sudah dipastikan bahwa hal seperti ini tidak akan pernah terjadi.


Ryan berjalan dengan santai menuju ke arah 300-an anggota Geng Samurai Mawar itu. Cara berjalannya benar-benar tampak seperti seorang yang berwibawa setelah sebelumnya melakukan suatu hal yang sangat aneh karena tertawa cekikikan sendiri.


[Cih! dasar pemilik kepribadian ganda!] cibir Sistem dengan terang-terangan kepada Ryan.


Ryan mengerutkan keningnya saat mendengarkan celotehan yang diucapkan oleh Sistemnya itu. Dia sedikit mengerti dengan alur yang sedang dibicarakan oleh sistem, akan tetapi dirinya pun mengajukannya begitu saja dan tetap melanjutkan langkahnya dengan penuh kewibawaan.


Sesampainya di hadapan ke 300 anggota Geng Samurai Mawar, Ryan pun menatap mereka dengan tatapan tajam dan penuh dengan dominasi sehingga membuat siapapun akan menundukkan pandangan mereka bahkan jika itu untuk Jie Yi.


"Apakah kalian benar-benar yakin akan mengikuti pelatihan denganku?" tanyanya dengan suara yang dapat didengar oleh semua orang di tempat itu.


Mendengar pertanyaan yang sama yang diucapkan oleh sang ketua, sorot mata ke 300-an anggota Geng Samurai Mawar menjadi lebih berapi-api. Dengan serentak mereka semua pun menjawab, "kami yakin, ketua!"

__ADS_1


Ryan harusnya mendengarkan jawaban penuh tekad dari seluruh anggotanya itu. Dirinya menganggukkan kepala lalu berkata, "Seperti yang aku katakan kepada kalian bahwa sebelum kalian aku berikan sebuah teknik berpedang, kalian terlebih dahulu harus meningkatkan kekuatan tubuh fisik. Oleh karena itu,.."


Ryan sengaja memotong ucapannya sehingga membuat semua orang di tempat itu menjadi semakin penasaran.


"Kalian harus mengelilingi lapangan ini sebanyak 300 kali dalam waktu 1 jam!" lanjutnya.


Semua anggota Geng Samurai Mawar bahkan untuk para eselon atasnya termasuk Jie Yi, Ban Chi, Du Du, Ma Dang, Sa Ma dan Wu Han membelalakkan mata mereka. 300 kali putaran hanya dalam waktu 1 jam saja? mereka seolah-olah sedang salah dalam pendengaran yang terjadi secara serempak.


Ini seolah-olah benar-benar hal yang sangat mustahil untuk mereka lakukan karena lapangan tempat mereka saat ini berdiri meskipun berada di ruang bawah tanah sangatlah lebar menyamai sebuah lapangan sepak bola.


"Jika di antara kalian ada yang gagal, maka aku akan memberikan hukuman khusus!" lanjut Ryan dengan seringai jahat terpancar dari sudut bibirnya.


Jantung semua anggota Geng Samurai Mawar benar-benar dibuat hampir copot dengan pengaturan atau tata cara latihan yang diberikan oleh Ryan atau ketua baru Geng Samurai Mawar. Terlebih, saat mereka semua melihat senyuman jahat yang dipancarkan oleh Ryan dari sudut bibirnya, mereka merasa akan dekat sekali dengan kematian.


Ini akan menjadi latihan yang sangat berat untuk mereka, karena di lain sisi mereka ingin memperkuat tubuh fisik, tapi di sisi lainnya lagi mereka juga tidak ingin mendapatkan hukuman yang pasti akan sangatlah berat.


Ryan mengatakan hal itu kepada mereka semua dengan wajah yang acuh tak acuh seolah tidak memperdulikan sama sekali jika nantinya seluruh anggota Geng Samurai Mawar akan mati akibat pelatihan yang dijalani.


Dia telah bertanya berulang kali mengenai keyakinan akan seluruh anggota geng apakah akan tetap melakukan pelatihan atau tidaknya, dan mereka semua menjawab dengan serentak akan tetap yakin dan siap menjalani tahapan demi tahapan meskipun terasa sangat menyulitkan serta menyakitkan.


"Baiklah.. Segeralah mulai!" seru Ryan dengan nada yang sangat acuh seperti sebelumnya sembari melambaikan tanah seolah-olah dirinya sedang mengusir anggota Geng Samurai Mawar itu.


Ban Chi yang merupakan orang yang cepat memahami karakteristik Ryan serta orang yang sangat tanggap, segera mengawali gerakannya dan mulai untuk memutari lapangan sebanyak 300 kali selama 1 jam. para anggota Geng Samurai Mawar yang lain juga segera mengikuti Ban Chi dari belakangnya.

__ADS_1


Sedangkan untuk Ryan, dirinya seolah tidak peduli dengan seluruh anggota Geng Samurai Mawar yang sedang berlarian. Setelah melihat beberapa kali putaran telah diselesaikan oleh anggota Geng Samurai Mawar, dia pun berjalan dengan santainya ke arah kursi yang telah disediakan dan mulai memakan camilan di atas meja.


Tidak lupa Ryan juga menyeruput kopi yang masih terasa begitu panas namun sangat menyegarkan untuk dia hirup aromanya.


Slruuuppp...


"Aahhh.. Sangat nikmat!" serunya tanpa memperdulikan seluruh wajah dari anggota Geng Samurai Mawarnya yang sedikit menghitam karena ulahnya itu.


Mereka semua tentu dapat dengan jelas melihat apa yang dilakukan oleh sang ketua karena posisi mereka saat ini bisa dikatakan sedang mengelilingi tempat ketua mereka berada namun dengan jarak yang lumayan jauh.


Sekali lagi Ryan sama sekali tidak peduli dengan apa yang anggota Gengnya pikirkan akan dirinya. Dia pun mulai mengambil satu batang rokok lalu menghisapnya dengan sangat rileks.


"Aiiih.. Ngopi sambil ngerokok, memanglah sangat cocok!" ucap Ryan dengan nada yang cukup keras seolah-olah memang mengatakannya secara sengaja.


"Untung saja ada rokoknya. Kalian tahu bukan, jika ngopi tanpa merokok, bagai EE tanpa cebok! Hahaha.." serunya lagi dengan tertawa tertinggal-pingkal dan entah apa tujuannya melakukan hal sedemikian rupa, bahkan dirinya sampai membuat sebuah perumpamaan aneh yang terdengar sangatlah ambigu dan menjijikkan.


Seluruh anggota Geng Samurai Mawar benar-benar merasa tersiksa dengan apa yang didengarkan oleh telinga mereka. Entah bagaimana hal ini bisa terjadi namun hati mereka benar-benar secara nyata merasakannya.


"Yoo.. Waktunya bernyanyi!" seru Ryan sembari mengambil gitar di dekatnya dan langsung memetik senarnya.


Jreng! Jreng! Jreng!


Sedangkan untuk anggota Geng Samurai Mawar yang sedang dipenuhi dengan bulir-bulir keringat dan rasa lelah, mereka seolah memiliki firasat buruk yang akan menimpa. Sungguh, pelatihan ini benar-benar sangat menyiksa!

__ADS_1


__ADS_2