
Setelah Farel mengubah gigi Naura menjadi gigi taring agar tidak dimakan oleh para Vampir, Naura dan Farel mencari jalan keluar dari dunia Vampir yang mereka masuki itu. Mereka terus berjalan dan tiba di sebuah kota. Naura hendak berjalan tapi tiba-tiba Farel menghentikan langkah Naura. "Kenapa, sih?" Tanya Naura. "Kita sekarang ada di Kota Vampr, Kota para Vampir. Biasa nya Vampir di sini sangat rakus akan darah manusia. Jadi, kamu harus lebih waspada di sini, ya" Jelas Farel. "Baiklah" Jawab Naura. Kemudian, Naura dan Farel memasuki Kota Vampr itu.
Setelah memasuki kota itu, Naura melihat Vampir-Vampir yang sedang berjalan-jalan.
Gigi taring mereka sangat menyeram kan. "Bisa-bisa aku dimakan oleh para Vampir itu" Kata Naura dalam hati. Tiba-tiba, seorang Vampir melihat Naura dengan tatapan tajam. Hati Naura berdegup kencang. "Kenapa Vampir itu melihat ku? Apakah dia tau kalau aku ini manusia?" Tanya Naura dalam hati. Keringat dingin mulai membasahi baju Naura. "Semoga aku tidak dimakan. Semoga aku tidak dimakan. Semoga aku tidak dimakan. Semoga aku tidak dimakan. Semoga aku tidak dimakan. Semoga aku tidak dimakan. Semoga aku tidak dimakan. Semoga aku tidak dimakan. Semoga aku tidak dimakan. Semoga aku tidak dimakan." Naura memohon sedalam-dalam nya. "Hai, apa kamu Vampir baru disini?" Tanya Vampir itu ramah. "I.... Iya!" Naura menjawab nya sambil berjalan mundur untuk menjauhi Vampir itu. "Hm? Kenapa kamu mundur?" Tanya Vampir itu lagi. "Tidak ada apa-apa, kok. Dia hanya agak canggung saja karena baru memasuki Kota ini" Jawab Farel.
__ADS_1
"Apakah kamu teman nya?" Tanya Vampir itu pada Farel. Farel hanya mengangguk. "Kalau begitu tolong jelas kan dia itu gadis itu seperti apa" Kata Vampir itu sambil tertawa. "Ok, sip" Jawab Farel dengan begitu mudah. "Apa!? Farel apakah kamu akan memberitau Vampir itu?" Seru Naura dalam hati.
Naura kemudian segera menarik tangan Farel. "Ikut aku sebentar!" Seru Naura ketus. "Sebentar ya, temanku sedang ingin berbicara denganku" Kata Farel pada Vampir itu. "Ok" Kata Vampir itu, kemudian menunggu. "Kenapa sih?" Tanya Farel dengan berbisik-bisik. "Masa kamu mau kasi tau Vampir itu aku itu manusia, sih?" Tanya Naura "Jangan khawatir, serahkan semua nya padaku" Jawab Farel "Mau ngapain, lo? Sini!" Tapi Farel tetap tidak mempedulikan Naura. Farel terus berjalan ke Vampir yang menanyai nya tadi.
"Awas, lo. Nanti gua kasi tendangan karate gua nih!" Ancam Naura pada Farel dalam hati (Aneh :v) "Kok gua jadi merinding, ya? Lanjut aja deh" Farel terus berjalan ke arah Vampir itu. "Jadi?" Tanya Vampir tersebut. Lalu Farel menjawab, "Dia itu cewe nya pemarah, lo harus hati-hati sama dia. Kalau kamu ada salah sedikit ama dia, bisa-bisa luka banyak. Soal nya, dia itu punya sabuk hitam karate, lho. Jadi nya, bisa-bisa kalau kamu ada salah sedikit, malah luka-luka banyak. Dia itu Vampir yang seneng banget sama darah manusia. Kalau ada darah manusia, langsung diminum. Dia hebat, lho. Bisa nangkap banyak manusia dan minum darah nya walaupun mereka bersenjata, bawa pistol. Jadi lo harus hati-hati sama dia ya. Jangan cari-cari masalah. Kalau cari masalah, nama nya bukan cari masalah, tapi cari mati" Kata Farel setengah berbohong setengah jujur kepada Vampir itu. "Ooo..... Gitu ya. O iya, nama dia siapa ya? Nama kamu juga siapa?" Tanya Vampir itu lagi. "Nama dia itu Naura. Kalau nama gua Farel. Salam Ya" Kata Farel santai.
__ADS_1
"A....... Ak....... Aku....." Jawab Farel gemetaran. "Aku bilang kalau kamu itu Vampir yang hebat! Kamu bisa ngancurin apa pun!" Jawab Farel. Naura memandang Farel dangan tatapan curiga. "Dia bilang nama nya Marcel!" Kata Farel lagi.
Krik Krik......... Krik Krik.........
Hening.
__ADS_1
"Apa kamu memberitau dia kalau aku adalah manusia?" Tanya Naura curiga. "Ya nggak lah! Emang nya kamu mau dimakan?" Jawab Farel. "Ayo kita menjelajahi Kota Vampr ini dulu! Biar nggak nyasar he he he" Saran Farel mengganti topik. "Ok, tapi, awas kalau kamu bilang kalau aku ini manusia. Auto tendang" Ancam Naura "Ok, ok, ayo" Mereka pun menjelajahi Kota tersebut.
...BERSAMBUNG.............