
"selamat ya nak atas kelulusan mu, maaf kan ayah dan ibu tak bisa menyekolahkanmu sampai perguruan tinggi"!
ku lihat raut muka bahagia namun tak menutupi bias sendu dan pilu yang terlukis dimata ayah ibu ku
bahagia karena anaknya sudah lulus sekolah menengah atas dengan nilai tertinggi tidak hanya satu sekolah namun sampai tingkat nasional nilai ku mendapatkan nilai tertinggi
sedih tatkala semua org tua sudah mendaftarkan anaknya ke perguruan tinggi favorit swasta maupun negri sedangkan mereka tidak dapat memberikan itu, sekolah ini pun karena kemurahan hati orang lain
"ayah...ibuu...terimakasih...semoga ada jalan untuk Lia bisa kuliah ya, doakan selalu anak mu ini"!
"aamiin"!
sahut ayah ibu ku serentak dengan wajah pilu dan sendu
"Tuhan izinkan aku untuk mengangkat derajat ayah ibu ku, agar aku dapat mengangkat kepala mereka dengan tegak didepan orang orang yang selalu menghina kami "
rintih ku dalam hati...tak terasa air mataku bergulir perlahan , cepat ku hapus agar tak terlihat ayah ibu ku..
*flas back on*
"kita panggilkan Ananda Alia partricia sebagai siswi teladan yg memperoleh nilai tertinggi tingkat nasional dan telah mengharumkan nama baik sekolah kita"
suara microphone terdengar cukup nyaring oleh ku yg memanggil namaku.
taap..taapp..tappp
aku berjalan menuju podium tempat aku dipersilahkan untuk memberikan sedikit basa basi sekedar formalitas saja, karena para undangan dari berbagai unsur hadir setiap tahun untuk menyaksikan acara kelulusan sekolah ini, dimana berbagai penyandang dana dr berbagai perusahaan juga hadir secara otomatis petinggi daerah juga hadir.
"terimakasih atas kesempatan yang diberikan, terimakasih atas apresiasi dan penghargaan dari sekolah untuk saya, terima kasih untuk guru-guru, teman-teman dan orang tua saya, terlebih saya sangat berterima kasih kepada ayah angkat saya bapak Prayoga abdikusumo yang telah membiayai saya masuk kesekolah ini, tak banyak yang akan saya sampaikan disini kecuali terima kasih dan semoga kita sukses kedepannya..terimakasih"
prok.prok .prok.prok.....
suara tepuk tangan bergemuruh didalam gedung aula sekolah
"cih....anak miskin sombong belagu, nilainya tinggi paling juga karena deketin guru-guru cow tuh biar diajarin tambahan,,"
"secara kan miskin suka menghalalkan segala cara"
nyinyiran dari cathrine, viona, Angela terdengar olehku karena berbicara tepat didepan Kun
"selamat Lia..."!
"suara ini???...." pikirku sejenak, ku toleh ternyata..
"tett..teettriiima kasih Erick"!
ternyata terkejut aku menyambut uluran tangannya...
ya Erick fabregas yg 1semester ini menjadi teman sekelasku , murid pindahan dari negara tetangga
selama ini aku tak pernah berani menyapa atau melihatnya, karena status ku dan juga karena malu ejekan bullyan hinaan serta nyinyiran dari Genk lambe selokan selalu terlontar kepada ku didepannya.
"ya tuhaaannn...mahluk ini dr planet ini atau planet luar sih...gantengnya minta ampun" aku grasak grusuk dalam hati
"tinggi, berotot, bersih wangi sepanjang hari putih berseri seperti bidadara"
__ADS_1
"hedeeehhh emangnya elu udah pernah liat bidadara Oneng "?!
rutuk ku kembali dalam hati
"setelah ini mau melanjutkan kuliah dimana Lia, ?!"
tanya Erick masih kaget melihat tingkah laku ku yang aneh
"eeehhhmm..eeee...eeemmmhh. ....eee....kayaknya gak lanjut Rick,"
sahutku berusaha merilekskan tubuh otak mulut dan organ kemih ku karena aku saking groginya mau pipis dicelanaðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜....🤣🤣🤣
maklum ibarat kata ketiban bulan bintang duren uang dr langit
ku dengar celoteh kotor nyinyir sindiran Genk lambe selokan dibelakang ku
"loh..kenapa Lia, bukannya lebih mudah bagimu ke terima diperguruan tinggi dengan nilai sempurnamu"?
"...nngggg....nggggg...eemhh....mungkin aku harus bekerja dulu mengumpulkan uang untuk kuliah Erick, karena walau aku dapat beasiswa namun aku perlu biaya hidup dan akomodasi lainnya"
aku mulai berani mengangkat kepala ku sedikit, walau sedetik kuangkat 5 menit menunduk
pengen banget liat mukanya lama-lama...tapi kagak berani ðŸ˜
"memang kalau ada kesempatan Lia akan ambil jurusan apa?!"
"hedeeeeehhhhh ini cowooookkkk...udah apa Jangan banyak nanya malu mana kebelet pipis mana mau pingsan deket-deket doi" sengutku dalam hati
"jika tuhan memberikan aku kesempatan aku ingin ambil kuliah kedokteran Erick"
"aku undur diri dulu karena ayah ibu ku sudah menunggu diluar"
"aku pamit pulang dulu"
"tunggu Lia!"
Erick menarik tangan ku
"ya" kaget ku tambah mau pipis n pingsan
" boleh aku minta no telp mu"
"maaf aku tak punya telp "
aku berlari sambil menyeimbangi rok kebaya yang ku sewa ditempat rias pengantin untuk acara kelulusan ini, mengangkat sedikit rok nya, dan berlari kecil sambil melihat jalan jangan sampai aku keseleo karena memakai sendal berhak 5cm yg dipinjami oleh tetangga ku, takut rusak oooy...
sengaja untuk moment ini ayah dan ibu menyewa becak untuk sampai kesekolah ini dari pada berjalan kaki menggunakan kebaya dan hak tinggi sendal tentangga.
hahahaa...kedeol-kedeol dah ah...
"iiishh..kenapa aku mesti berbohong kepada Erick bahwa aku tak punya no telp"
"kenapa tak ku berikan saja"
sesal ku dalam hati
__ADS_1
"ada apa to nduk...?"
tanya ibuku...
"gak apa Bu,,cuma gerah pake baju ini,,gak betah Bu"
jawabku berbohong
sesampai dirumah aku langsung mengganti baju ku dengan baju butut biasa untuk dirmh, kemudian aku mencuci baju sewaan dan akan mengembalikan segera ketempat sewaan agar tidak rusak atau hilang...
aku berfikir keras bagaimana bisa aku mendapatkan uang untuk kuliah ku
apakah aku sudah cukup mengenyam sampai bangku SMA saja
tapi keinginan ku untuk kuliah begitu besar dan kuat, hingga aku pusing sendiri bagaimana jalan keluarnya
karena lelah berpikir akhirnya aku tertidur gak sadar ngayal sampe udah malem
keesokan harinya
"liaaaaaa......liiiiiii....."
huuftttt....siapa lagi pagi-pagi gini bangunin orang sambil teriak-teriak
hari ini kami libur jualan , karena ayah dan ibu sedikit tidak enak badan, dan aku pun letih juga karena belum pernah istirahat untuk bantu jualan dan produksi kue (ngadon kue, nyetak kue, goreng kue, sampai keliling kampung jualan kue aku yg ngerjain juga yak..hihihii)
"ya tunggu"
"Lia...temenin aku ya...siang ini.."
cerocos Santi sahabat ku sambil langsung nyelonong masuk begitu dibukain pintu.
" kayak kucing laper nih anak" kataku dalam hati
"mau kemana san,ngapain"?!
"kekampung sebelah temenin aku nyanyi"
"haaahh!!..nyanyi?!..maksud mu san?"
masih bingung ya kan, orang baru bangun tidur denger yang aneh kan jadinya agak oleng...hihihihiii.
"iya nyanyi,,aku diajak pak Asep ikut organ tunggalnya manggung gitu, nanti dibayar per sekali nyanyi Li"
"temenin yak" rengeknya
"emang kamu bisa nyanyi san?" tanya ku
"bisa kalo lagu yang gayang bohay mah, yang penting goyangannya Li"
"ngarang aja kamu san, yang ada nanti dilemparin orang pake botol,ahahahhahhhaaa?"
tawa ku sampai terdengar ibu dan ayah ku yang memang sudah bangun sejak subuh dan bercengkrama didapur
"pokoknya TEMENIN TITIK!"
__ADS_1