biduan kampung istri presdir

biduan kampung istri presdir
pertemuan tak sengaja


__ADS_3

"ting tong"


bunyi pintu lift terbuka dan kami rombongan dari dianada entertainment pun kluar menuju ballroom yg ternyata ada dilantai paling atas gedung ini


"Hhosh..hoosshh.."


Taap ...tapp..taapp


aku, Santi dan kru lainnya bergegas untuk mempersiapkan diri untuk tampil


rupanya semua alat musik lengkap dengan soundsystem nya sudah disediakan oleh perusahaan yang memakai jasa kami


hanya sekilas ku dengar bahwa orang tua dari Presdir perusahaan sekaligus CEO dari beberapa perusahaan besar yg bergerak dibidang entertainment, logistic,jasa, dan fasion dll penyuka musik Melayu.


"jadi intinya kita tuh beruntung banget li," ujar Santi


"ini orang kaya selera kampung, lah ...malah manggil organ tunggal kampung, kan manggil ratu raja anak cicit pengeran musik yang udah artis kayak apa tau aja dia bisa padahal"


"lah ini katanya aku denger maunya musik yang dikampung dengan biduan kampungnya, gak mau pake artis"


lanjut Santi nyerocos kayak burung beo, aku asik mendengarkan sambil sibuk memoles pipi ku yg tirus...


"sapa tau kan Li undangan nanti ada cowok yang punya selera sama gadis kampung kayak kita,,,aahahhahahahahaa"


"...hhmmm...mana ada orang kayak gitu san, jangan mimpi kamu,,!" kata ku


" ini aja karena takut kali makanya tamu undangan nanti pada Dateng, kalo gak mah mana mau mereka ngeliat kita,,,wkwkkwkkk!""


kami berdua sibuk berceloteh sahut menyahut obrolan halu kami


" btw emang tau dari mana si san sama musik ini, lah kan banyak organ tunggal Laen" tanya ku pada santi yang lagi ngukir alisnya berbentuk golok🤭🤣


"laaahhhhh....belum cerita ya aku,,,yang kemaren hajatan kawinan itu kerja disini, OB dsni..." jawab Santi


"ya kali kan orang sini kasih pengumuman dimana atau siapa yang tau organ tunggal kampung"?! lanjut Santi


"ooooooooo......." mulutku membentuk huruf o


"panteeeeesssss"...lanjutku


" ini aja mendadak, katanya pak asep..."


"Yo wes la kita berikan yang terbaik aja daaann,,kita tunjukan bahwa musik kampung dan biduan kampung itu mampu bersaing dan memberikan performance yang terbaik disetiap kalangan " (gua dah kayak Mao orasi demo )🤪🤪🤪


"kita tunjukin ke mereka meski kita dari kampung tapi kita gak kampungan" lanjutku bergelora kayak mau perang aja


"semangaaaaattttt....!!!!"" kata ku memberikan tinju ke udara


"mangaaaaattt" lanjut Santi tertawa terpingkal-pingkal lihat tingkah ku


malam ini aku mengenakan baju longdres berwarna merah dengan dada model v namun agak tinggi dengan belahan diatas lutut yang memberikan kesan seksi, pakai sepatu heals yang ku beli dipasar pusat grosir dikota ku, lebih tepatnya toko baju buat biduan hihihihii tapi preloved atau baju second, harga masih bisa dijangkau tapi masih ok biarpun seken.


ku berikan pemanis jepitan bergambar bunga rose pada tepi rambut panjang ku yang ku biarkan terurai.

__ADS_1


dengan tinggi seratus enam puluh tujuh centimeter dan berat badan lima puluh kilo gram aku termasuk berbody goal atau proposional alias montok🤭


aku ber make up tak tebal karena aku memang tak pernah dandan (mana ada tukang kue keliling dandan ya kan🤭)hanya sedikit blush-on pink, lisptik merah yang ku campur dengan lipblam agar terkesan basah dan tak kering dan alis yang ku rapikan tanpa menebalkannya


kami mulai pukul delapan malam, masih ada waktu satu jam untuk siap-siap, walaupun bingung apa yang mau disiapkan lagi


jantung ku udah gedebag gedebug gak karuan nunggu sampe jam delapan


grogi gugup lemes pusing tiba-tiba Karena ini kali pertama aku tampil didepan para orang - orang kaya dan orang-orang hebat


walau dulu pernah nyanyi didepan orang sekampung tapi kan itu lomba tujuh belasan tingkat RT pula beda sensasi beda hawa nya


dari seberang sana seseorang pria sedang memperhatikan gerak gerik Alia Patricia dengan seksama


"apakah itu Lia?!" gumam Erick dalam hati


hatinya seperti disetrum ketika melihat sesosok mahluk indah yang Tuhan ciptakan yang sempat membuat Dia jatuh cinta namun Erick tak berani mengungkapkannya


"Alia ?!" tanya Erick menghampiri Lia yang kaget minta ampun


"Erick?!...sahut liat dengan mata yang hampir keluar dari sarangnya


"kamu ngisi acara ini Lia?,,kebetulan sekali,,,ini acara kakek ku...!" ujar Erick


"eenggh..iiyya Rick...kamu apa kabar?" masih dalam mode salting


" astagaaa...aku sampe lupa nanyain kabar kamu,,eh iya aku baik ,..kamu sendiri gimana Lia?!" tanya balik Erick


"ooo hebat banget kamu li, semangat berjuang terus ya...aku minta no hp kamu ya,,,jangan bilang gak punya lagi ya"!


tanpa putus Erick bicara sambil nunjuk hp butut ku


"ee..eh iya...biar aku simpan no kamu aja Rick" pinta ku


" aku aja yang minta no kamu, nanti kamu gak hubungin aku lagi...."! senyum Erick


"ok."


"kalo gitu aku duluan ya Lia, nanti Kita sambung ngobrol ya,,takut drakula Dateng aku bisa dalam bahaya"! Erick berlalu sambil bicara dan melambaikan tangannya


"iya Rick" jawabku singkat


tambah malu ini maaahhh....hhuuuhhuuuu...jeritku dalam hati


ada cowok ganteng temen sekola idola seentaro sekolah pula


"btw dia bilang ada drakula tadi ya kan...emang disini pesta buat manusia apa drakula ya "!? ntah pikiran-pikiran aneh maen congklak diotak ku


"jadi pengen pipis," segera aku berlari kecil ke toilet yang ada di ballroom


"gedubraakk"..


"aauuucchhhh"....

__ADS_1


"breetttt"


"KALO JALAN PAKE MATA NONA, JANGAN PAKE DENGKUL"


"BODOH JANGAN DIPELIHARA JADI TIDAK MERUGIKAN ORANG"


"Ciiihhhh...mengganggu saja" teriak orang yang berdiri tegak didepan ku


aku terjatuh..


"astaga...aku nabrak gorila apa nabrak manusia ini, gede bener " otak ku tak sengaja mikir gini padahal aku gak nyuruh


"kyyyyaaaaaaaa"!!!...


baju ku....bajuku sobek dibagian paha pula


aku sibuk untuk menutupi pahaku yg terpampang nyata didepan gorila ini


ku lirik wajahnya yang tadinya kesal dan marah karena ku tabrak berubah jadi merah dan menelan salivanya


"maaf tuan..maaf saya tidak sengaja" sambil sibuk nutupin bagian tubuhku


"Heri..." kemana bocah itu sungutnya


"ya tuan maaf tuan saya tadi terima telp dari tuan besar" ucap org yg dipanggil Heri


"Bodoh...JANGAN PERNAH JAUH DARI PANDANGAN KU SEBELUM AKU MENYURUH MU ENYAH " bentaknya


" PAKAI INI DAN ENYAHLAH DARI PANDANGAN KU"


dilemparnya jas yg dipakainya ke arah ku, membuatku marah namun tak berani menyahut


pria itu berlalu diiringi sekretaisnya dari belakang


"gorila kurang ajar sombong" umpatku dalam hati


"jangan sampe aku ketemu orang kayak gitu lagi" masih mode bersungut-sungut ria


setelah melanjutkan misi ku ke toilet aku segera bergegas ke tempat ku berganti pakaian , untung aku bawa jarum dan benang jahit karena takut hal ini akan terjadi, maklum baju seken


"keliatan gak san,?!" tanya ku pada santi setela selesai menjahit bagian paha


"klo dari jauh gak keliatan Li, kan Malem juga, lampu gak bakal terang banget kan" sahutnya


"mudah-mudahan ya san,,,aduuuhhh kenapa mesti kayak gini siiihhhh"! sungut ku lagi


"ish...udah santai aja kita ngehibur mereka cuma dua jam aja kok, lagu juga gak kelihatan kalo dari jauh" Santi menenangkan ku


"semoga" balasku yg masih aja gak tenang


ku simpan jas gorila itu diatas meja yang disediakan panitia , takut-takut gorila itu kesini buat ngambil jasnya lagi


"hemm..siapa wanita payah itu yang jalan tidak memakai matanya" gumam Juan Alexander Fabregas ..

__ADS_1


__ADS_2