
"selamat malam hadirin yang kami hormati, terima kasih telah memberikan kesempatan yang luar biasa kepada kami orkes kampung untuk unjuk tampil dihadapan orang besar dan hebat seperti anda-anda semua, izin kan kami menghibur tuan dan nyonya sekalian dalam bermusik Melayu yang tentunya diiringi oleh dianada entertainment bersama penyanyi-penyanyi kami yang cantik-cantik ini"
"suatu kehormatan dan kebanggaan yang tak dapat dilukiskan atas kesempatan ini yang mana kami bisa ikut ambil bagian dalam menghibur tuan dan nyonya sekalian"!!
bang Roni selaku MC sudah memberikan kata - kata sakti pembuka untuk acara ini
"kita panggilkan biduanita kita eeeeevvvaaaa laaa raaaa saaa tiii yang membawakan lagu kesayangannya,."
dipersilahkannya Eva untuk tampil pertama karena memang biduannya ada tiga orang, Eva senior, Santi dan aku anak bawang hehehe
tak membutuhkan waktu lama Eva sudah menyelesaikan lagu pertamanya, giliran Santi dipanggil oleh eemm ceeehhh š¤£untuk tampil bernyanyi
untuk awal pembukaan memang kami membawakan lagu-lagu yang melow dipertengahan acara baru ngebit diakhir baru hobaaahhhh
para tamu yang hadir ada yang sudah mulai menjentikkan jari, kaki atau kepala nya menikmati lagu lembut dan syahdu milik raja musik , ada pula yang hanya sibuk melirik-lirik
dan berbagai polah dari tamu undangan yang wwuuiiihhh sekali...
beberapa kali ku lihat Erick yang sibuk menerima tamu undangan yang terlihat akrab dengan para tamu, sesekali menyesap minuman yang dipegangnya
alamaaakkk jaaannggg...cakep bener dah ah si Erick...getar hati ku walau tak pernah ku lihat dia melirik atau menoleh ke arahku
ntah karena sibuk atau emang aku aja yang gak tau
kasak kusuk para penjaga didalam ruangan ini terdengar dan terlihat begitu tegang, ntah apa yang dipikirkan mereka, ku dengar pemilik saham terbesar dan sekaligus pemilik beberapa perusahaan ini akan segera tiba, ketegangan begitu terasa, beberapa penjaga sibuk dengan HT nya yang selalu monyongin mulutnya ke alat komunikasi itu
para tamu undangan pun sudah mulai berdiri tegak rapih kayak mau upacara bendera Senin
Santi selesai bernyanyi dan microphone diambil alih oleh MC dari perusahaan, ku lihat bang Roni ikutan gugup dan tegang
"baiklah hadirin tamu undangan sekalian, kita sama-sama menunggu kedatangan Dari presiden direktur beserta rombongan yang sudah memasuki lobi utama"
MC masih saja memberikan kata-kata yang kau sendiri tidak terlalu mengerti dan perduli
suasana tiba-tiba berubah menjadi hening saat rombongan yang ditunggu telah tiba
masing-masing dari pimpinan perusahaan berlomba menghampiri dan menyambut sang Presdir, mereka menjabat tangan dan menyapa dengan senyuman yang sebisa mungkin yang terbaik
__ADS_1
ku lihat dibelakang sang Presdir ada "Gorila" pekik ku
itu anak apa cucunya apa apanya ya
bukannya menyambut para tamu undangan eh malah nih orang langsung naik ke atas panggung, nah loh
"selamat malam hadirin semua, tidak perlu banyak Hana Hini hono...tujuan saya malam hari ini mengundang anda-anda semua adalah untuk menghibur dan bersenang-senang"
"jangan sungkan untuk berjoged dan ikut bernyanyi bersama, jangan terlalu formal dan kaku"
lanjut beliau
"silahkan untuk para pemain musik dan biduan melanjutkannya"
semua yang tadi kaku kayak mayat idup Bin jaim-jaim sakarang tertawa lepas, tarikan nafas lega untuk santai pun Sampai terdengar
sang Presdir berikut pengawal dan orang-orangnya langsung menuju tempat duduk VVIP yang khusus paling depan megah dan mewah
karena memang acara santai bukan acara ceremonial apa-apa ternyata membuat kami sedikit bernafas lega karena ternyata orangnya baik ramah banget, sang Presdir pun sempat melambai ke arai pemain dan biduan dianada musik entertainment
MC mengambil alih dengan semangat mempersilahkan diriku yang memang giliran untuk tampil
seakan lupa bahwa aku tampil didepan orang-orang yang notabene tak selevel dengan kami aku pun semakin semangat untuk bernyanyi dan bergoyang
tepuk riuh dan sorak sorak membahana memenuhi ballroom gedung ini saat pak Presdir berdiri menghampiri ku untuk berjoget bersama
sang ajudan dan apalah itu namanya ikut naik karena takut sang bos kenapa-kenapa, namun yang sedikit membuat ku terkesima adalah gorila itu melihatku dengan mata tak berkedip
ntah apa yang dipikirkannya aku bagai terhipnotis dengan semangat dari musik dan riuh riang tamu undangan
saweran diberikan sang Presdir buat aku kaget bukan main, karena bukan uang dua ribuan lima ribuan atau puluh ribuan, beliau membanjiri ku dengan uang seratus ribuan
kalau saja tidak lupa aku sedang bernyanyi tentunya itu uang sudah ku ambil dan ku masukan ke tas ku, namun bang Udin sigap mengambil uang yang sudah hampir sekardus mie penuh
oh my goood rejekiiiii
kami tidak diizinkan untuk berhenti, jadi disambung lagi dengan lagu goyang heboh milik Artis kesayangan idolaku, kali ini bukan hanya Presdir yang naik dan memberikan saweran, tapi para tamu undangan pun ikut naik dan menghamburkan uang kepada ku, kali ini Eva dan Santi pun ikut bergabung bernyanyi bersama,.
__ADS_1
para istri-istri pimpinan ini memandang rendah dan jijik walau mereka tertawa didepan kami, namun aku tau pandangan sebelah mata terhadap kami
sang Presdir turun kebawah mungkin karena sudah lelah berjoget didampingi para ajudannya dan gorila sudah siap menyambut dibawah, didudukannya Presdir dibangku dan diberi nya minum , walau aku tidak tau apa yang dibicarakan gorila ke Presdir yang pasti itu kakek-kakek ngangguk-ngangguk sambil tertawa lepas
ku lihat beliau begitu bahagia namun tersirat kesedihan yang begitu mendalam, ada apa sebenarnya tuan Presdir ini sampai mau memakai jasa musik kampung
sekitar pukul sepuluh malam kami sudah memasuki lagu terakhir, dimana semakin malam semakin heboh baik lagu dan goyangnya, tawa bahagia dan lepas kami dengar dan lihat dari para tamu
"nona,,,boleh saya meminta no telp anda?" sang sekretaris gorila menghampiri ku dikamar ganti
"maaf tuan untuk apa ya, ? bukan saya pemilik dari musik ini tuan, yang main organ / piano yang punya , ?" mode kaget bin bingung
"bukan apa-apa Nona, saya hanya menjalankan perintah tuan saya, kalau anda tidak berkeberatan"?
"Li...kasih buruan..."Eva dan Santi berbarengan
"eenggg...heemmm...baik lah"
ku berikan no telp ku kepada sekretaris itu
kami sudah berganti pakaian, menghapus makeup dan siap-siap untuk pulang , rasa bahagia dan bangga tak terkira yang kami rasakan tatkala tahu sang Presdir puas atas penghiburan kami, dan tak sabar untuk mengetahui berapa uang yang akan ku peroleh dari hasil saweran.
"ya tuhaaaaannn, terima kasih banyak ..senang bener" syukur ku tak henti-hentinya
sebelum pulang kami menyantap makanan yang disediakan pihak perusahaan, begitu banyak mewah dan lezat, beda kalau nyanyi dikampung cuma disediakan kopi, teh, air kemasan dengan cemilan kacang rebus
"boleh gak ya ini makanan dibawa pulang, pengen aku bungkus untuk ibu dan ayah dan adek ku" bisik ku pada santi dan Eva,
"jangan malu-maluin liiiiiii" balas mereka sambil cekikikan
"kalo boleh aku juga Mau Li dibungkus buat kelg dirumah"
kami tertawa terbahak-bahak
aku kaya malam ini pikir ku riang dan begitu senang membayangkan saweran yang udah penuh tiga kardus mi
"Alia,,,makasih ya udah bantuin kita"
__ADS_1
Erick tiba-tiba berdiri disamping ku hampir aja keselek,cepatnya cepat ku ambil minum biar gak batuk.