
"Apa kau baik baik saja?"ucap sang mami sambil melepas pelukannya.
"sangat baik"ucapnya yang masih menatap tajam papinya
*heh ini sangat mengganggu,seseorang yang kedatangannya sungguh aku tak harapkan*Batin papi yang sudah mulai mengajak perang.
🌹🌹🌹
di dalam masion mewah
semua anggota keluarga sedang duduk rapi di kursi makan masing-masing. kedua pria yang ada di sana sedang saling menatap tajam seolah-olah mereka adalah musuhnya.
" Putraku yang tampan, kemana selama ini dirimu? Apa kau tidak merindukan mami? " ucap mami lesu
" bukan seperti itu mami, aku masih banyak urusan yang yang sulit untuk ditinggalkan, bukannya mami ada teman? " ucap sang tuan muda dengan nada datar.
" Apa maksudmu teman? mami merasa tidak pernah ada teman Disini. Papi mu selalu saja melarang Mami keluar? " ucap sang mami, sambil merenggut
" Mungkin dia merasa takut ada yang mengambil Mami Dari Dirinya " ucap sang tuan muda sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
" Entahlah Papi mu itu sangat menjengkelkan" ucap sang Mami sambil memakan makanannya
seorang pria tampan tua merasa kesal karena dirinya terus dibawa-bawa dalam perbincangan sang istri dan anaknya.
__ADS_1
* Dasar anak tidak tahu diri, mencoba mencari perhatian istriku dengan menghinaku* batin Papi kesal
" hey hey kenapa membawa bawa aku?" ucap sang Papi merasa sangat kesal sambil menatap tajam Sang putra,dan di balas tatapan lebih tajam.
" Sudah Sudah Tidak usah diteruskan Ayo selesaikan makan kalian, Mami ingin berbicara lebih di dalam ruangan keluarga " ucap sang Mami menengahi mereka.
🌹🌹🌹
tak lama setelah perbincangan ditutup oleh sang mami. Mereka pun makan dalam diam
saat ini Ketiga orang itu sedang duduk berhadapan di ruang keluarga, sayang mami bersama Papi dan dan Tuan Muda duduk ditemani sekretarisnya berdiri di samping sofa.
Hening tak lama tercipta karena tak ada perbincangan, merasa hawa-hawa mencengkram ,akhirnya mami pun mulai buka bicara.
Ya sang tuan muda bernama Arsenio adya Fernandez.seorang pria tampan yang saat ini berusia 29 tahun.Yang mampu menaklukkan dunia dengan keberhasilan dan pencapaian yang luar biasa dalam bisnis. dirinya mampu membawa perusahaannya maju di berbagai bidang.
" mami yang lebih tau " ucapnya sambil menghela nafas
"*sudah tua masih ganggu istri orang"gumam sang papi yang samar samar di dengar.
"papi bicara?"tanya Mami
"tidak"ucap singkat Papi.lalu sang Mami menatap putranya kembali*.
__ADS_1
" apa sampai sekarang masih sulit?,atau kau sudah belok?" ucap sang mami sambil memicingkan matanya.
Seolah mengerti maksud dari ucapan sang Mami.
"Mam bukannya Mami sudah mengetahuinya, lalu Mengapa menanyakan lagi?,dan aku Masih normal" ujar sang tuan muda dingin. saat ini dirinya akan bersikap dingin saat ditanyain persoalan wanita
saat sang mami ingin menanyakan lagi, tiba-tiba sang tuan muda malah lebih dulu berucap
" mami waktu istirahat ku telah habis, aku harus kembali melakukan pekerjaan dan dan memeriksa beberapa dokumen,ayo alex " ucap sang tuan muda sambil melihat arloji.dan berdiri lalu pergi meninggalkan masion.
***
di sisi lain seorang gadis muda sedang duduk termenung di dalam kamar yang berukuran 2 X 3 sambil memandang langit
" Apakah Kebahagiaan tidak hiks.. akan pernah aku rasakan? dan hiks..hiks.. apa kekurangan yang aku miliki sehingga hikss... kedua orang tuaku Hiks... memperlakukan aku seperti ini " gumamnya sambil menangis
seseorang memasuki kamar kecil itu dan duduk disamping gadis kecil itu, lalu mengusap-usap punggung untuk memberi ketenangan.
" Bersabarlah Non Venta, kebahagiaan itu akan datang " ucap seseorang disampingnya.
Ya nama gadis kecil itu adalah Arventa Valencia.Gadis manis,polos,lugu dan sangat baik,Namun dirinya tidak pernah merasakan kasih sayang,Dirinya Hanya di perlakukan sama seperti pelayan pelayan yang ada di Rumah mewah itu,bahkan lebih kejam lagi.Namun apalah dayanya dirinya tidak memiliki uang apalagi tidak tau mau kemana,karna dia tidak pernah keluar Rumah,Dan orang orang hanya mengetahui orang tuanya memiliki satu putri,dan itu adalah kakaknya Aletta Quenby Anderson.
Kakaknya mendapatkan Marga dari keluarganya sedangkan dia hanya Nama saja,Tetapi dirinya bersyukur setidaknya mereka masih mau memberikan Nama.
__ADS_1