Billionaire Married

Billionaire Married
KESEDIHAN


__ADS_3

"ARGGGRRHHHHH, AM.. AMPUN MAA, AMPUN.. ARGGGRRHHHHH,,,, "teriak Venta sampai. terdengar ke dapur dan ruangan di lantai itu, mereka menangis dan hanya bisa melihat dan diam, tanpa bisa menolong.


SAKIIITT.... ARGGGRRHHHHH....


AAARGGGRRHHHHH.... HIKSS.... HIKSS...


ARGRRRRHHHH... HIKS...


AMPUNNN


hanya teriakan teriakan Arventa saja yang begitu mengema dan memenuhi rumah itu.


betapa sakit dan terlukanya hati dan fisiknya yang terus mendapatkan hukuman seperti ingin terus menerus. luka yang kemarin saja belum sembuh tapi sudah mendapat luka yang baru, betapa perihnya tubuhnya tapi lebih perih hatinya yang sangat sakit...


🌹🌹🌹


hari semakin malam, namun Seorang gadis sedang meringkuk di samping ranjang kamar kecilnya itu,dengan tatapan kosong nya dirinya begitu terlihat menyedihkan tak seorang pun yang berani membuka pintu kamarnya itu karna semuanya sudah diancam akan mendapatkan hal yang sama jika berani membukakan pintu.


kamar tampak gelap dan juga berantakan, sama seperti dirinya yang hancur sehancurnya mulai dari fisik maupun batinnya, dirinya begitu terluka


*apa salahku di kehidupan terdahulu Tuhan??? apa akau adalah pendosa? makanya engkau memberi kehidupan yang begitu menyakitkan untukku?? apa aku tidak berhak untuk bahagia? apa aku terlalu buruk??*batinnya*

__ADS_1


inilah takdir ku yang malang!!


"hiks... hiks... hiks... hiks.... hiks...... "Tangisnya dalam isakan.


lelah karna menangis dirinya pun tertidur dalam keadaan belum memakan makanan apapun sejak siang tadi.


🌹🌹🌹🌹


disisi lain seorang pria sedang duduk di kursi kerja dalam masi onnya dirinya terlihat begitu tampan dengan menggunakan pakaian biasa, tapi bukan dari bahan yang biasa melainkan pakaian castual yang bernilai lebih dari sepuluh juta ke atas.


Tak lama seseorang mengetuk pintu ruang kerjanya.


tok tok tok


"tuan muda, ini teh hijaunya tuan "ucap pelayan itu


"Hemmm"dehem Ars,terdengar tajam di telinga pelayan itu


pelayan yang masuk ke ruang kerja nya itu bukan sembarang pelayan melainkan. pelayan yang terpilih dan memang pelayan itu di tugaskan hanya untuk mengantar dan memeriksa semua barang yang ada di lantai paling atas masion.


sesaat setelah kepergian pelayan itu. Ars pun beranjak dari kursinya dan berjalan ke dinding kaca yang memperlihatkan pemandangan di sekitarnya.

__ADS_1


Entah apa yang ada di pikirannya pun hanya dia yang tau, dalam dia hanya berdiri dan memegang segelas teh hijau dan satu tangannya yang lain masuk ke saku celananya.


"Tok. tok tok tok"


terdengar suara ketukan pintu


"masuk"ucap nya datar.


dan tak lama kemudian munculan penampakan seseorang pria yang juga tampan dan gagah yang tak lain adalah sekertari alex.


"alex kau sudah melakukannya?"ucap Arsenio singkat.


"sudah tuan, saya sudah menghentikan penyebaran pemberitaan itu"ucap alex jelas.


tak lama Ars menatap alex seolah tatapannya itu mengatakan sesuatu.


apa kau sudah menyelidiki niat tua bangka itu??


sekiranya itulah yang ada dalam pikiran Alex.


"saat ini hal itu masih dalam penyelidikan tuan muda, namun saya rasa ada maksud lain dia mengundang anda untuk datang"ucap alex menjawab pertanyaan tuan mudanya.

__ADS_1


"hemm cepat selesaikan Lex, aku tidak ingin sesuatu yang mengacaukan hariku, dan kau sangat tau apa yang akan aku lakukan jika ada yang berani menganggu ku"ucap Ars tersenyum dingin serta tatapan tajam nan mengerikan itu


Alex sedikit kesulitan dalam menelan ludahnya akibat perkataan tuan mudanya itu. walau sudah lama bersama dirinya terkadang sering merasa takut akan sifat tuan mudanya.


__ADS_2