BIND YOU 2

BIND YOU 2
eps 18


__ADS_3

Brakk


"Astagfirullah kak Abdi?"ucap Arkhan kaget tiba-tiba kakaknya datang dengan wajah penuh kesal entah karena apa,segera Arkhan membawa masuk sang kakak.


"Ada apa Kak?"tanya Arkhan khawatir.


"Apakah aku terlihat menakutkan sampai dia memilih pergi bersama pria lain?"Arkhan tidak paham dengan arah pembicaraan kakaknya.


"Maksud Kakak apa,siapa wanita yang dimaksud?"tanya Arkhan.


"Arghhh sial aku selalu bodoh dalam masalah perasaan,Arkhan katakan apakah dosaku sampai aku selalu menanggung kesendirian?"tanya Abdillah membuat Arkhan menelan ludah takut salah kata.


"Kita sholat Dhuha yuk Kak!"Abdillah menatap Arkhan."Kamu benar itulah masalah yang selama ini tidak kusadari,ayo kita sholat!"Arkhan mengangguk.


...


Bryce Kini mengendarai mobilnya dan mereka sampai,Bryce membukakan pintu untuk Kania,gadis itu tersenyum dan ikut keluar.


Baru saja mereka berdiri sebuah bola datang ke arah mereka Kania yang lebih peka mencegah bola itu ke arah Bryce alhasil dirinya yang kena bola basket itu hampir saja ia tumbang jika Bryce tidak sigap menangkapnya.


Bughh


"Hei siapa yang melakukan hal bodoh itu!"teriak Bryce penuh amarah,ia melihat Kania memegang pundaknya pasti hantamannya sangat keras.


"M-maaf Kak,kami tidak sengaja kami pikir bolanya tidak sampai kesini."ucap salah satu mahasiswa, Bryce hendak melayangkan pukulan namun Kania menghentikan.


"Cukup kak Bryce mereka tidak sengaja,tidak perlu melakukan sesuatu dengan membalasnya lewat kekerasan,mereka juga sudah meminta maaf!"Bryce mundur.


"Maaf karena menyelamatkanku kamu yang menjadi sasaran."ucap Bryce merasa bersalah.


"Tidak perlu khawatir,hanya bola saja kalau begitu ayo masuk,mungkin jam ku akan segera dimulai."Bryce setuju akhirnya mereka pergi.


Dalam hati Bryce sedikit tersentuh akan perlakuan ikhlas dari Kania,mana ada orang yang rela sakit demi orang lain yang bahkan bukan orang spesial.


...


"Ada apa Paman?"tanya Abdillah.


"Bagaimana keadaan kalian disana,besok Paman mungkin akan kesana untuk melihat kabar Kania."Abdillah tersenyum tipis.


"Disini baik kok Paman,tidak ada hal yang perlu di khawatirkan lagian Abdi akan beberapa hari lagi disini jadi masih ada waktu paman mempercayakan Abdi menjaga putri paman."Bondan senang mendengarnya,jika Abdillah yang menjaga putrinya ia tidak akan khawatir.


"Baiklah selalu pantau Kania,kamu tau paman baru saja bisa bertemu anak paman dari sekian lama."Abdillah mengangguk.

__ADS_1


"Ya paman,Abdi akan berusaha semaksimal mungkin."Setelah panggilan terputus senyum Abdillah berubah,perasaan apa sebenarnya kenapa melihat Kania dengan pria lain ada rasa kesal di hatinya,padahal ia baru bertemu beberapa hari yang lalu.


Kini Kania sudah berada di kediaman Bryce disana sangat sepi mansion yang besar membuat Kania sedikit tertegun.


"Masyaalloh ini sangat mengagumkan,apakah kakak tinggal hanya bersama adik?"tanya Kania.


"Tidak,ada beberapa orang juga disini yang bekerja,kebetulan kedua orang tua kami telah tiada."Kania menoleh.


"Ah sepertinya aku menguak kisah sedih maafkan kelancangan ku kak."Bryce mengangguk mengerti.


Tak lama datang seorang anak remaja berusia 12 tahun menghampiri Bryce dan memeluknya dengan erat."Kakak!!"teriaknya sedangkan Bryce mengelus erat kepala anak lelaki itu.


"Bagaimana hari mu,apakah menyenangkan?"Anak itu menggeleng."Ada paman buah di taman,aku hanya ikut dengannya memetik buah,kakak tau bahkan aku baru tau ada buah yang bau menyengat,paman buah bilang namanya duri...diri apa ya..."Kania terkekeh.


"Namanya Durian,ganteng."Kania mensejajarkan tubuhnya.


"Kakak cantik ini,yang akan jadi guru privat Junior??"Kania mengangguk."Yeahhh horee Junior akan ditemani kakak cantik."teriaknya bahagia.


"Kalau begitu ajak kakak cantiknya ke tempat kamu belajar Jun!"Junior mengangguk.


"Kakak cantik namanya siapa?"tanya Junior.


"Kania Laurena."ucap Kania.


....


Hari sudah menjelang malam Kania di antar oleh Bryce setelah berterimakasih akhirnya mobil Bryce segera menjauh,Kania membuka pintu disana lampu mati membuat Kania mencari saklar dan menghidupkan.


Ia terkejut saat didepannya sudah ada Abdillah menyilang kan kedua tangannya dengan tatapan serius membuat Kania memegang dadanya sudah kedua kalinya pria itu mengagetkannya hari ini.


"Maksud anda apa,berada di dalam rumahku tuan Ojasvee?"tanya Kania.


"Jelas untuk memastikan keadaanmu,kenapa pulang jam segini,bukannya jadwal mu hanya sampai jam 2 siang?"Kania mengangkat sebelah alis.


"Dari mana anda tau?"Abdillah kelabakan mana bisa ia se ceroboh ini tanpa memikirkan alasannya.


"Itu...saya bertanya pada Arkhan kebetulan ia mengatakannya tadi saya hendak menjemput mu tapi ternyata kamu pergi dengan pria itu."ucap Abdillah.


"Namanya Kak Bryce bukan pria itu,lagian Anda bisa kan mengecek lewat ponsel saja kenapa harus dirumah ku,lebih baik anda pergi setelah tau saya baik-baik saja,tidak baik yang bukan mahramnya berduaan di dalam rumah!"ucap Kania.


"Apa kau menyukai pria itu?"Kania menoleh.


"Bukan urusan anda,sebaiknya anda segera pergi karena saya akan istirahat sebentar lagi,permisi!"ucap Kania namun langkahnya terhenti dan berbalik menatap Abdillah yang terdiam,ia menghembuskan nafasnya pelan dan beristighfar.

__ADS_1


"Eumm tunggu,maafkan saya tuan saya berbicara di luar kendali."Abdillah menaikkan sebelah alisnya,Kania menunduk,kenapa bisa dirinya selancang itu tapi ia hanya takut ada salah faham saja.


"Tidak perlu formal begitu,panggil aku kakak seperti Arkhan dan Azkia saja."Kania mengangguk.


"Baiklah Kak,maafkan perlakuanku barusan dan tadi pagi seharunya aku tidak begitu tidak sopan nya berkata,kakak datang lebih awal dari kak Bryce tapi dengan kasar aku ikut bersama kak Bryce,lalu berfikir negatif tentang kekhawatiran kakak yang padahal sedang memenuhi amanah Ayah."Abdillah tersenyum tipis tanpa Kania sadari.


"Aku maafkan,istirahatlah kemungkinan Ayahmu akan datang kesini besok."Kania membulatkan mata berbinar.


"Benarkah?"tanya Kania memastikan pendengaran nya.


"Ya,jika dia tidak sibuk."ucap Abdillah setelah itu ia pamit pergi,sedangkan Kania bahagia bukan main karena ia hanya sehari bertemu Ayahnya sebelum Ayahnya kembali ke negara nya.


...


Saat terbangun di tengah malam Abdillah nampak sulit memejamkan mata hingga sepertiga malam setelah sholat tahajud Abdillah tengah menatap langit yang bercahaya menyilaukan penglihatannya,entah kenapa wajah Kania selalu terbayang.


"Astagfirullah.."mengusap wajah kasar.


"Kenapa bisa aku memikirkannya bahkan seharusnya aku menghilangkan bayangannya,semoga ini bukan Zina Ya Rabb masih pantaskah aku mencintai seseorang yang jelas tidak bersahabat dengan keadaanku."gumam Abdillah.


Kania Jutek


Assalamualaikum Kak,maaf mengganggu,untuk besok kakak bisa mengantarku jika tidak keberatan


Abdillah tersenyum melihat notif dari Kania ia senang kenapa bisa kebetulan seperti ini padahal dirinya hendak menghilangkan pikirannya,tapi orang yang dipikirkannya malah memulai pembicaraan.


Abdillah Menyebalkan


TENTU SAJA TIDAK


Kania Jutek


Baiklah tidak masalah,Arkhan mungkin jadwalnya pagi jadi tidak apa maaf mengganggu kak hehe..


Abdillah menggenggam erat ponselnya ia merasa tidak rela,mengapa harus Arkhan segera Abdillah membalas.


Abdillah Menyebalkan


Aku yang akan mengantar!


Namun sayang Kania sudah tidak aktif membuat Abdillah gusar dan jadilah malam itu Abdillah tidak bisa tidur memikirkan bagaimana jika besok Kania malah ikut dengan Arkhan,hanya satu yang harus dilakukannya yaitu menunggu tanpa tertidur,Ya dia akan melakukannya.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2