BIND YOU 2

BIND YOU 2
eps 4


__ADS_3

Waktu menunjukkan sepertiga malam,Kania sedang melaksanakan sholat tahajud nya,ia menggelar sajadah dan membacakan ayat-ayat dalam sholat selepas selesai dengan ibadahnya Kania berdoa pada sang Khaliq.


"Ya Alloh yang maha pengampun dosa,Ampunkan lah segala khilaf ku keluarga ku,mantapkan lah hati kami untuk terus mengingatmu,...Yang Maha melihat sang pemilik hati,dekatkanlah doaku untuknya berikanlah kami kebahagiaan disaat segalanya berjalan...Yang Maha mulia engkaulah tujuan ku untuk tetap beribadah, yakinkan hati hamba untuk tetap berada di dalam jalan mu,engkau sang pemilik hati jagalah hati ini untuknya dan jagalah hatinya untukku jagalah dia sampai kami benar bersama jika kami memang berjodoh berilah kebahagiaan yang ia inginkan juga kebagian yang pantas untuk kami...engkau adalah sang mengetahui maka berilah aku petunjuk mu Aamiin..."Kania segera melanjutkan dengan membaca Al-Qur'an.


Keesokan harinya...


Kania telah sampai bersama Dinda dan sang kakek namun sebelum sampai Kania sudah ditarik ke sebuah ruangan disana sudah banyak MUA yang siap mendandaninya membuat Kania sungguh kebingungan apalagi saat dirinya berganti pakaian dengan kebaya putih.


"Siapa yang akan menikah?"tanya Kania sedikit menghindar dari sapuan MUA.


"Putraku."Kania menoleh dan melihat Ibu dari Zyan menghampirinya Kania masih belum mengerti.


"Zyan kemarin baru saja sadar nak,saat kau datang Zyan sedang istirahat bersiaplah kau akan menjadi pengantinnya hari ini."jantung Kania bergemuruh,sungguh apa yang di dengar ternyata doa nya semalam terkabul,ia sangat bersyukur air matanya tak bisa terbendung saking bahagia.


"Tapi Zyan sangat lemas,bisakah disaat nanti kamu membantunya anakku sungguh menginginkanmu Kania."Kania tersenyum ia mengangguk apapun keadaan Zyan tetaplah pria itu pujaan hatinya.


Setelah 1 jam,Kania segera keluar dengan kebaya pengantinnya dan Zyan menatap Kania dengan begitu kagum,kecantikan Kania yang begitu mendalam menghunus jantungnya hingga diam tak berdetak,Kania adalah definisi para bidadari yang Zyan impikan.


Kania menatap mata Zyan yang terpaku melihatnya wajahnya kian merona,Zyan terlihat begitu pucat dan Kania sadar betul ini sangat mendadak,duduklah Kania di samping Zyan.


"Mulai saja pak penghulu."ucap Ibu Zyan dengan air mata yang terjatuh.


"Baiklah..."ucap penghulu memulainya.

__ADS_1


"Saya terima nikah dan kawinnya Kania Laurena Binti Bondan Laurance dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas seberat 5 gram dibayar tunai."ucap Zyan dengan lantang membuat hati Kania bergejolak,benarkah yang sedang terjadi benarkah dirinya telah dinikahi.


"Sah??"semua pun mengatakan Sah dan akhirnya pernikahan selesai semua berdoa atas terjadinya pernikahan sederhana itu Zyan menoleh menatap kearah Kania penuh damba dengan senyum tampannya,wajahnya mendekat mengecup kening Kania yang begitu halus.


Cupp


"Istriku..."Saat kebahagiaan Kania terpancar namun tidak berlangsung lama,Zyan roboh di bahunya membuat semua panik,Kania menepuk pipi suaminya berusaha membangunkannya.


Dokter datang dan langsung memeriksanya."Maaf pasien telah meninggal dunia."ucap dokter sambil menghela nafas.


"Mungkinkah,Suamiku tidaklah kamu hanya bercanda??lihat wajahmu yang begitu mengharapkan aku menjadi istrimu,kita belum membina rumah tangga bahkan memiliki seorang anak yang Sholeh sepertimu hiks....Ya Alloh....kembalikanlah suamiku....hiks..."Kania terus menitihkan air mata,belum beberapa menit menjadi istri seorang Ustadz Zyan tetapi suaminya meninggalkannya.


"Hiks....Kania bersabarlah..."ucap Dinda memeluk anaknya dengan erat sedangkan Kania menggeleng.


Zyan pun di baringkan di sebuah ranjang untuk di pindahkan keruang mayat Kania menghentikannya sesaat menikmati wajah suaminya untuk terakhir kali,Kania tersenyum dengan gemetar ia mencium bibir suaminya dan keningnya dengan lembut dan tersenyum.


"Semoga Alloh mempertemukan kita di Jannah nya,bahagialah Imam ku...aku ikhlaskan dirimu karena Alloh,tujuanmu menikahi ku sudah Alloh kabulkan semoga pertemuan kita disurga nya pun Alloh kabulkan..."ucap Kania dengan suara yang hampir habis karena terus menangis.


Jasad Zyan pun segera menjauh suaminya yang baru saja mengikatnya kini melepasnya dalam sekejap,Kania tau ini sebuah takdir walau tidak sesuai keinginannya tetapi Kania yakin Alloh memiliki alasan kenapa Zyan lebih dahulu menghadap sang pemilikNya.


Tak lama datanglah Ibu Zyan dan menyodorkan sebuah surat yang Kania tidak tau,segera diambilnya surat itu dan ia pun duduk di kursi terdekat sambil membacanya.


'Assalamualaikum...Bunga bersinar ku,keharuman ku bisakah aku memintamu untuk tetap bersamaku?Alloh sang maha mengetahui

__ADS_1


Bunga bersinar ku jagalah dirimu setelah waktuku habis,aku terbangun aku sadar itulah doamu selama aku masih bisa bernafas.


Setelah aku sadar aku segera ingin menghalalkan mu menjadikanmu yang pertama dan terakhir untukku


Walau tidak akan lama aku yakin akan melihat binar bahagia di wajahmu untuk yang terakhir,maaf tidak mendampingi mu sampai menuanya wajah kita..


Dokter bilang ada kerusakan hati pada organ tubuhku dan aku yakin diriku tidak akan hidup lama


Kania ku...pantaskah aku menjadikanmu istriku tetapi kemudian menjadikanmu seorang janda..apakah kau ikhlas...maafkan aku yang tidak bisa menjadikan mu milikku selamanya..Alloh yang maha tau segala cerita manusia termasuk sejarah kita berdua..


Hiduplah dengan baik,Zyan mu selalu berada di dalam hatimu,Zyan mu tidak akan meninggalkan mu tetapi menunggumu di Jannah,tak banyak kata setelah aku menjadikanmu istriku hanya satu kalimat yang aku pinta pada sang Khaliq,membiarkanku menyentuhmu dan menyebutmu istriku dalam keadaan bahagia...selamat tinggal Bunga bersinar ku Wassalamu'alaikum...'


Tapp


Kania menatap kosong,ternyata doa yang Zyan minta terkabul,kenapa pemuda itu meminta hal konyol,apakah tidak ada doa bahagia,lalu Kania memeluk Dinda dengan tangis pilu.


"Kania maafkan Ibu nak karena baru memberikan surat ini,Ibu tau kau tidak mau menikahi Zyan jika melihat isi surat ini lebih awal Zyan akan semakin tersiksa jika menunggu maafkan Ibu nak..."ucap Ibu Zyan menunduk.


Kania mendekat memeluknya dengan hangat."Ibu tidak salah,Kak Zyan tau aku seperti apa dan itu langkah terbaik,bersabarlah ibu kak Zyan sudah bahagia disana tabahkan hati Ibu juga,semoga Alloh membalas dengan kebaikan atas kesabaran ibu melepas putra semata wayang Ibu."Ibu Zyan mengangguk dengan air mata yang meluncur di pipinya.


"Pantaslah putraku menginginkanmu,kau wanita terbaik yang pernah Ibu temukan,Kania Ibu melepas mu jika kamu ingin memulai hidup baru,terimakasih sudah mau mendampingi putra semata wayang ku di akhir hidupnya,walau menyakitkan semoga Alloh menggantinya dengan kebahagiaan yang lebih."ucap Ibu Zyan.


"Aamiin Bu."ucap Kania,akhirnya Kania berpamitan pulang sebelum besok akan menghadiri acara pengajian dan pemakaman suaminya itu.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2