BIND YOU 2

BIND YOU 2
eps 6


__ADS_3

Keesokan harinya...


"Eunghh..."Arkhan pun akhirnya sadar sambil memegang kepalanya yang terasa pening,ia menatap ke sekeliling dan ternyata dirinya telah ada di kamarnya.


Cklek


"Sudah sadar putraku?"tanya Raina sambil memegang semangkuk bubur,Arkhan mengangguk.


"Kenapa Arkhan di sini Ma?siapa yang bawa Ar pulang??"tanya Arkhan mencoba mengingat namun mungkin efek obat yang kuat dirinya tidak ingat sama sekali.


Raina menghela nafas dan mendekati putra tampannya itu,menyimpan buburnya dan mengelus lembut kepala putranya sambil tersenyum manis.


"Semalam kamu pingsan sayang,kakakmu yang membawa mu pulang."jelas Raina membuat Arkhan sedikit khawatir."Bagaimana dengan Azkia??"pertanyaan itu membuat Raina faham betul kekhawatiran yang diperlihatkan wajah putranya.


"Alhamdulillah Abdillah sudah mengantarnya pulang."Arkhan menghela nafas lega karena ternyata tidak ada yang harus di takutkan nya lagi.


"Tapi kamu harus meminta maaf pada Azkia,kamu telah melecehkannya!"Arkhan membulatkan mata.


"Arkhan melecehkannya Ma?"Raina mengangguk.


"Astagfirullah...sungguh Itu diluar kendali Arkhan Ma."mengusap wajahnya kasar.


"Iya,kami semua tau jika kamu tidak mungkin sejahat itu,sudahlah sekarang kamu harus sembuh dulu Mama yakin Azkia tidak sejahat itu tidak memaafkan mu."Arkhan mengangguk ia akan minta maaf setelah ini.


...


Sebuah ledakan terjadi secara beruntun pada sebuah gedung tua.


Duarrr


Duarrr


"Tuan,kami sudah mem bom semua barang mereka secara merata."ucap salah satu bawahannya.


"Bagus,sekarang cari keberadaan 2 orang yang sudah ku berikan foto nya,jangan biarkan mereka lolos dari tempat ini,kerahkan para sniper yang sudah handal kirim ke bagian selatan karena mereka akan melarikan diri lewat sana!"mereka mengangguk.


"Paman,100 orang tewas di tempat setelah di bom,lalu apa misi selanjutnya?"tanya Abdillah.


Bondan tersenyum dan menepuk pundak keponakannya."Kerja bagus,sekarang masuk ke ruang bawah tanah disana mereka menyimpan beberapa emas,rampas semuanya!"Abdillah mengangguk.


"Semuanya ikut denganku!"teriak Abdillah.

__ADS_1


Sesampainya di ruang bawah tanah ia pun menemukan sebuah peta dan membukanya terkejut dengan isinya."Sebuah denah markas kenapa mereka punya,bukankah hanya kami dan Silvermoon yang mengetahuinya?"gumam Abdillah.


Ia pun segera mengambil emas dan beberapa barang berharga,segera ia bertanya mengenai hal itu pada Bondan.


"Paman,ini peta markas bukan,kenap mereka punya bukankah mereka dari organisasi kecil?"tanya Abdillah.


"Ini markas rampasan yang mereka ambil dari Alex Saveron sahabat paman dan Yance saat masih di dunia mafia,Alex salah satu orang yang benar-benar handal dalam masalah pembantaian ini namun Jack merampas markas kecilnya dengan mengancam lewat putri Alex sehingga ia pun memberikan markas yang hanya beberapa panjang wilayahnya,Jack lalu dengan bengis membantai para mafia kelas bawah untuk memperluasnya dan kesalahan itu ada pada peta ini,Alex melupakannya,sehingga kini paman yang turun tangan agar Jack tidak sampai melewati batasnya."ucap Bondan.


"Ah aku mengerti."ucap Abdillah.


...


Minggu dimana hari itu keberangkatan Arkhan beserta Azkia untuk pergi studi kuliah mereka,Arkhan sudah tidak sabar untuk melanjutkan pendidikannya.


"Mami,Papi Kia pasti rindu kalian,Kek Nek, sehat-sehat jaga Mami sama Papi kesayang Kia,Kia pasti rindu kalian semua."Azkia pun memeluk semuanya kecuali Abdillah,semalam mereka berbincang saat pulang


"Mama,Papa Ar berangkat mengemban ilmu dulu,untuk Mama sama Papa Ar pasti rindu kalian disana jangan lupa Video Call an ya,sama jaga adik Ar Pa gak nyangka punya adik padahal Ar udah gede hehe..."Yance menatap tajam putranya,secara tidak langsung putranya mengejeknya.


Yance menarik Raina dalam pelukannya"Tenang saja Son,Papa adalah pria terkuat dan tertampan mana mungkin Mama mu kenapa-napa yang ada Papa tunggu kepulangan mu bersama mantu."Arkhan menatap Yance sebal,tidak ada hari tanpa perdebatan jika dirinya yang memulai.


"Eumm Kak jaga Papa sama Mama,Ar minta maaf jika pernah berbuat salah sama Kakak semoga Kakak baik-baik disini dan saat Ar pulang Ar udah punya kakak ipar."Arkhan terkekeh sedangkan Abdillah hanya mengangguk tak merubah mimik wajahnya.


Tak berlangsung lama pesawat yang akan ditumpangi Arkhan dan Azkia segera take off mereka tidak membuang waktu lagi dan segera pergi menuju tempat dimana perpisahan mereka terjadi.


"Apa kau tidak rela adikmu pergi Ab?"tanya Anton dan dibalas gelengan oleh Abdillah.


"Dia melakukan hal yang benar Kek,dia lebih pantas untuk di dukung bukan di hentikan."Anton mengangguk senang,Abdillah kini telah dewasa dan patut membuatnya bangga.


....


Kania kini sudah bersiap untuk perjalannya,ia segera memeluk Ibu nya mungkin ia akan rindu selepas beberapa hari yang lalu suaminya telah tiada.


"Pergilah wahai putriku,pulanglah membawa kabar gembira jika Alloh masih memberi umur pada Ibu,Ibu harap dapat melihatmu bahagia bersama calon mu yang lain."ujar Dinda.


"Aamiin,semoga Alloh mengabulkan doa Ibu,Kania titip salam pada keluarga Zyan semoga mereka tetap bahagia atas kepergian anaknya,jangan larut dalam kesedihan Kania akan mengunjungi mereka jika Alloh mengizinkan."ucap Kania dan jelas diangguki Dinda.


"Pergilah,pesawat mu akan segera take off."Kania pun memeluk Dinda dan mengecup kening Ibunya dengan penuh perasaan,ia harus berpisah dan memulai studinya di negara asing.


....


Hiruk pikuk perkotaan di negara yang kini Kania datangi,ia sudah menemukan tempatnya,rumah kecil yang minimalis cukup untuk dirinya sendiri,Kania sudah menentukan pilihannya menjadi seorang Tata Busana cukup baginya untuk menggapai cita-cita.

__ADS_1


Dulu saat usianya 12 tahun hobi nya adalah menggambar,ternyata dirinya suka menggambar pakaian,pernah saat itu dirinya membuat gambar pakaian muslimah tak disangka Ibunya menjadikan gambarnya sebagai contoh untuk baju couple dirinya disaat lebaran tiba,disaat itulah bakat Kania berkembang sampai kini.


"Alhamdulillah tempatnya sejuk..."Kania membuka jendela yang langsung menampilkan jalanan yang lumayan ramai,jendela kecil yang didepannya ada beberapa tanaman memberikan kesan kesegaran di dalam lingkungannya.


Sedangkan Arkhan dan Azkia sudah tiba di apartemen mereka,Yance sengaja memesan apartemen mereka bersebelahan agar jika saling membutuhkan akan lebih mudah perminta maafan Arkhan telah di dengar dan dimaafkan oleh Azkia saat keberangkatan mereka ke negara N.


"Azkia biar aku bawakan koper mu dan sekarang lebih baik kau bukakan pintunya dulu!"Azkia mengangguk dan segera membuka pintunya.


Terlihat ruangan yang begitu berkelas dan sungguh nyaman jika di pakai untuk belajar sendiri,segera mereka memasuki apartemen Azkia segera mencari kamarnya sedangkan Arkhan segera pamit untuk masuk ke dalam kamarnya.


Azkia mengamati setiap sudut ruangan."Sangat nyaman,jika Mami ikut pasti Mami betah disini."gumam Azkia.


....


Keesokan harinya Azkia dan Arkhan sudah siap menuju kampus mereka,dan dengan segera Arkhan membawa Azkia untuk berangkat bersama,hati Azkia tak menentu kala tangannya di gandeng oleh Arkhan.


"Apakah kau tidur nyenyak??"tanya Arkhan.


"Ya begitulah untung saja aku tidak mengalami insomnia karena tidak berada di kamar sendiri."jelas Azkia.


"Syukurlah."Arkhan segera menaiki motor ninja yang memang sengaja Yance siapkan untuk putranya, tidak ada kata tidak untuk kenyamanan putra semata wayangnya,Yance sangat teliti dengan fasilitas yang harus diterima putranya.


Kania sudah mempersiapkan segalanya dari malam dan kini dirinya sudah siap berangkat,Kania pun menunggu bus yang datang dan tak lama bus akhirnya datang,segera ia masuk dan duduk di tempat kosong.


Sesampainya di Universitas N ia segera turun dan masuk ke gerbang,saat masuk matanya tak henti menatap kagum bangunan yang menjulang tinggi bahkan banyak gedung disana dengan taman yang begitu luas,bisa ia simpulkan jika sekolah ini adalah salah satu sekolah elit.


Kania melangkahkan kaki berjalan mencari-cari dimana kelasnya sampai seseorang menepuk pundaknya."Permisi,apakah kamu kebingungan??"Kania menoleh menatap pria dan wanita yang entah siapa.


"Ah iya,apakah kalian tau dimana kelas Tata Busana??"wanita itu mengangguk menunjukkan dimana gedungnya,Kania berterimakasih.


"Terimakasih,eumm kalau begitu aku pergi dulu salam kenal aku Kania."ucap Kania menjulurkan tangan,Wanita itu membalasnya."Azkia."ucapnya dengan tersenyum.


"Ah,kenalkan aku Arkhan teman Azkia."ucap Arkhan."Kania."sambil bersalaman jauh membuat Arkhan tidak aneh karena wanita itu muslim.


"Kalau begitu aku pergi,senang bertemu dengan kalian semoga kita bisa bertemu kembali, Assalamualaikum."ucap Kania.


"Waalaikumsalam."balas Arkhan.


"Kurasa dia cocok jadi temanku."ucap Azkia dibalas anggukan oleh Arkhan, firasatnya pun sama dan setuju jika Azkia berteman dengan Kania.


"Yasudah ayo ke kelas."ucap Azkia.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2