BODYGUARD TAMPAN KU TERNYATA MAFIA

BODYGUARD TAMPAN KU TERNYATA MAFIA
bab 19


__ADS_3

Pagi menunjuk kan sinar indah dan sejuknya angin.


Gadis cantik yang belum membuka mata di pagi itu. Masih sangat menikmati mimpi indahnya.


Lisa memang tak harus bangun pagi hari Ini. Karena dia masih butuh pemulihan dan trauma di tubuhnya.


Apa lagi Lisa memang gadis pemalas yang memang sangat senang berada di kamar dan menikmati fasilitas mewah kamar miliknya.


Ya namanya juga orang kaya. Ya bebas mau ngapain aja. Tak akan ada yang melarang dan memarahi Lisa. Apalagi satu rumah Tau. Jika Lisa saat ini masih dalam pemulihan.


Tiga jam berlalu satu ketokan terdengar di daun Pintu Lisa. Dan membut Lisa sedikit mengeliukkn tubuhnya lalu kembali menarik selimut tebal itu.


Seorang pelayan masuk ke dalam kamar membawa troly dan beberpa menu sarapan untuk Lisa. Dan itu sudah hal biasa.


Lalu Pelayan itu kembali keluar kamar dan tak mengganggu waktu tidur sang Nona Iisa.


Hampir setengah jam. Akhirnya perut Lisa sudah tidak bisa di ajak kompromi Karena sudah cukup Lapar. Dan Lisa pun memangsa kan tubuh itu unguk bangun dari ranjang Empuk Miliknya.


"Oaaammmm..." Lisa menganga karena msih mengantuk namun harus mengisi perut dahulu baru dia akan kembali tidur.


Mengulur kan kaki indah miliknya dengan Malas, langsung menuju tempat khusus sarapan Lisa di kamar mewah itu.


Tak berniat mencuci muka atau pun mengosok gigi dahulu. Lisa langsung menyantap makanan itu dengan lahap. Dengan rambut yang tergerai panjang. Tak di ikat sama Sekali. Nmun Lisa tak merasa Risih dengan itu semua.


Terus melanjut kan hingga habis sarapan miliknya dan meminum air putih hingga tandas.


"Emmm. Aku harus tidur kembali. Aku lelah sekali. Tubuh ku belum sembuh sepenuhnya" gumam Lisa membalik kan tubuh untuk kembali membaring kan tubuhnya dengan perut yang baru saja terisi itu.


Saat Lisa ingin menutup selimut itu kembali. Dia baru sdar jika mamanya masih dalam perawatan.


Mengingat itu Lisa kembali menyibak selimut tersebut dan turun dari ranjangnya.


Terlebih dahulu Lisa membersih kan muka dan sedikit menyegar kan wajah. Walau Lisa tak mandi.

__ADS_1


Keluar dri kamar miliknya dan berbarengan dengan pria tampan yang juga keluar dari kamar tamu yang khusus untuk tamu yang menginap.


Lisa menatap sebentar. Lalu langsung menuju kamar mama dan Ayahnya.


Membuka Pintu dan langsung meihat sang mama yang sedang di rawat Oleh dokter terbaik pesanan dari Ayah Lisa.


Melihat Lisa msuk ke kamar mereka, sang mama langsung tersenyum.


Dan Lisa langsung mendekat dan duduk di Ranjang dekat dengan mamanya.


Sang Ayah yang juga di bekerja hari itu. Sedikit Aneh dengan putrinya yang tidak biasany diam dan terlihat tidak bawel atau pun Manja kepada Mama atau pun sang Ayah.


Sang Ayah mendekat ke arah Lisa yang melihat sang dokter sibuk memeriksa kondisi mamanya.


"Lisa. Kamu tidak apa-apa kan nak??" Tanya sang Ayah menatap Lisa lembut.


Lisa menjawab pertanyaan sang Ayah dengan senyum tak kalah lembut


"Mama gimana, apa sudah cukup baik,?" ucap Lisa menanyakan tentang kondisi mamanya.


"Mama sudah baik nak. Cuma perlu di cek aja dalam satu minggu ini agar lebih baik lagi" jawab sang mama.


"Sukurlah ma." ucap Lisa singkat.


"Nak. Mulai saat ini, Ayah utus kan seoramg bodyguard untuk selalu menjaga mu. Agar kamu kemana-man akan lebih aman bersama sopir baru." ucap sang Ayah yang sudah memutus kan itu. Dan yang membuat Ayah dan mama Lisa mengerut kan kening kembali. Karena jawaban Lisa.


" Iya yah. Gimana baiknya aja, maksih Ayah" jawab Lisa.


"Kamu tidak membantah atau pun punya pilihan lain Nak yang Kamu sukai" ucap Sang Ayah


"Tidak yah, Krena pilihan Ayah pasti yang terbaik, Karena Ayah tidak mungkin mencari orang sembarangan Untuk Emas ini kan" ucap Lisa yang memuji dirinya itu. Dan membuat sng Mama tersenyum Geli.


Baiklah, Ayah akan pertemukan kamu langsung dengan bodyguard kamu ya." ucap Ayah Lisa yang kelaur dari kamar Itu dengan di ikuti Oleh Lisa.

__ADS_1


"Arka..??" Panggil Ayah Lisa yang duduk bersama Lisa di ruang tamu menunggu pria tampan itu datang menemui merèka.


"Ya pak!!" Jawab nya singkat dan mendekat ke arah Ayah Lisa.


Lisa yang menatap pria tinggi itu dengan tatapan biasa saja. Dan begitu pula dengan pria tampan itu.


Tatapan Lisa tidak seperti wanita-wanita pada umumnya yang sering di temui Arka di luar sana. Lisa hanya menatap Biasa dan Sekilas.


"Duduk lah. Dan kalian juga belum saling Kenal bukan. Di sini saya ingin mengenali langsung putri kesayangan ku yang akan kàmu jaga dengan baik nantinya dan dengan nyawa kamu." ucap Ayah Lisa tegas.


"Iya pak" jawab Arka singkat Namun meyakin kan seorang Ayah yang memberi tugas penting dengan penuh kepercayaan itu.


"Dia putri ku Lisa Hermawan Subroto. Umur tujuh belas tahun. Dan sekolah kelas tiga SMA.Yang sebentar lagi akan mengikuti ujian Akhir. Aku ingin kamu selalu mengawasi dia. Agar kejadian seperti kemarin tidak akan terulang lagi. Jika sampai terulang. Kamu tau akibatnya bukan" ucap Ayah Lisa dan di anggukin Oleh Arka


"Nak. Ini dia yang Ayah maksud, dia bodyguard yang Akan selalu menjaga kamu. Kemana pun, karena Ayah tidak mau terjadi hal yang seperti kemarin" ucap sang Ayah yang juga di balas dengan anggukan Oleh Lisa.


"Dia namanya Arka. Pria ini orang kepercayaan Ayah dalam berapa puluh tahun ini. Umurnya masih cukup Mudah." ucap sang Ayah yang tak punya maksud apapun dalam ucapanny itu.


Namun herannya, saat Ayah Lisa membahas umur dan tentang kemudaan Arka. Lisa dan Arka sedikit saling tatap dan mereka mungkin punya pemikiran yang sama. Saat mereka tidak sengaja berbarengan saling tatap. Walau hanya sekilas.


Dan itu tidak di sadari sang Ayah.


Saat menjelasan itu berakhir. Langsung Lisa memotong dan mengatakan sesuatu.


"Ayah yang atur, Lisa pasti trimah. Lisa ke mama bentar Yah" ucap Lisa. Dan saat Lisa membalik kan tubuhnya dia menghembus kan nafas dalam dan sedikit mengelus dadanya.


Dan Arka pun seperti itu. Sat sang Ayah menoleh dan membiar kan Lisa ke kamar untuk menemuhi sang Mama.


Mengembus kan nafas dalam lalu menelan kasar Saliva seperti sulit bernafas. Walau pun Arka tak sampai mengelus dadanya.


"Baiklah Arka. tugas mu akan di mulai kamu harus siaga setiap Lisa akan pergi" Ucap Sang Ayah Lisa mengingatkan Arka yang mendengar dengan seksama perintah bos besar itu.


"Baik pak. Jika tidak ada lagi, saya kembali ke kamar pak." jawab Arka. Dan itu langsung di Iyakan Oleh Ayah Lisa.

__ADS_1


__ADS_2