
Lisa menuju kamar Orang tuanya dan melihat sang mama yang sedang beritirahat untuk memulih kn kesehatannya.
Lisa perlahan naik ke ranjang itu dan berbaring di samping sang mama yang sedang terlelap. Lisa kembali memegang Dadany dan menghembus kan Nafas dalam seperti tadi.
"Huhhh. Ada apa dengan jantung ku. Aku sudah pernah mentap dan pria-pria tampan di luar sama tapi kenapa yang satu ini buat hati ku malah berubah prinsip. Aku bahkan biasa-biasa saja awalnya. Namun saat AYah mengatakan tentang itu. Malah aku salting" gumam Lisa tak jelas dan masih memegng dadanya..
Membalik kan tubuhnya beberapa kali dan tersenyum nsendiri. Namun lisa baru menyadari tentang muka bantalnya itu.
" Hhaaahh... Jadi tadi aku seperti ini di depan bersama ayah dan Arka. Memalukan sekali. Ihhhh..." ucap Lisa lalu menekan wajahnya ke bantal Krena merasa malu.
Lisa merasa dia sendiri yang merasakan itu. Sehingga dia malu sendiri dengan rasa yang datang tiba -tiba itu. Di tidak menyadari Jika pria tampan dengan kesempurnaan itu merasakan hal yang sama. Walau pun dia tidak pernah tertarik pada setiap wanita yang mendekati dari kalangan manapun. Namun kali ini jantungnya ada yang berbedah. Walau pun dia masih menolak hal itu.
Sang mama yang merasàkan ada pergerakan di sampingnya. Membuka mata dan menoleh Ke arah lisa yang sedang gelisa dan menutup wajahnya dengan bantal itu. Dan Lisa tidak menyadari jika sang mama sudah bangun dan meliht sikapnya saat ini. Walau pun sang mama tidak paham apa yang terjadi pada putri kesayangannya st ini.
Mama Lisa menyenguh pelan rambut Lisa. Sampai lisa cukup Kaget dan menoleh ke arah sang Mama.
"Ma. Sudsh bangun.. Ma'af Lisa ganggu waktu istirahat mama" ucap Lisa tersenyum.
"Tidak pa-pa nak. Mama juga sudah cukup tidurnya. Emang apa yang terjadi sama anak mama ini. Smapi harus berekspresi seperti itu. Sepertinya anak mama lagi bahagia" tanya mama Lisa menatap lembut ke arah sang anak.
__ADS_1
"Gak apa-apa ma, Lisa cuma menikmati kebahagian dan rasa sukur yang di berikan sang pencipta kepada kita.Yang begitu sempurnah ini" ucap Lisa mengelk tentang rasa di hatinya saat ini.
"Sepertinya sejak kejadian kemarin, anak mama begitu berubah, berubah lebih dewasa dan sabar. Apa yang merubah itu semua nak" tanya mama Lisa.
"Hemmm. Lisa sangat bersukur ma, bisa lepas dan tak menjadi korbn dari sopir itu. Maka dsri itu, lisa sadar dan ingin berubah. Harta banyak tak menjamin kalau Lisa tidak akan mendapatkan kemalangan. Justru sipat Lisa yang begitu sombong membuat Lisa celaka dan membuat orang yang dekat dengan Lisa tidak pernah tulus.. Maka dri itu Lisa ingin merubah sipat ini mulai saat ini ma" ucap Lisa menatap wajah sang mama. Dan mereka tersenyum bersama.
" Ma. Lisa ada bodygurd loh. mulai sekarang dan di akan jaga Lisa setiap saat dan saat berada di luar rumah" ucap lisa memberitahu sang Mama.
"Iya nak, mama sudah tau, sudah di kasih tau sama Ayh mu. Tapi sang mama cukup kaget. Lisa gak nolak atau memilih tau juga berkoentar lain, selin menerimah langsung tanpa ada kilah" ucap mama.
"Karena seoarng Ayah tidak mungkin Ingin mencelakai anaknya bukan ma. Dan dia tau dan akan mencari yang baik dari yang terbaik untuk putrinya, agar putrinya selalu aman dari apa pun itu" jawab Lisa cerdas dan membuat sang mama kagum dengan perubahan anak emasnya itu.
Sang mama hanya bisa tersenyum dan juga memeluk anaknya lalu ikut tidur kembali.
Di kamar milik Frans. Pria tampan itu mengotak-atik Hp miliknya dan tangan itu mengetik sebuah Nama dari sosial media miliknya yang begitu privat itu.
Ya Nama itu adalah. Lisa. Dan saat nama itu sudah terketik dan dia menggelengkan kepala kemudian kembali menghapus itu.
"Apa yang sedang aku lakukan. Apa aku sudah mulai hilang akal sehat" ucap frans mengelak karena hatinya lah yang menuntun tangannya untuk melakukan itu.
__ADS_1
"Arka.... Arka... Arka ...!!. Apa yang sedang kamu pikirkan. Fokus kan diri mu pada pekerjan dan misi sebenarnya untuk masuk ke rumah mewah ini. Kamu tidak boleh di racuni Oleh apa pun termasuk Hati mu" gumamnya. Yang sesaat tadi seperti bukan dirinya. Menurut Arka. Lebih tepatnya bukan dirinya yang biasa.
menahan diri dan meneguh kan hati untuk kembali pafa misi dan Niat nya untuk masuk kerumah keluarga Lisa, dan ada rahasia besar di balik keinginan besarnya masuk ke kediaman pribadi dan setia berpuluh-puluh tahun kepada Ayah Lisa.
Walau pun Dia sebenarnya seorang bos besar bagi sekelompok besar di sebuah negri, Namun saat ini dia membuat dirinya berjalan sendiri tanpa orang yang mengawal dirinya.
"Misi ku.. Ya itu yang ku ingin kan tercapai. Ingin melulu lantakan pria tua itu, sehingga di merasakan apa yang aku rasakan saat berumur Lima belas tahun dulu. Kau akan tau sebentar lagi, dan sebentar lagi semua itu tercapai...
Ma'af Ayah, ibu. Arka baru saja memulai semua ini. tapi tenang saja. Mereka akan merasakan apa yang dulu kita rasakan. Sehingga keluarga ini untuk menarik satu hembusan nafas saja dia akan merasakan sakit yang teramat." Ucapan hati Arka yang sedang menggenggam Hp Miliknya itu.
Sedikit menetes kan air bening di sudut matanya. Saat mengingat kejadian sat dia berumur Lima belas taun. mulai sejak kejadian itu. Frans harus terlunta-lunta di jalanan yang penuh dengan bahaya. Dan terpaksa meminta-minta untuk melanjutkan hidupnya. Sampai akhirnya dia harus hidup bersama sekelompok mafia yang Kejam.
Namun Arka bersàbar menerimah itu. Sehingga dia benar"benar dewasa dan bisa belajar dari mereka. Namun karena Otak cerdasnya dia bisa dengan mudah masuk dan menjadi pemimpin di sana saat sang pemimpin yang sebenarnya Arka taklukkn tanpa Ampun.
Dan saat hal itu sudah menjadi milik dan penguasa. Arka mulai mengusun rencana yang lembut untuk menghancur kan orang yang telah membuat dirinya seperti saat ini.
Awal kebahagian Arka bersama Ayah dan Ibunya begitu sangat bahagia walau pun hidup sederhana. Namun musibah datang saat seorang pengusaha kaya raya dan sombong datang memaksa untuk menjual tanah satu-satunya milik keluarga Arka.
Menolak.. Ya pastinya itu yang di lakukan keluarga Arka. Namun apa daya saat kekuasaan sudah meraja dan kesombongan memenuhi hati manusia.
__ADS_1
Penolakan yang di lakukan keluarga Arka pun di anggap melawan dan membrontak atas tawaran dan paksaan untuk menjual sepetak tanah di mana Arka dan keluarga tinggal saat itu.