BODYGUARD TAMPAN KU TERNYATA MAFIA

BODYGUARD TAMPAN KU TERNYATA MAFIA
Ketampanan Arka


__ADS_3

Kisah Pilu dan tragis yang di rasakan Oleh Arka yang masih sangat mudah itu.harus dia lewati sendiri. Saat kedua orang Tua Arka di bunuh di depan mata saat pemaksaan penjualan tanah itu terjadi.


Dan merèka sengaja membiar kan Arka menyaksikan saat sang Ayah di siksa dan di bunuh dengan perlahan.


Dengan di siksa sedemikian rupa terlebih dahulu. Lalu mati dengan sendiri karena saat penyiksaan sang Ayah. Mereka memang tidak di beri makan dan Minum.


Dan lebih menyakit kan lagi melihat sang ibu yang di sakiti dan di perko sa secara bergiiran di depan mata Ayah dan Arka. Hanya meraung. Menagis dan hati bagai di sayat. Tidak ada rasa sakit lebih dari itu yang mereka rasakan.


Jika saja akibat yang di terimah oleh kedua orang Tua Arka akan sepatal ini. Karèna tak ingin menjual tanah di mana rumah tempat mereka berteduh.


Mungkin akan di Iklas kan begitu saja.


Namun saat permohonan dan tanah ingin di serahkan. Semua sudah terlambat bagi mereka dan hanya resiko itu yang bisa di terimah saat ini.


Arka mudah yang tidak bisa berbuat apa-apa karena dirinya juga ikut di ikat dan di siksa walau pun gak di biar kan hingga mati. Namun dia harus menyaksikan semua itu. Dengan sangat tragis.


Dendam. Ya hanya dendam yang Arka simpan di hati paling dalam nya. Hingga waktunya tiba.


Seorang bos besar mereka ikut serta dalam melakukan hal kotor terhadap ibunya. Dan wajah serta nama itu selalu Arka ingat dan tergambar jelas di hati dan pikirannya.


Dan begitu sangat jelas sakit hati itu.


Sampai hari ini. Saat misi besar seorang Arka di mulai. Dia masih hrus bersabar dan tidak ingin misi dan dendam besrnya gagal begitu saja. Karena rasa yang mulai datang di hatinya itu dan karena ketergesah-gesahannya itu.


Namun hal itu pasti di lakukan Arka pada keluarga yang di man di bekerja saat ini.


Akan melakukan hal yang sama sadis dan menyakit kan.


Hari itu waktu Istirahat Arka di gunakan untuk melamun dan menyusun rencana-rencana yang akan dia lakukan nantinya.


Saat beberapa jam perut Arka terasa mulai berbunyi. Dia pun datang ke dapur untuk mengambil hidangan yang pastinya sudah di siap kan untuk dirinya.


"Buk.apa makanan khusus unguk ku sudah ada dan siap?." Tanyanya kepada seorang pelayan yang sudah cukup tua yang berada khusus di bagian dapur.

__ADS_1


"Ada nak. Di sana dan masih hangat" ucap ibu pelayan itu menunjuk kan ke arah lemari pemanas yang khusus untuk makanan.


"Ya buk. Makasih" Ucap Arka berjalan ke yang di tunjuk dan langsung membuka dan mengambil makanan tersebut.


Arka pun langsung duduk di meja makan yang terletak di dapur tersebut lalu mulai melahap makanan itu.


Seorang pelayan yang cukup mudah meletak kan susu dan buah untuk Arka. Walau pun sebenarnya frans bis mengambil sendiri hal itu.


"Ini mas. Biar gak capek mondar madirnya." ucap sang pelayan yang di balas dengan anggukan dan ucapan trimakasih dari Arka.


Namun Arka tak menoleh sedikit pun Ke arah sang pelayan yang masih mudah itu. Walau pun sang pelayan begah memandang Arka yang begitu tampan dan tidak cocok jadi bodyguard dan lebih cocok jdi pengusaha tampan dengan tajir melintir.


Pelayan tua yang melihat itu. Mendekat ke arah pelayan dan menarik lengan pelayan tersebut cukup Kuat dan menjauh.


"Hayalan mu jangan teralu tinggi. Nanti jatuh kamu mati" bisik sang pelayan tua itu. Yang membuat pelayan mudah itu cemberut dan pergi dari dapur tersebut.


Selesai dengan sarapannya. Arka menikmati segelas susu tersebut.


" Bik buat kan Lisa sup ya" ucap Lisa lrmbut kepada sang pelayan saat Arka masih berada di dapur ini.


"Tidak Usah bik, Di sini saja sama Arka" ucap Lisa memandsng Arka sekilas dengan muka bangal yang masih dangat cantik dan telihat polos tanpa make-up.


Arka juga menatap sekilas namun tak mengatakan apa pun kepada Lisa. Karena menurut Arka itu Hak Lisa mau di mana pun dia makan karena itu semua rumah milik keluarganya.


Mengambil sendiri segelas air dalam dalam kulkas dan duduk berhadapan dengan frans.


"Aku minta ya buahnya" ucap Lisa membuka suara untuk berbincang dengan Arka yang hanya diam mulai dari Lisa datang.


"Ambil saja."Balas Arka singkat


Lisa pun mengambil satu potong buah tersebut dan langsung melahap dengan potongan besar itu. Sehingha mulut kecil milik Lisa menggembung. Karena buah itu cukup besar untuk mulut kecilnya.


"Kenapa Nona tidak memotong terlebih dahulu buah itu" Tanya Arka yang melihat Lisa seperti agak kesusahan mengunyah potongan buah di dalam mulut kecilnya.

__ADS_1


Lisa hanya menggeleng. Karena dia tidak bisa bersuara karena buah itu memenubi mulutnya.


Perlahn akhirnya buah itu hancur dan di telan juga Oleh Lisa. Barjlah dia menjawab ucapan Arka yang sudah cukup Lama.


"Aku sudah biasa makan buah dengan potongan besar. Agar puas saat ku telan. Jika makan sedikit. Buah itu tidak teralu terasa di mulut ku.


Lalu sup yang di ingin kan Lisa pun terhidang. Dengan uap yang cukup mengepul di depan muka Lisa.


"Wooww. Maksih bik" ucap Lisa kembali. Dan ucapan Lisa kembali membuat sang pelayan kaget. Karena ucapan terimaksih dari nona mereka.


Yang biasanya hanya berteriak dan melepar barang. Hari ini sang anak majikan seperti orang Lain yang mengerupai wajah Lisa.


"I..iya non. Sama-sama" ucap sang bibik m3natap Lisa. Dan Lisa tersenyum lembut kepada bibik tetsebut.


Dan sang pelayan itu membalas nya


"Bik. Sudah makan belum. Makan bareng ayokk.." ucap Lisa begigu ramah.


"Sudah non. Bibik sudah makan duluan" balasnya.


"Ohhh begitu. Ok Lisa makan ya bik" ucap Lisa yang di pandang Oleh Arka dari tadi. Saat Lisa terus mengajak sang pelayan berbicara.


"Iya non" bibik itu kembali melanjut kan pekerjaannya.


Lisa melahap sup itu dengan cepat. Tidak ada angun-angunnya. Bahkan lupa menawar kan kepada Arka


Saat sup itu sudsh pasti masuk semua ke mulutnya baru Lisa menoleh ke arah Arka. Dan mentap sekilas.


"Aku harus panggil kamu dengan sebutan Apa??.


Mas, Kakak. Abang. Atau Nama" tanya Lisa kepada Frans.


"Gimana nyaman nya aja" jawab Arka.

__ADS_1


"Oke. Aku panggil kamu Arka ya" ucap Lisa menatap kembali wajah tampan Arka


__ADS_2