
Liansyah Sangat mengkhawatirkan yani, sisi kelembutan yang di tunjukan liansyah sangat lah jarang untuk banyak orang melihat.
Liansyah Yang bingung untuk menyuapi yani agar meminum obatnya warna yani masih pingsan saat itu, " Bagai mana aku akan memberikan obat ini,Jika dia masih pingsan' dan demamnya pun belum turun jg, " liansyah pun tanpa sadar mengarah bibir mungil itu dengan meneguk air di gelas itu sambil memijat keningnya," Apa yang aku lakukan??" Mengapa berfikir untuk menyuapi dengan mulutku??" Liasnyah tanpa berfikir panjang nekat untuk Memberikannya lewat mulut, Liansyah meneguk air dan memakan pil langsung membuka perlakan bibir Yani,
Dan Liansyah pun tiba-tiba merakan sesuatu yang lembut dan manis,Detak jantung yang tidak beraturan,wajah memerah seperti kepiting rebus dan salah tingkah,
" Haisssss apa ini??" Yani kamu harus bertanggung jawab,Karna kamu telah merebut Ciuman pertamaku!!" Gumam Liansyah dalam hati.
Beberapa Saat kemudian Yani pun sadar,dan merasa Dirinya sudah mulai merasa nyaman,tidak seperti saat dya berangkat kerja,"Dimana aku??" Mengapa aku di ruangan ini??" Sedangkan aku tadi membuatkan Presdir minuman,dan membawanya kerungan kerja,dan mengapa aku disini," yani pun beranjak pergi, dan melihat liansyah yang tengah sibuk memeriksa dokumen yang harus di tanda tanganinya.
"Hah.........Mengapa aku tidur di rungannya??
yani menggaruk-garuk kepalannya itu dan melangkah mendekati liansyh,"Maaf prendir...Ee..mengapa aku bisa di Ruangan itu?" Yani sangat gugup saat berbicara dan menunjuk pintu yang sedari tadi ia tinggal.
Liansyah langsung menatap dengan wajah datar dan tenang tanpa mengekspresikan bahwa telah terjadi sesuatu" Em apa kamu berfikir aku tertarik padamu??"Dan aku yang membiusmu,dan aku juga yang mengangkat mu untuk tidur disana?? Bukankaah kamu sendiri yang datang dan langsung tertidur!!" Apakah kah sangat nyaman di sofa ku??'
liansyah berbicara datar dan tenang sambil melihat ekspresi yani pada saat itu yang yg sangat lucu saat gugup.
__ADS_1
" Emmm..eee..maaf Presdir,aku lupa'maaf aku mungkin kelelahan,jadi tanpa sadar telah tertidur,yani berbicara dengan nada gugup,sambil meremas Tangannya dan menundukkan wajahnya yang saat itu sanagat merah," Liansyah hanya tersenyum tipis dan langsung menyuruh untuk pergi,
"sudah lah lanjutkan perkerjaanmu sana" Liansyah langsung melanjutkan memeriksa dokumen itu, begitu jg dengan yani langsung meninggalkan Ruangan Liansyah."Baik Presdir,sya permisi dulu" sambil membungkukan badannya dan tidak mau menatap wajah liansyah karna dia sanangt malu untuk mentap linsyah,dan langsung meninggalkan ruangan itu.
Yani yang baru saja meninggalkan ruangan saat itu berfikir sangat keras apa yang terjadi tiba-tiba iya bisa tertidur di ruangan bosnya, tanpa Sadar yani menabrak seseorang yaitu farell. "Bruuuukkkk".
"Aduhhh,Maaf aku tidak sengaja menabrakmu,farell itu pun langsung menolong yani untuk membatu berdiri, " Kamu tidak papa kan?" Yani langsung menatap"Aku tidak papa hanya saja aku tidak fokus berjalan maaf" sambil membungkukkan badannya.
farell pun tersenyum " Apa kau ingat aku??" Yani yang sedang melamun pun pudar pikirannya dan langsung menjawab" Ahhh.. iya... emm aku ingat" dengan nada terbata-bata. dan senyum terpaksa.
Tanpa disadari liansyah yang begitu kluar dari ruangan langsung melihat farell dan yani sedang berdua , dan langsung melangkah mendekati farell," Apa yang kamu lakukan??" Bukan kaah aku menyuruhmu untuk cepat membereskan proyek itu,!! Liansyah berucap dengan nada dingin dan jengkel saat melihat Mereka berdua.
liansyah menyetir dengn kecepatan penuh tanpaberbicara sepatah kata pun, suasana di mobil pun hening,
Sesampainya Ketempat yang diDi tuju, Melihat bangunan yang begitu kokoh,Besar mewah dan megah, liansyah langsung turun dan membuka pintu mobil langsung menarik yani untuk ikut dengannya," Inu dimana Presdir' Tolong lepaskan aku??" Aku mau di bawa kemana??" Merengek yani.
Liansyah hanya berucap" Ikut aku!" Yani Saat itu meronta -Ronta merasa bingung dan takut apa yang akan dia lakukan dan Rumah siap ini??" Batin yani yang tetap berusaha melepaskan genggaman tngan liansyah.
__ADS_1
Liansyah sangat jengkel tanpa aba-aba langsung membopong Yani agar dia menurut, yani pun berteriak" Ahhhhhh turunkan aku ,turunkan aku sambil memukul dada bidang itu.Liansyah langsung membawa masuk yani dan menuju kamar di lantai atas dam melempar yani di Ranjang.
"Apa yang kau lakukan?" jwb yani dengan nada penekanan' Dimana ini?" mengapa kamu membawa aku ksini??" Dengan nada sangat marah!. Lainsyah mendekati Yani dan langsung dengan menjawab nada Datar, Ini di vila ku, Vila pribadiku dengn senyum kecut.
Yani pun beranja bangun sebelum Yani berhasil berdiri langsung di tarik kembali oleh linsyah dan di dorong lagi hingga terjatuh di Ranjang, Laisnyah menatap yani dengan tajam!!! Apa yang kamu lakukan terhadap ku?? Mengapa kamu membuat aku merasakan kejengkelan seperti ini??" Tanya kiansyah dengan nada Marah.
Yani merasa bingung dengan apa yang di lontarkan oleh atasannya itu, Liansyah langsung mendekati wajah yani, Dengan nafas yg memburu, sangat dekat sekali smpai terasa menyapu di bagian wajah yani nafas yang begitu hangat, Yani Yang terlihat gugup pun Menjauh kan tubuhnya agar tidak terlalu dekat dengan liansyah, Liansyah pun mengerutkan dahinya dan semakin mendekatkan wajahnya kembali sampai hiding keduanya pun menempel.
" mengapa aku sangat jengkel ketik aku melihatmu dengan farell,Jngan dekat dengan farell aku tidak menyukainya" Nafas yang sangat panas sambil berbicara kepada yani,
Yani pada saat itu mengerutkan keningnya"Mengapa? apakah kita mempunyai hubungan??" Siapa kamu melarang ku??" Dengan nada tak mau kalah.
Liansyah dengan sangat kesal mendengarkan ucapan yani itu, dan langsung menjawab " Apakah kamu lupa apa yang telah kamu lakukan terhadap ku?? liansyah berbicara dengan nada tenang," Kamu telah merebut ciuman pertama ku" lanjutnya lagi, sambil memerhatikan wajah yani yang berubah -ubah, " Kamu harus mengembalikannya kembali" ,jawab liansyah.
wajah yani pun memerah dan berfikir apa yang terjadi' dan tanpa sadar langsung mengingat apa yang terjadi saat yang lalu di kantor, Yani pun tanpa mau kalah menjawab" Kapan aku merebut nya jangan bilang aku telah tidur di Rungan mu dan kmu berfikir aku merebut nya di sebut dengan ciuman?? Wajah polos yani, Liansyah pun tanpa sadar tersenyum mendengar ucapan gadis itu, dan langsung menatap bibir tipis itu, tanpa aba - aba liasyah pun mencium bibir mungil itu,dan melumatnya, mata yani pun ter belalak dengan ap yang dia rasakan bibir yang menempel di bibirnya itu terasa lembut, sampai tanpa dia sadari yani pun menikmati perlakuan liansyah itu, liansyah sedari tadi matanya terpejam langsung membuka matanya sambil melihat ekspresi wajah yani yang menikmati perlakuannya itu.
liansyah tersenyum tipis, dan melanjutkan lumatan itu dengan perlahan membuka mulut Yani agar bisa menyesap bibir kecil itu, liansyah pun memperdalam ciumannya' Nafasnya memburu,jantungnya pun berdebar tak karuan,seperti ada yg mengalir di dlam tubuhnya hingga ingin lebih lama merasakan itu semua hingga mereka berdua kekurangan nafas saling berebut Oksigen, yani pun langsung melepaskan ciuman itu nafasnya memburu, seperti apa yang di rasakan oleh liansyah dengan wajah memerah menatap liansyah.
__ADS_1
nafas bereka Saling Menyapu wajah masing- masing liansyah pun mengecup bibir mungil itu yang sudah membengkak memerah.