
akhirnya Nadia menginap di rumah Roy....
orang tuanya Roy pun sangat bahagia atas kedatangan Nadia....
Nadia kamu cantik sekali malam ini...makasih Tante... mereka saling tersenyum.....
ya sudah kamu sekarang istirahat ya Nadia....
besok pagi kita ngobrol lagi....baik Tante makasih banyak ya Tante,om Robby,dan mas Roy...
iya sayang sama-sama....
akhirnya Nadia pun segera masuk ke kamar tamu, karena rumah Roy yang terlalu besar, membuat Nadia merasa sangat khawatir,jika orang tuanya Roy suatu saat tau keadaan orang tuanya Nadia, yang sangat berbeda jauh dengan orang tua Roy, yang begitu kaya "
Nadia kamu kenapa bengong?" Roy mengejutkan lamunannya Nadia.
oh gak apa-apa mas..." akhirnya Nadia ngobrol sejenak di kamar dengan Roy...
mas Roy makasih banyak ya, kamu sudah banyak membantu aku,.."mas Roy aku takut ?"
iya sama-sama sayang,... Nadia kamu tidak perlu takut,... memangnya apa yang kamu takutkan...?"
mas aku takut kalau hubungan kita tidak akan pernah di restui oleh kedua orang tua kamu,
sayang kenapa kamu bisa berbicara dan berpikiran seperti itu?"
iya mas aku anak orang yang tidak punya,aku orang miskin.
Nadia yang sudah sangat sedih,..dia langsung di peluk oleh Roy.
sayang kamu tidak boleh berbicara seperti itu, karena orang tuaku tidak memiliki sifat seperti itu, percaya lah pada aku ...
iya mas".... maafkan aku mas" iya sayang....
sekarang lebih baik kamu istirahat dan tidur ya,aku tidak mau kalau kamu sakit, dan mulai sekarang kamu jangan pernah berpikiran macam-macam ya .....Roy pun pamit untuk meninggalkan Nadia di kamar,...ya sudah sekarang aku juga mau istirahat..met istirahat sayang....sambil membelai rambut Nadia..
mereka berdua saling menatap dan tersenyum.....
akhirnya Roy pun segera pergi menuju ke arah kamarnya.
Roy yang sudah sangat lelah segera membersihkan badannya dan segera istirahat.
hari menjelang pagi ..... cuaca pagi yang begitu cerah, begitu juga dengan suasana hatinya Nadia yang sangat ceriah,...
Nadia yang sudah di tunggu oleh Tante Lusi dan om Robby di meja makan yang dari tadi, akhirnya Nadia muncul juga,...
selamat pagi Tante dan Om...?" maaf Tante
aku kesiangan....
iya tidak apa-apa Nadia....ayok kita sarapan....
__ADS_1
tapi Roy ko belum turun juga ya?"....Lusi bertanya
Nadia pun dari tadi yang sudah bertanya-tanya di hatinya, kenapa mas Roy tidak sarapan ya?
namun tidak lama suara Roy terdengar....
selamat pagi semuanya?"....
selamat pagi? .....semua menyahut sapaan Roy.
ya sudah ayok kita sarapan!".... nanti telat kerja kita,kata Lusi mamanya Roy....
di selang beberapa menit kemudian ....selamat pagi semuanya? tiba-tiba terdengar suara gadis yang cantik,dari arah ruang tamu menuju meja makan...semua orang yang berada di ruang meja makan pun terkejut mendengar suara gadis cantik itu.
Hay mas Roy sayang....Sinta kamu ngapain pagi-pagi sudah kesini?"
sayang aku kesini mau ikut kamu ke kantor lah....biar kerja kamu bertambah semangat kalau ada aku.... bukannya begitu sayang?"
Lusi dan Robby mereka kedua orang tuanya Roy....melihat tingkah gadis itu sudah menatap gadis itu dengan mata yang tajam.
terutama Lusi mamanya Roy....
"Sinta kamu pagi-pagi ngapain datang ke sini?" Tante dan Om tidak suka dengan sikap kamu.
tante,om maafin Sinta, karena sinta sangat sayang dan mencintai Roy om, Tante?
tapi Tante dan Om tidak suka dengan kedatangan kamu .... "sekarang kamu pergi dari sini!" ...cepat pergi sekarang !"
Sinta yang masih emosi dan berdiri di depan pintu ruang tamu....
awas saja kalian semua,...aku bersumpah aku tidak akan pernah rela mereka hidup bahagia.
kalian semua akan merasakan penderitaan yang bertubi-tubi... terutama kamu Roy.... kamu tidak akan pernah hidup bahagia selamanya,walaupun dengan siapa saja kamu akan menikah nanti....lihat saja nanti Roy....
Sinta sambil mengepalkan jari tangannya matanya yang tajam memerah.
setelah Sinta pergi, Nadia merasa sedih,..dia merasa sangat bersalah pada Roy.
Roy yang sudah sangat kecewa dengan sikap Sinta yang baru saja terjadi...
dia sudah membuat orang tuanya menjadi emosi.
Diam-Diam Roy akan merencanakan sesuatu, karena Roy tau,yang akan di lakukan sinta kepada keluarganya nanti.
...****************...
Nadia pun mencoba menenangkan Tante Lusi,....
Tante sudah....Tante jangan emosi lagi ya... Tante Lusi harus bersabar, Tante tidak boleh emosi seperti itu, karena itu tidak baik untuk kesehatan Tante....
sekarang lebih baik kita lanjutkan sarapan kita , bagaimana mas Roy,om Robby....
__ADS_1
"iya ayok?".... om Robby membalas ucapannya Nadia
mas Roy ayok kita sarapan....kita kan harus ke kantor nanti kesiangan....
iya betul itu kata Nadia Roy.....? kata om Robby....
om Robby itu orangnya sangat sabar kalau menangani masalah percintaan anaknya.namun kalau untuk masalah bisnis om Robby orangnya sangat ''ulet dan tidak mau kalah dengan lawan bisnisnya,tapi om Robby Sangat dermawan dan baik.
lalu Roy melanjutkan sarapannya,tanpa ada kata-kata dari mulut Roy....
Nadia dan om Robby memperhatikan dia....
Nadia yang sudah sangat tidak nyaman untuk berinteraksi dengan keluarga Roy....
Nadia memilih untuk segera berangkat ke kantor....
oh ya Tante dan Om Robby aku pamit dulu ya untuk berangkat ke kantor.... takutnya perjalanan macet.
iya sayang maafin Tante ya Nadia,... gara-gara Tante jadi suasana sarapan pagi kita jadi tidak asyik.
iya Tante tidak apa-apa...? lagian kan itu bukan salah Tante...aku mohon Tante jangan terlalu emosi.
Nadia aku minta sama kamu,Nadia mau kan sering-sering main ke sini!"
iya Tante aku pasti akan sering mampir ke sini" .....
Nadia kamu berangkat bareng Roy kan?"
gak Tante,Nadia jalan sendiri saja,....kita tidak enak Tante sama karyawan lain....
memangnya kenapa kamu tidak boleh punya pikiran seperti itu?
iya betul kata mama?" Roy pun membalas ucapannya mama Lusi.
"nadia kita harus berangkat bareng!"...iya mas Roy....
nah gitu dong, kalian berdua sangat serasi....
namun Tante Lusi cuma tersenyum, merasa sangat bahagia karena di situ sudah ada calon menantu yang cantik dan baik.
di hatinya mama Lusi yang sangat mengharapkan Nadia menjadi menantunya.
Nadia yang mendengar ucapan Tante Lusi,jadi merasa sangat bahagia....dan Nadia hanya bisa tersenyum dan menatap Roy.
Roy pun tersenyum dan menatap wajah cantiknya Nadia.
ya Tuhan terima kasih engkau telah mendekatkan aku dengan keluarga mas Roy yang sudah sangat baik kepada aku.
ya sudah kalau begitu ayok mas Roy kita berangkat?" ayok kalau begitu.....
mereka berdua pun segera berpamitan dengan kedua orang tuanya Roy...
__ADS_1
akhirnya mereka berdua berangkat ke kantor bersama.