
Mereka berdua pun selesai makan, setelah itu mereka pergi untuk membayarnya.
Sehun : "Lho kamu ngapain kesini?" .
Kia : "Mau bayar" .
Sehun : "Ga usah, biar aku aja yang bayar sekalian hehe".
Kia : " Beneran?" .
Sehun : "Iyaa, yaudah kamu tunggu sebentar ya".
Kia : "Ne" .
Kia pun menunggu Sehun yang sedang membayar makanan dan minuman yang sudah dipesan tadi.
Setelah membayar, Sehun pun menghampiri Kia yang sudah menunggunya beberapa menit tadi.
Tapi saat diperjalanan mau ke kelas perut Kia mual dan dia serasa ingin muntah.
Huek huek..
Sehun : "Lho kamu kenapa?" .
Kia : "Badan aku lagi ga enak, kamu duluan aja ya aku mau ke toilet". (sambil berlari ke toilet meninggalkan Sehun yang khawatir disana)
Di toilet.
Huek..
Kia mual pada saat itu dan untung saja di toilet sepi, jadinya tidak ada seorang pun yang jijik.
Setelah merasa cukup enakan, Kia pun keluar dari toilet. Tetapi saat Kia ingin membuka pintu dia terjatuh karena ada yang membuka pintu dari luar dengan keras.
Apakah kalian ingin tau siapa yang membuka pintu dari luar tersebut?
Ya itu Jennie
Dia ingin berulah lagi, berulah yang tidak masuk akal.
Kia : "Lho kamu kan?".
Jennie : "Eh ada jalang".
__ADS_1
Kia : "Siapa yang kamu panggil jalang?!, jalang". (sambil mencoba untuk berdiri)
Plakk..
Satu tamparan mendarat sempurna mengenai pipi kanan milik Kia.
Jennie : "Enak aja kalau ngomong, kalau ngomong dijaga ya".
Kia : "Arrghh, ada hubungan apa kamu sama Taehyung?!". (sambil memegang pipinya yang sakit dan mulai memerah)
Jennie : "Oh kamu udah tau ya. Taehyung itu pacar aku". (sambil berbisik tepat ditelinga Kia)
Kia Pov
Deg..
Apa?
Pacar?
Jadi benar?
Hatiku sudah rapuh dan hancur sekarang.
Jennie : "Dan sekarang kamu sedang mengandung anak Taehyung".
Deg
Apa?
Aku..
Hamil?
Berarti..
Arghhh...
Kepalaku tiba tiba terasa sakit sekali seperti ingin meledak saja.
Jennie : "Dan aku tidak ingin Taehyung bertanggung jawab karena anak yang kamu kandung itu. Jadi aku akan membuatmu berbadan satu" .
Berbadan satu? Artinya dia ingin menggugurkan kandunganku?
__ADS_1
Kia : "Arrghh tidak.."
Kia Pov End
Jennie pun mendorong Kia sampai sampai tubuh Kia terhentak mengenai tembok.
Kepalanya juga terluka, darah berceceran dimana mana, terlihat darah yang mengalir dari atas sampai kaki.
Eoh sungguh mengenaskan sekali Kia saat ini, seperti mayat baru yang tubuhnya semua terluka.
Jennie membawa pisau, tetapi dia tidak membunuh Kia, dia hanya mensayat sayatkan pisau itu ke tubuh Kia. Sampai sampai tubuh Kia mengeluarkan darah.
Setelah Jennie merasa puas, dia pun pergi meninggalkan Kia sendirian dengan keadaan tidak berdaya.
Sehun yang khawatir karena Kia tidak kunjung ke kelas padahal jam masuk akan segera berbunyi.
Sehun pun menghampiri Kia ke toilet.
Awalnya dia mengetuk pintu luarnya, tetapi tidak ada jawaban sama sekali.
Karena Sehun sekarang menjadi sangat khawatir, akhirnya dia membuka pintu toilet tersebut, ya toilet wanita.
Betapa terkejutnya Sehun saat melihat tubuh Kia yang setiap sisinya mengeluarkan darah dan tidak sadarkan diri.
Sehun : "Astaga Kia, kenapa kamu bisa jadi kayak begini?".
Dan tak sadar, Sehun mulai mengeluarkan air matanya.
Sehun mengecek denyut nadi Kia, ternyata denyut nadi Kia semakin lama semakin lemah.
Sehun yang benar benar khawatir mulai menggendong Kia ala bridal style dan mulai membawanya ke rumah sakit.
Saat ini Sehun tidak peduli apa yang orang orang lihat tentang dirinya, yang penting Kia harus selamat.
Setelah sampai di rumah sakit Kia langsung dimasukkan ke ruangan ICU.
Sehun yang saat itu panik itu berpikiran ingin menelfon keluarga atau teman dekat Kia.
Tetapi dia tidak punya nomor teleponnya.
Jadinya dia sendiri yang harus menunggu Kia untuk saat ini.
Author up lagi nih gaes
__ADS_1
Xixixi
Jangan lupa di like sama komen oke:)