
Jungkook pun mengikuti V lalu mengetuk pintu kamar V.
Jungkook : "Taehyung?" .
V : "Apa?" . (dengan suara terisak isak)
Jungkook : "Bolehkah aku masuk?" (sebenarnya Jungkook ingin masuk tanpa seizin V, tetapi karena pintunya dikunci oleh V jadinya dia harus meminta izin pada V)
V : "Tidak" .
Jungkook : "Sungguh Taehyung yang malang" .
Kamu bisa membayangkan seorang anak kecil menangis? Rasanya ingin sekali aku memeluknya.
Aku yang melihat V berlari, aku juga menyusulnya setelah Jungkook.
Kia : "Bagaimana dengan V?" .
Jungkook : "Dia tidak mau membukakan pintunya" .
Kia : "Ah, V tolong bukakan pintunya ini aku Kia" .
V : "Ada apa kamu kesini?" . (sambil terisak isak)
Kia : "Ayolah V, aku ingin berbicara berdua denganmu" .
V : "Yasudah masuk" . (sambil membukakan kunci pintunya)
Kia : "Terimakasih" .
Lalu Kia masuk ke kamar V, dan mulai berbicara padanya.
Kia : "Kamu kenapa menangis V?" . (Sambil mengusap air mata diwajahnya V)
V : "Tidak, siapa yang menangis" .
Kia : "Oh ayolah V, jangan berbohong padaku. Jelas jelas kamu menangis tadi, ada apa? Cerita padaku" .
V : "Aku hanya tidak menyukai hubungan antara kamu dengan Jimin" .
Kia : "Benarkah?" .
V : "Tentu saja!" .
__ADS_1
Kia : "Ahahaha " .
V : "Ada apa denganmu, kenapa kamu tertawa?" .
Kia : "Wajah mu itu, sangat menggemaskan" . (sambil menyubit pipinya, sebenarnya aku ingin menciumnya huh)
Seolah olah V bisa membaca pikiranku, dia langsung menciumku bahkan dia mendorongku ke ranjangnya.
Kia : "Ada apa denganmu V?" .
V : "Aku hanya menyukaimu " .
Kia : "Benarkah itu? Dan itukah alasannya kamu tidak menyukai hubunganku dengan Jimin?" . (muka memerah)
V : "Jangan menyebut namanya" . (dengan ekspresi wajah cemberut)
Kia : (Oh ayolah kenapa aku ada disituasi sulit seperti ini?)
Kia yang melihat ekspresi wajah V yang cemberut itu langsung memeluknya, yang pasti memeluknya itu tepat Kia dibawah dan V diatas. Ya diranjang mereka berdua tertumpuk.
Muka V yang pada saat itu langsung memerah, dan Kia melihatnya itu hanya tersenyum.
Kia : "Ya, kamu sangat berat" .
V : "Maafkan aku" .
Kia : "Ahahaha tentu saja tidak" .
V : "Kamu nih ya" .
Kia : "Aku suka ekspresi wajah memerah mu itu hahaha" .
V : "Ah Kia!" . (memerah lagi mukanya)
Kia : "Apa kamu sedang menggodaku?" .
V : "Menggoda apa?" .
Kia : "Lihat di kaca, mukamu memerah lagi" .
V : "Benarkah?" .
Kia : "Ah tetet, jangan buat aku kehilangan kendali" .
V : (Cemberut ditambah mukanya yang memerah karena malu)
__ADS_1
Kia : "Oh ayolah tetet" (akhirnya dia tidak lagi menangis)
V : "Ayo" .
Kia : "Heh?" .
V : "Eh apa?" . (ditambah wajah polos)
Aku yang tidak tahan dengan sikapnya itu langsung menciumnya dan ternyata ciuman itu dibalas balik olehnya. Untung saja aku dan V tidak kebablasan, ya ya ya kalau kebablasan kan repot hahaha.
Aku senang melihat wajah V yang kembali gembira lagi.
Kia : "Oh ya V, katanya kamu menyukaiku apakah itu benar?" .
V : "He? T e tentu saja" .
Kia : "Ah V maafkan aku ya karena aku telah menyakiti perasaanmu" .
V : "Iya aku maafkan" .
Kia : "Tetapi V, apakah kamu mau tahu sesuatu?" .
V : "Apa itu?" .
Kia : "Sebenarnya aku tidak menyukai Jimin, aku hanya memiliki perjanjian bersamanya. Jadi aku harus menjadi kekasihnya selama tiga bulan " .
V : "Oh begitukah?" . (sambil menunjukkan wajah ceria)
Kia : "Tentu saja, tapi kamu harus berjanji padaku agar tidak memberitahu siapa siapa. Dan kamu harus berakting untuk seolah olah kamu membenciku" .
V : "Entah aku bisa melakukannya atau tidak" .
Kia : "Kamu harus bisa, lakukanlah untukku Taehyung" .
V : "Iya iya akan aku lakukan" .
Kia : "Terima kasih tetet" .
V : "Iya keket" .
Kia : "Nama macam apa itu?!!" .
V : "Biarin wlee" .
Lalu mereka main perang bantal dikamarnya V.
__ADS_1