
Semenjak malam itu, Lio jarang bertemu dengan Brian. Brian hanya akan pulang ketika lio sudah tidur, dan pergi pagi pagi sekali sebelum lio bangun. Begitu juga dengan Lio, akhir akhir ini lio sibuk dengan urusan kuliah nya hingga ia tak memiliki banyak waktu untuk bersantai di apartemen.
"Ben!" Lio mengejar ben dan berjalan beriringan dengan ben memasuki kampus nya. Namun ben tampak cuek pada Lio. Ben tak menolehkan kepala nya sedikit pun pada gadis di samping nya.
"Ben, ben kenapa?" Tanya lio sambil menahan tangan ben agar ben berhenti. Namun yang di lakukan ben di luar dugaan Liona.
"Maaf Aku tidak punya untuk mengurus urusan yang tidak penting." Ucap Ben sambil menghempas tangan lio. Ben kemudian memasuki bangunan universitas itu, dan meninggalkan lio dengan banyak tanda tanya di kepala nya. "Aku? " guman Lio dengan penuh tanya. Sejak kapan ben panggilan nya aku kamu.
Lio segera mengejar ben untuk menanyakan kepada ben kenapa akhir akhir ini ben berubah. Bahkan hari ini ben berubah 180 derajat. Sungguh lio tak ingin hubungan nya dengan ben renggang.
"Ben!" Panggil lio sambil duduk di samping ben. "Ben kenapa?, Apa lio ada buat kesalahan?" Tanya lio sambil menatap wajah ben yang tampak datar. Ben seakan tak peduli pada keberadaan liona di samping nya.
"Ben, jawab ben! lio nggak suka liat ben berubah seperti ini." Ucap lio sambil memegang tangan ben. Namun ben dengan segera menghempas tangan Liona. "Jaga sikap mu, kau tau sekarang kau itu sudah menjadi istri kakak ku. Mulai sekarang jangan pernah lagi bersikap seenak nya pada ku. Jangan berfikir aku akan tetap menjadi ben yang dulu."
Dasar murahan! " Ucap Ben dengan tatapan tajam nya.
__ADS_1
DEG...
Liona benar benar terkejut mendengar perkataan ben barusan. Lio tidak masalah mendengar ben mengganti panggilan nya. Namun kali ini perkataan ben mampu mengiris hati nya. Lio kemudian tersenyum kecut.
"Aku sudah tau kalau akhir nya akan jadi seperti ini. Tapi tidak masalah, aku akan berusaha sebisa mungkin untuk melindungi orang yang aku cintai." Batin lio sambil menyeka air mata yang mengalir di pipi nya.
*
*
Liona berjalan melewati koridor di Universitas. Langkah nya tampak gontai. Liona merasa kalau semakin hari, semua orang yang dulu sangat dekat pada nya kini perlahan menjauhi nya. Mulai dari Brian, ben, hingga Zevana. Adik sekecil itu pun menjauhi nya.
BUG..
Lio yang sedang melamun, sampai tidak menyadari kalau ia sudah menabrak seseorang. Namun tangan nya dengan cepat di tangkap oleh seseorang yang sudah ia tabrak. "Lain kali kalau jangan jangan ngelamun." Ucap lelaki itu sambil tersenyum menatap lio.
__ADS_1
Lio Yang tersadar segera menarik tangan nya. Ia menatap tajam pada lelaki di depan nya.
"Sudah lama kita nggak ketemu ya," ucap Kai, ya itu kau mantan pacar Lio yang pernah ia ceritakan pada Brian.
Lio tak menggubris perkataan Kai, ia kembali melanjutkan langkah nya. Namun tangan lio kembali di tarik oleh Kai. "Lio, aku minta maaf. Aku ingin kita kembali seperti dulu. Aku mencintai mu liona!" Ucap Kai sambil mencengkram lengan Lio, agar ia tidak bisa pergi.
"Lepas! " Bentak lio. Namun Kai tak juga melepaskan tangan lio. "Jangan berharap aku ingin bersama mu lagi. Dasar bajingan! " bentak lio dengan wajah yang terlihat merah padam. "Ohh ayolah lio, jangan munafik kau pasti masih suka pada ku kan?" Kai tersenyum menatap lio.
"Lepaskan!" Teriak lio. Namun tak di dengar oleh Kai. Kai perlahan mendekatkan wajah nya pada wajah lio. Kai ingin mencium bibir pink milik lio. "Bajingan! lepaskan aku! " Teriak lio sambil berusaha menghindarkan wajah nya dari Kai.
Bibir Kai hampir saja menyentuh bibir lio. Namun Kai merasakan badan nya di tarik hingga pegangan nya terlepas.
BUG..
BUG..
__ADS_1