Calon Imam Ku

Calon Imam Ku
BAB 8


__ADS_3

"Assalamu'alaikum Adit, bagaimana keadaan Wira?... " Tanya Ayah nya Wira (DITO)


"Wa'alaikumussalam Om belum tau om dokter belum mengasih kabar, sabar saja kita menunggu nya om, dan berdo'a yang terbaik untuk Wira... " Jawab Adit.


"Iya Dit semoga penyakit nya Wira tidak kambuh lagi... " Kata Dito sambil memeluk istrinya yang khawatir akan keadaan nya Wira.


"Sudah mah kita do'a kan yang terbaik buat Wira semoga Wira tidak kenapa-napa... " Kata Dito kepada istrinya (Sinta).


"Iya pah mamah hanya tidak mau kehilangan Wira... " Kata Sinta kepada suami nya.


"Mah hidup dan mati Allah yang menentukan ma, mau tidak mau kita harus ikhlas karena kematian tidak memandang, kita di mana, dan berapa usia kita... " Tutur Dito kepada istri nya.


Sedari tadi Aulia hanya mendengar percakapan suami istri itu, karena Aulia terkejut, apakah Wira sakita, dan Wira sakit apa, hati Aulia bertanya-tanya, di dalam hati nya dia merasakan sesak entah mengapa mungkin Aulia juga tak mau kehilangan Wira, meskipun Aulia sudah mendengar bahwa Wira bakal menikah dengan Wanita lain...


"Astaghfirullah mengapa perasaan aku begini ya, Ya Allah sembuhkan lah kak Wira dan angkat lah penyakitnya... " Batin Aulia (do'a).


"Ma Sya Allah Adit nu Aulia kan adek kamu?... " Tanya Sinta(mamah nya Wira) karena terkejut melihat Aulia...


"Iya tante ini Aulia adek aku... " Jawab Adit...


"Ma Sya Allah sudah besar ya, gimana janji kami sama orang tua kamu kita laksana kan secepatnya... " Kata Sinta.

__ADS_1


"Adek saya masih kuliah tante, tapi ya sekarang terserah Aulia lagi pulah Wira kan sudah tau tentang ini sejak lamah... " Tutur Adit.


"Kuliah kan masih bisa di lanjut nanti setelah menikah, oke tante tanya sama Aulia... " Kata Sinta.


Aulia yang tadi tidak mendengar percakapan anatara Kakak nya (Adit) dan Mama nya Wira (Sinta), karena dia sedang mengobrol dengan Intan...


dan akhirnya Sinta mendekati Aulia.


"Aulia... " panggil Sinta.


"Iya tan... " sapa Aulia.


"Mendekat sebentar kak, ada yang mau tante bicarakan...


" Dok bagaimana keadaan anak saya?... "Kata Dito...


" Keadaan nya Wira makin memburuk dari sebelum nya, jantung nya tidak bisa berpompah dengan benar... "Jelas dokter.


" Subhanallah Dok lakukan terbaik buat anak saya ya dok... "Kata Sinta sambil menahan air matanya karena mendengar akan keadan anak nya.


" Baik buk, saya akan melakuan nya dengan semaksimal mungkin, karena kalau melakuan yang terbaik untuk setiap pasien kami , jadi sekarang kita hanya berdo'a agar keselamatan Wira.... "Jelas dokter lagi." Sekarang kalian boleh menjenguk Wira karena Wira sudah siuman... "Imbuh dokter .

__ADS_1


Aulia sangat terkejut apa yang dia dengar ternyata Wira sakit jantung, Aulia tak menyangka Wira yang sekuat itu yang bisa melatihnya selama 2 tahun ini, ternyata menyembunyikan penyakit nya kepada murid-murid nya.


Mereka pun masuk ke ruangan nya Wira, di sana Wira terkapar lemas...


" Wira kamu tidak apa - apa kan nak... "Tanya Sinta ke Wira.


" Alhamdulillah Wira baik-baik saja mah, mamah tenang aja... "Jawab Wira.


Aulia hanya melihat keadaan Wira yang begitu, dan begitu juga dengan Intan dia sedih melihat kakak nya begini, karena kakak nya pinsan itu ulahnya...


" Kenapa kamu bisa pinsan nak?... Tanya Sinta lagi.


"Aih berakhir lah sudah aku kalau kak Wira jujur sama mamah... " Batin Intan karena dia khawatir kalau sempat Wira mengaduh kepada mamah nya karena ini ulahnya...


.


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2