
"Wira tidak apa - apa pah mungkin sudah seharus nya Wira pinsan... " Jawab Wira...
FLASHBACK
Saat di Masjid Wira mendatangi Intan...
"Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh adek kakak... " Salam Wira ke Intan.
"Wa'alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh, apaan sih kak... " jawab Intan.
"Alhamdulillah makasih sudah jawab salam dari kakak... " kata Wira lagi.
"Iya terus kakak mau ngapain dekati Intan ha?... " Kata Intan cuek.
"Kakak mau tanya kenapa Intan begini sama kakak... " Tanya Wira.
"Begini seperti apa sih kak, biasa aja kenapa baperan kali sih... " Jawab Intan.
"Intan kenapa cuekin kakak, dari dulu Intan kok selalu gini sama kakak... "Tanya Wira lagi.
" Kakak ini ya ini jawaban yang kakak mintah, dulu Intan pernah minta sama kakak, kakak jangan pergi waktu Intan SD tapi kakak pergi, dulu itu Intan sayang kali sama kakak, tapi kakak pergi ke kota ini dan tinggalin Intan, untung saja ada Mas Dika jadi Intan benci kakak... "Jawab jelas Intan...
" Cumah gara - gara itu Intan benci segini nya sama kakak... "Tanya Wira.
" Iya Intan benci sama kakak... "Kata Intan.
Lalu Wira memeluk Intan dan Wira memintah maaf ke Intan, tapi Intan meronta memintah di lepaskan.
__ADS_1
" Kak Wira lepasin ini di masjid... "Ronta Intan.
" Kakak Minta maaf ya, kakak gak bisa di diami seorang adek satu-satu nya kakak... "Kata Wira.
" Gak Intan gak bakal maafin lepasin Intan... "kata Intan.
Lalu Intan memukul dadah Wira berkali-kali hingga Wira terkejut dan lemas, lalu pinsan...
(Selesai flashback)
______________________________________________
" Wira makanya kamu jangan ngelatih lagi... "Kata Sinta (mamahnya).
" Sudah lah mah Wira tidak apa - apa ini kan... "Kata Wira.
"Iya tapi sama keadaan kamu ini... " kata Sinta.
Lalu Intan mendekati Wira dan memeluknya.
"Kakak maafin Intan, Intan juga sayang sama kakak... " Kata Intan sambil menangis.
"Iya Intan maafin kakak juga ya... " Kata Wira.
Dan Dito, dan Sinta bahagia melihat Intan sama Wira akrab begini, begitu pulah dengan Aulia dia bahagia bisa melihat Intan dan Wira sudah baikan.
"Sudah Intan jangan nangis tuh mukanya jelek kan... " Canda Wira.
__ADS_1
"Iii kakak Iya-iya Intan gak nangis... " Jawab Intan.
Tiba-tiba jantung Wira kumat lagi, Wira merasakan sakit di dadah nya hingga dia pinsan lagi hingga membuat semua orang khawatir dan di panggil dokter...
"Mohon maaf ibu dan bapak sekalian tolong keluar saya akan menangani pasien tersebut... " Kata Dokter.
"Dok lakukan yang terbaik buat anak saya... " Kata Sinta.
"Pasti itu buk... " Jawab Dokter.
Dito, Sinta, Intan, dan Adit, Aulia keluar dari ruangan Wira, mereka begitu cemas dengan Wira, dan mereka juga berdo'a buat Wira...
Intan menyesali perbuatannya, karena dia Kakak nya jadi begini, dan Intan menangis di pelukan mamah nya...
"Mah Intan takut kalau terjadi apa apa sama kak Wira mah... " Kata Intan.
"Nak gak boleh takut, takut lah kepada Allah Subhanahu Wata'ala yang menciptakan kita... " Jawab Sinta(mamah nya Intan).
Dan begitu juga dengan Aulia dia memeluk kakak nya sembari juga takut kehilangan Wira...
Dan Tiba-tiba dokter keluarga dan mengatakan bahwa Wira koma, dan hanya lewat do'a lah yang bisa membantu Wira sadar...
,
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG...