CEO Dingin Vs Gadis Cuek

CEO Dingin Vs Gadis Cuek
Bab. 5


__ADS_3

Mobil yang ditumpangi Pasha akhirnya tiba di halaman kantor yang luas dengan gedung megah menjulang ke atas.


Pasha segera turun setelah mang dadang membuka pintu.


mang dadang mengikuti tuan mudanya dari belakang sambil meneteng tas kerja milik tuan muda itu.


biasanya tugas ini di lakukan sekretaris Kevin. namun karna Kevin tidak ada maka mang dadang lah yang di perintahkan untuk membawanya sampai kedalam ruangan CEO di lantai atas.


Pasha segera menghempaskan tubuhnya ke atas kursi kebesarannya, sesampainya dia di dalam ruangan itu.


apa yang sudah ku lakukan tadi?


bagaimana bisa aku melakukan itu?


ahh...siapa suruh juga gadis itu menggertak dan menghinaku seperti itu?


sial....dia membuat hari ini jadi hari buruk bagi ku.


sementara Pasha berperang dengan batinnya,


tok


tok


tok


pintu di ketuk dari luar.


"masuk..!"perintah Pasha.


seorang wanita cantik masuk dengan membawa map warna biru, tersenyum manis, sambil menunduk memberi hormat pada bosnya, dia meletakkan map itu ke atas meja kemudian membukanya.


"ini tuan...berkas yang anda minta...saya sudah selesai mengupdate semuanya sesuai perintah anda..."ucap gadis itu, sambil menunjukkan hasil kerjanya.


"hmm...tinggalkan saja..disana.."balas Pasha.


"baiklah..permisi tuan.."ucap gadis itu, kemudian bergegas hendak keluar.


"tunggu..!!untuk sementara...jangan biarkan ada yang masuk menemuiku...!" perintah si tuan muda.


"baik..tuan.." kata gadis itu sambil mengangguk. dan segera pergi dari situ.


Kamila Tiana nama gadis tadi, setelah melewati beberapa seleksi masuk perusahaan besar 'M'comp, karna smart, supel, cekatan maka gadis lulusan managemen akuntasi itu, akhirnya mendapat posisi sekretaris.


Di perusahaan besar seperti 'M'comp sekretaris yang di tunjuk bukan hanya Kevin saja, tapi termasuk Kamila juga.


karna banyaknya perusahaan² besar, yang terikat kontrak kerja dengan perusahaan itu, termasuk perusahaan² asing, maka untuk mempermudah pekerjaan adalah dengan mengangkat lebih banyak orang yang memiliki etos kerja dan skill di atas rata².


itu semua di lakukan Pasha jauh sebelum kepulangannya, memimpin perusahaan, menggantikan ayahnya menjadi CEO, dia sudah mengatur struktur kerja perusahaan.


tapi Kevin adalah salah satu kepercayaan si CEO ganteng itu, karna selain menguasai beberapa bahasa asing, dia juga sudah jadi sahabatnya sejak lama.dan untuk urusan dengan pihak asing, Kevin lah yang selalu di ajak si bos muda itu.


makanya Kevis si sekretaris bisa juga jadi sopir pribadi, juru bicara, tempat curhat bahkan sampai jadi tempat pelampiasan amarah.


...........................


Selesai memeriksa berkas yang di bawa Kamila, Pasha segera mengambil ponselnya,


menekan beberapa nomor...


"kenapa tidak di angkat...?" gumamnya.

__ADS_1


dia menghubungi nomor itu lagi..


akhirnya....


"iya...ada apa tuan muda...?" ucap suara ditelpon.


"kamu kemana saja...!!telpon tidak di angkat....!!?sudah cepat kekantor...sekarang..!" ucap Pasha sedikit jengkel.


tut tut tut...


percakapan segera di putus si tuan CEO.


..........................


Ditempat berbeda....


Cleopatra yang tadinya hendak kekampus, ada yang mau di konsultasikan dengan dosen pembimbingnya, akhirnya tidak jadi kesana, dia kembali lagi ke tempat kostnya.


rumah kost²an itu memiliki 4 lantai. tiap lantai memiliki 4 kamar


yang sudah disewakan semua.


Cleo menyewa kamar di lantai 2.


ruangan sempit itu di jadikan ruang tamu, kamar, dan dapur tanpa sekat. hanya wc ukuran kecil, yang memiliki sekat beton.


kira² 4m lebar dan 3,5m panjangnya. ruangan itu.


tapi Cleo telah mengubah ruangan kecil itu.


seperti rumah mungil yang bersih dan cantik.


dia menggunakan sekat plastik warna putih susu bermotif tulip, antara dapur kecil dan tempat tidurnya yang hanya ada kasur berukuran tubuhnya. diapun mengatur perabotan² agar tampak rapi.


Gadis itu sedang tidur di sofa, satu²nya sofa yang berada disitu, disamping sofa ada meja kecil.


Tampak beberapa lembar tissu, berserakkan di bawah sofa.


rasa marah dan sedih bercampur jadi satu membuat dia sebentar² mengusap mata dan ingusnya menggunakan tissu.


gadis jagoan yang kelihatan kuat dan tegar, yang mungkin tidak pernah menangisi takdirnya yang buruk, atau yang tidak pernah mengeluarkan airmatanya saat terkena pukulan jika sedang duel, tapi sekarang merasa sakit saat menerima tindakan tidak senonoh itu.


Yah dia pikir itu sebagai pelecehan, pada dirinya.


belum pernah ada orang yang sampai menyentuh tubuhnya atau melecehkan seperti itu saat bekerja, karna dia dapat menghindari diri dari hal² itu, atau jika boleh melawan orang² yang menjahatinya, dia akan melawan.


tapi tadi, dia jengkel dan marah karna, dia tidak bisa mengelak perlakuan si tuan muda, apalagi melawan.


"pria b**angsaat...beraninya dia...uhuk..uhuk...dasar pria tak tau diri...otak mesum...tidak menghormati wanita...." gumamnya sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


tiba² ponselnya berdering.


dengan lemas Cleo menjangkau ponselnya, yang ada di meja di atas kepalanya itu, menekan warna hijau tanda menerima panggilan.


"yah...hallo...!"Cleo berkata pelan, suaranya serak karna menangis.


"haii...dewi mesir...kamu dimana..? hah..?" jawaban terdengar, sepertinya suara gadis.


"di...kost...! Rinny...!" balas Cleo setelah beberapa detik kemudian.


"hm???...kamu kenapa sih...?..sakit!?..." tanya gadis yang namanya Rinny itu.

__ADS_1


"sedikit...." ucap Cleo singkat.


karna tak bisa menerangkan apa yang sedang dia alami saat itu.


"maksud...??" Rinny bertanya penasaran.


"oke...pulang kampus...saya langsung kesana..bikin penasaran ajah..." jawabnya lagi.


"terserah...."balas Cleo singkat.


seperti itulah Cleo jika sedih. dia tak mau banyak bicara. mungkin karna sudah beberapa tahun tanpa orang tua pasti jika ada hal buruk atau ada hal menyedihkan, tidak ada tempat untuk mengeluh. maka terbentuklah karakter itu dalam dirinya.


memang sih sahabat² nya selalu peduli dengannya dan sering sekali membantu dia.


maka pikirnya.....karna sering menerima bantuan mereka, sehingga dia tak mau lagi membebani sahabat²nya dengan situasi hidup yang dia alami.


Entah berapa lama dia melampiaskan kesedihannya dengan menangis di sofa itu,,dia sempat tertidur sebentar, karna memang tadi malam dia pulang agak larut.


dia membuka matanya karna..


kruuk..kruuk...perutnya mulai keroncongan.


memang....sejak pagi tanpa sarapan dan kini sudah siang hari.


dia bangun dan berdiri, melemaskan otot²nya,membersihkan kekacauan yang dia buat tadi, dan segera ke kamar mandi, membersihkan diri, setelah itu menyiapkan bahan² seadanya dari kulkas mini untuk dijadikan sarapan sekaligus makan siangnya.


tok


tok


tok


pintu di ketok beberapa waktu kemudian.


ceklak


"hai...mat siang Cleopatra Mikhaila...!"teriak Rinny mengucapkan nama lengkap sahabatnya, setelah pintu itu di buka.


sambil langsung memeluk sahabatnya itu.


"siang juga...Rin...!"balas Cleo. " jangan teriak²... tetangga sebelah punya bayi kecil...mungkin lagi tidur..." tambahnya lagi menerangkan.


"upss....sorry..." ucap Rinny. dia segera masuk, menutup pintu dan langsung duduk disofa.


"makan yuk....biar seadanya saja...mumpung di buat lebih..."ajak Cleo pada sahabatnya itu.


Rinny mendekat, dia menempelkan punggung tangannya di dahi Cleo.


"katanya sakit...!...emang kamu sakit apa..."tanya Rinny penasaran.


"gak sakit koq...cuma kelelahan saja..." balas Cleo.


"tunggu dulu...mata kamu kenapa..kayak abis nangis..?" tanya rinny menyelidik.


"sudah....makan dulu..tak baik kalau makan sambil ngomong..."


Cleo berusaha menghindari tatapan Rinny. juga menanggapi pertanyaan sahabatnya.


akhirnya keduanya melanjutkan acara makan siang itu.


,.....................

__ADS_1


trim's sudah mampir...


tunggu kelanjutannya yah..


__ADS_2